Javascript must be enabled to continue!
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI PEKON TAMBAK JAYA
View through CrossRef
Stunting is an important issue that must be resolved immediately because it will have a long-term impact on the quality of human resources so that they will be able to compete well in the development and economic sectors. Data from the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) shows a reduction in stunting rates of 6.1 percent in 2022 in West Lampung Regency. In Pekon Tambak Jaya, Way Tenong District, West Lampung Regency, it was found that there were no cases of stunting there. However, the public does not yet know in detail about how to prevent it, including the impact of stunting on both health and the economy. The aim of this activity is to increase public knowledge and awareness in Pekon Tambak Jaya regarding efforts to prevent stunting in toddlers. The target of this activity is the entire Pekon Tambak Jaya community, especially pregnant women, mothers with toddlers, and young women over the age of 15 years. This activity will be held on January 17 2023 at 09.00-10.15 WIB at Balai Pekon Tambak Jaya. The activity method in this work program is carried out through observation, socialization and discussion. Before the material was given, a question and answer session was held regarding what was known about stunting. However, many of the audience present were hesitant to answer because they did not know more information about stunting. After being given the material and holding a question and answer session again, there were 2 representatives from the participants present who were able to answer the questions correctly. These results were compared to measure awareness regarding stunting prevention in toddlers.
Abstrak
Stunting merupakan salah satu isu penting yang harus segera diselesaikan karena akan berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia sehingga nantinya mampu bersaing dengan baik di bidang pembangunan dan ekonomi. Data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan adanya penurunan angka stunting sebesar 6,1 persen tahun 2022 di Kabupaten Lampung Barat. Di Pekon Tambak Jaya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat didapatkan bahwa belum ada kasus stunting di sana. Namun masyarakat belum tahu secara mendetail mengenai cara pencegahan termasuk pengaruh stunting baik terhadap kesehatan maupun perekonomian. Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pekon Tambak Jaya mengenai upaya pencegahan stunting pada balita. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Pekon Tambak Jaya khususnya para ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan remaja wanita di atas usia 15 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2023 pukul 09.00-10.15 WIB di Balai Pekon Tambak Jaya. Metode kegiatan dalam program kerja ini dilakukan melalui observasi, sosialisasi, dan diskusi. Sebelum diberikan materi, dilakukan sesi tanya jawab mengenai hal-hal yang diketahui tentang stunting. Namun, banyak dari audiens yang hadir ragu untuk menjawab karena belum mengetahui informasi lebih banyak mengenai stunting. Setelah diberikan materi dan dilakukan sesi tanya jawab kembali, terdapat 2 orang perwakilan dari peserta yang hadir dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Hasil tersebut dibandingkan untuk mengukur kesadaran mengenai pecegahan stunting pada balita.
Title: SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI PEKON TAMBAK JAYA
Description:
Stunting is an important issue that must be resolved immediately because it will have a long-term impact on the quality of human resources so that they will be able to compete well in the development and economic sectors.
Data from the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) shows a reduction in stunting rates of 6.
1 percent in 2022 in West Lampung Regency.
In Pekon Tambak Jaya, Way Tenong District, West Lampung Regency, it was found that there were no cases of stunting there.
However, the public does not yet know in detail about how to prevent it, including the impact of stunting on both health and the economy.
The aim of this activity is to increase public knowledge and awareness in Pekon Tambak Jaya regarding efforts to prevent stunting in toddlers.
The target of this activity is the entire Pekon Tambak Jaya community, especially pregnant women, mothers with toddlers, and young women over the age of 15 years.
This activity will be held on January 17 2023 at 09.
00-10.
15 WIB at Balai Pekon Tambak Jaya.
The activity method in this work program is carried out through observation, socialization and discussion.
Before the material was given, a question and answer session was held regarding what was known about stunting.
However, many of the audience present were hesitant to answer because they did not know more information about stunting.
After being given the material and holding a question and answer session again, there were 2 representatives from the participants present who were able to answer the questions correctly.
These results were compared to measure awareness regarding stunting prevention in toddlers.
Abstrak
Stunting merupakan salah satu isu penting yang harus segera diselesaikan karena akan berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia sehingga nantinya mampu bersaing dengan baik di bidang pembangunan dan ekonomi.
Data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan adanya penurunan angka stunting sebesar 6,1 persen tahun 2022 di Kabupaten Lampung Barat.
Di Pekon Tambak Jaya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat didapatkan bahwa belum ada kasus stunting di sana.
Namun masyarakat belum tahu secara mendetail mengenai cara pencegahan termasuk pengaruh stunting baik terhadap kesehatan maupun perekonomian.
Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pekon Tambak Jaya mengenai upaya pencegahan stunting pada balita.
Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Pekon Tambak Jaya khususnya para ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan remaja wanita di atas usia 15 tahun.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2023 pukul 09.
00-10.
15 WIB di Balai Pekon Tambak Jaya.
Metode kegiatan dalam program kerja ini dilakukan melalui observasi, sosialisasi, dan diskusi.
Sebelum diberikan materi, dilakukan sesi tanya jawab mengenai hal-hal yang diketahui tentang stunting.
Namun, banyak dari audiens yang hadir ragu untuk menjawab karena belum mengetahui informasi lebih banyak mengenai stunting.
Setelah diberikan materi dan dilakukan sesi tanya jawab kembali, terdapat 2 orang perwakilan dari peserta yang hadir dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
Hasil tersebut dibandingkan untuk mengukur kesadaran mengenai pecegahan stunting pada balita.
Related Results
Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting di Pekon Pamenang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu
Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting di Pekon Pamenang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu
Stunting merupakan kondisi anak usia di bawah lima tahun (balita) yang memiliki tinggi badan dibawah rata-rata balita pada umumnya. Angka prevalensi stunting di Indonesia masih me...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN STUNTING DENGAN METODE DARING TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN STUNTING DENGAN METODE DARING TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING
Latar Belakang : Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kecamatan Kebonarum...
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth...
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Latar Belakang: Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum men...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...

