Javascript must be enabled to continue!
Menulis Pantun Berkait dengan Teknik Narasi Ekspositoris sebagai Pengenalan Budaya Betawi
View through CrossRef
Pantun sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, semakin lama terlupakan di setiap generasi. Pantun mempunyai peran penting dalam pembentukan kepribadian ataupun karakter identitas kearifan lokal. Kondisi tersebut mengkhawatirkan banyak pihak, kurangnya pemahaman terhadap budaya lokal disebabkan oleh perkembangan teknologi, pola pikir westernisasi, dan arus informasi tidak berimbang dengan kesadaran budaya lokal. Bertujuan menambah wawasan keilmuan tentang melestarikan warisan budaya. Untuk memasyarakatkan dan merevitalisasi kembali unsur budaya Betawi. Sekaligus memasyarakatkan pantun berkait sebagai kekayaan budaya Indonesia agar lebih akrab dan dipandang menarik Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode mendongeng, diskusi, tanya-jawab dan apresiasi terhadap karya. Dengan penggunaan metode ini diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hasil penelitian dapat disimpulkan, para anggota Yayasan El-Nama Indonesia dapat mengembangkan, membuat dan mengaplikasikan membacakan pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai budaya Betawi dengan teknik menulis narasi ekspositoris. Dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya jenis karya sastra agar lebih kreatif dalam menulis pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai Betawi dalam ruang lingkup sosialisasi di lingkungan teater.
Title: Menulis Pantun Berkait dengan Teknik Narasi Ekspositoris sebagai Pengenalan Budaya Betawi
Description:
Pantun sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, semakin lama terlupakan di setiap generasi.
Pantun mempunyai peran penting dalam pembentukan kepribadian ataupun karakter identitas kearifan lokal.
Kondisi tersebut mengkhawatirkan banyak pihak, kurangnya pemahaman terhadap budaya lokal disebabkan oleh perkembangan teknologi, pola pikir westernisasi, dan arus informasi tidak berimbang dengan kesadaran budaya lokal.
Bertujuan menambah wawasan keilmuan tentang melestarikan warisan budaya.
Untuk memasyarakatkan dan merevitalisasi kembali unsur budaya Betawi.
Sekaligus memasyarakatkan pantun berkait sebagai kekayaan budaya Indonesia agar lebih akrab dan dipandang menarik Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode mendongeng, diskusi, tanya-jawab dan apresiasi terhadap karya.
Dengan penggunaan metode ini diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Hasil penelitian dapat disimpulkan, para anggota Yayasan El-Nama Indonesia dapat mengembangkan, membuat dan mengaplikasikan membacakan pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai budaya Betawi dengan teknik menulis narasi ekspositoris.
Dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya jenis karya sastra agar lebih kreatif dalam menulis pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai Betawi dalam ruang lingkup sosialisasi di lingkungan teater.
Related Results
PANTUN: KATA DAN BUNYI MEMBENTUK MAKNA
PANTUN: KATA DAN BUNYI MEMBENTUK MAKNA
Abstrak
Pantun adalah puisi lisan Melayu ciptaan peribumi yang ada di Nusantara. Penggunaan pantun dalam semua bentuk komunikasi lisan adalah sebahagian daripada etos budaya lisan...
PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN
PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN
AbstractSignage Design Development of Setu Babakan. Setu or “situ” means lake, while Babakan means wood fiber. Setu Babakan located at the Condet area, East Jakarta as a special ar...
KONSTRUKSI SEPADAN DAN TAK SEPADAN ANTARA LARIK SAMPIRAN DAN LARIK ISI SEBUAH PANTUN
KONSTRUKSI SEPADAN DAN TAK SEPADAN ANTARA LARIK SAMPIRAN DAN LARIK ISI SEBUAH PANTUN
Pantun merupakan salah satu puisi lama Melayu yang memiliki ciri keindahan atau keteraturan bahasanya. Banyak tulisan yang telah membahas hal tersebut, tetapi belum ada yang membah...
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik)
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik)
Berdasarkan hasil analisis temuan data penelitian di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan pokok sebagai berikut:1. Cara mengembangkan pembelajaran menulis komunikatif MKW...
Untaian Pantun Oleh Merak Dalam Hikayat Isma Yatim
Untaian Pantun Oleh Merak Dalam Hikayat Isma Yatim
ABSTRAK
Artikel ini membincangkan tentang puisi tradisi Melayu iaitu pantun yang diucapkan oleh watak merak dalam Hikayat Isma Yatim. Kajian ini menggunakan metodologi kepusta...
Eksistensi Budaya Tradisi Buka Palang Pintu dalam Masyarakat Betawi
Eksistensi Budaya Tradisi Buka Palang Pintu dalam Masyarakat Betawi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi budaya tradisi palang pintu dalam acara pernikahan masyarakat Betawi. Metode penelitian yang digunakan untuk mengana...
Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah
Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah
This study will explain the social changes as a resulted of moved Betawi Cultural Area to Srengseng Sawah. By using the perspective of social change, clearly reflected that Condet ...
Tema Pantun Cocos di Sabah
Tema Pantun Cocos di Sabah
Masyarakat Cocos di negeri Sabah merupakan etnik minoriti yang sangat unik dari segi kebudayaan dan bahasanya. Mereka digolongkan dalam kategori etnik bumiputera beragama Islam. Wa...

