Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONFLIK ANTARA SULTAN AGENG TIRTAYASA DENGAN VOC DAN SULTAN HAJI

View through CrossRef
Sultan Ageng Tirtayasa, sejak naik tahta di Kesultanan Banten pada tahun 1651, didera konflik dengan VOC yang bertubi-tubi. Peperangan pun terjadi berulang-ulang di Teluk Banten dan sekitarnya. Setelah berkuasa cukup lama, Sultan Ageng Tirtayasa juga konflik dengan putra mahkota yaitu Sultan Haji. Konflik ini berakhir dengan tragis, Sultan dipenjara di Batavia dari th 1681 hingga meninggal di penjara sepuluh tahun kemudian. Yang akan diteliti di sini adalah apa penyebab konflik Sultan Ageng Tirtayasa dengan kedua pihak. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode sejarah kritis yang terdiri atas empat tahap yaitu pertama, tahap heuristik, kedua, tahap kritik eksternal dan internal, ketiga, tahap interpretasi, dan keempat, tahap historiografi. Untuk mendapatkan eksplanasi tentang penyebab konflik, penulis melakukan pendekatan multidimensi yaitu meminjam teori Ilmu-ilmu sosial yang memiliki daya penjelas atau daya analitis yang lebih besar. Namun pendekatan ini tidak dituliskan secara eksplisit, namun secara implisit yang terefleksikan dalam hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan VOC adalah perbedaan kepentingan. Sultan Ageng Tirtayasa menganggap bahwa Kesultanan Banten adalah pemegang hegemoni satu-satunya sedangkan VOC mau memonopoli perdagangan rempah-rempah khususnya lada. Penyebab konflik dengan Sultan Haji adalah karena putra mahkota ingin segera naik tahta ketika ayahnya masih menjadi sultan dan untuk itu ia melakukan kudeta dengan meminta dukungan musuh ayahnya yaitu VOC.
Lintas Budaya Nusantara
Title: KONFLIK ANTARA SULTAN AGENG TIRTAYASA DENGAN VOC DAN SULTAN HAJI
Description:
Sultan Ageng Tirtayasa, sejak naik tahta di Kesultanan Banten pada tahun 1651, didera konflik dengan VOC yang bertubi-tubi.
Peperangan pun terjadi berulang-ulang di Teluk Banten dan sekitarnya.
Setelah berkuasa cukup lama, Sultan Ageng Tirtayasa juga konflik dengan putra mahkota yaitu Sultan Haji.
Konflik ini berakhir dengan tragis, Sultan dipenjara di Batavia dari th 1681 hingga meninggal di penjara sepuluh tahun kemudian.
Yang akan diteliti di sini adalah apa penyebab konflik Sultan Ageng Tirtayasa dengan kedua pihak.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode sejarah kritis yang terdiri atas empat tahap yaitu pertama, tahap heuristik, kedua, tahap kritik eksternal dan internal, ketiga, tahap interpretasi, dan keempat, tahap historiografi.
Untuk mendapatkan eksplanasi tentang penyebab konflik, penulis melakukan pendekatan multidimensi yaitu meminjam teori Ilmu-ilmu sosial yang memiliki daya penjelas atau daya analitis yang lebih besar.
Namun pendekatan ini tidak dituliskan secara eksplisit, namun secara implisit yang terefleksikan dalam hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan VOC adalah perbedaan kepentingan.
Sultan Ageng Tirtayasa menganggap bahwa Kesultanan Banten adalah pemegang hegemoni satu-satunya sedangkan VOC mau memonopoli perdagangan rempah-rempah khususnya lada.
Penyebab konflik dengan Sultan Haji adalah karena putra mahkota ingin segera naik tahta ketika ayahnya masih menjadi sultan dan untuk itu ia melakukan kudeta dengan meminta dukungan musuh ayahnya yaitu VOC.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Dari Guru-Laghu ke Pedhotan: Upaya Menafsirkan Perubahan Metrum Kakawin Menjadi Sekar Ageng
Dari Guru-Laghu ke Pedhotan: Upaya Menafsirkan Perubahan Metrum Kakawin Menjadi Sekar Ageng
Sekar ageng or kawi miring is a type of Javanese chanted poetry that was popular in the Surakarta-Yogyakarta literature. This type of poetry is a continuation of the kakawin tradit...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
PLC Outseal Training for PVTE Students at Sultan Ageng Tirtayasa University
PLC Outseal Training for PVTE Students at Sultan Ageng Tirtayasa University
Programmable Logic Controller is a device that can be programmed according to the needs of industrial processes. This activity is a service activity for lecturers of the PVTE Study...
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
The purpose of this study was to analyze the value of local wisdom in commemorating the tradition of 1 suro nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati. This study used a qualitative approa...
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
The purpose of this study was to analyze the value of local wisdom in commemorating the tradition of 1 suro nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati. This study used a qualitative approa...

Back to Top