Javascript must be enabled to continue!
Ruruhi (Syzygium polycephalum Merr.) : Tinjauan Biologi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi
View through CrossRef
Ruruhi (Syzygium polycephalum) merupakan tumbuhan asli wilayah malesia barat dan tengah, termasuk Indonesia. S. polycephalum banyak dijumpai di beberapa wilayah seperti Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, digunakan secara turun temurun sebagai pengobatan tradisional beberapa penyakit seperti disentri, hipertensi, antikolesterol, luka dan gatal pada kulit. Artikel review ini bertujuan membahas secara menyeluruh mengenai tumbuhan S. polycephalum meliputi kajian biologi (taksonomi, habitat, penyebaran, morfologi), penggunaan tradisional, kandungan fitokimia hingga aktivitas farmakologinya berdasarkan hasil studi literatur dari beberapa hasil penelitian. Berdasarkan kajian yang dilakukan pada tumbuhan S. polycephalum menunjukkan keberadaan golongan metabolit sekunder dan berbagai senyawa yang telah berhasil teridentifikasi pada beberapa bagian tumbuhan S. polycephalum seperti pada daunnya mengandung senyawa β-sitosterol, asam oleanolat, asam ursolat, skualen, metil 3-etilpropanoat dan asam heksadekanoat metil ester yang berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, antibakteri dan antijamur. Pada kulit batangnya teridentifikasi senyawa asam 3,4,3’-tri-O-metilelagat dan asam galat yang berperan sebagai antioksidan. Bagian buah S. polycephalum mengandung senyawa 1,5-dimethylcitrate dan trimethyl citrate, sedangkan pada bijinya terdapat senyawa methyl ester gallic acid. Berdasarkan hasil temuan tersebut, tumbuhan S. polycephalum mengandung senyawa-senyawa dominan yang berperan penting dalam beberapa aktivitas farmakologi sehingga sangat berpotensi untuk terus ditelusuri dan dikembangkan menjadi salah satu kandidat pilihan pengobatan berbasis bahan alam di masa mendatang.
Universitas Halu Oleo
Title: Ruruhi (Syzygium polycephalum Merr.) : Tinjauan Biologi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi
Description:
Ruruhi (Syzygium polycephalum) merupakan tumbuhan asli wilayah malesia barat dan tengah, termasuk Indonesia.
S.
polycephalum banyak dijumpai di beberapa wilayah seperti Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, digunakan secara turun temurun sebagai pengobatan tradisional beberapa penyakit seperti disentri, hipertensi, antikolesterol, luka dan gatal pada kulit.
Artikel review ini bertujuan membahas secara menyeluruh mengenai tumbuhan S.
polycephalum meliputi kajian biologi (taksonomi, habitat, penyebaran, morfologi), penggunaan tradisional, kandungan fitokimia hingga aktivitas farmakologinya berdasarkan hasil studi literatur dari beberapa hasil penelitian.
Berdasarkan kajian yang dilakukan pada tumbuhan S.
polycephalum menunjukkan keberadaan golongan metabolit sekunder dan berbagai senyawa yang telah berhasil teridentifikasi pada beberapa bagian tumbuhan S.
polycephalum seperti pada daunnya mengandung senyawa β-sitosterol, asam oleanolat, asam ursolat, skualen, metil 3-etilpropanoat dan asam heksadekanoat metil ester yang berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, antibakteri dan antijamur.
Pada kulit batangnya teridentifikasi senyawa asam 3,4,3’-tri-O-metilelagat dan asam galat yang berperan sebagai antioksidan.
Bagian buah S.
polycephalum mengandung senyawa 1,5-dimethylcitrate dan trimethyl citrate, sedangkan pada bijinya terdapat senyawa methyl ester gallic acid.
Berdasarkan hasil temuan tersebut, tumbuhan S.
polycephalum mengandung senyawa-senyawa dominan yang berperan penting dalam beberapa aktivitas farmakologi sehingga sangat berpotensi untuk terus ditelusuri dan dikembangkan menjadi salah satu kandidat pilihan pengobatan berbasis bahan alam di masa mendatang.
Related Results
Perbandingan Efek Anti Kandidiasis dari Beberapa Tanaman Genus Syzygium
Perbandingan Efek Anti Kandidiasis dari Beberapa Tanaman Genus Syzygium
Abstract. Candidiasis is a fungal infection that is opportunistic, meaning that the infection occurs due to a decrease in the immune system. According to WHO (Word Health Organizat...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
ABSTRAK
Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global terutama dinegara berkembang karena dapat menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dalam kurun waktu ...
Effects of
Tanacetum polycephalum
Essential Oil on Depression: Enhancement of Hippocampal Antioxidant Capacity
Effects of
Tanacetum polycephalum
Essential Oil on Depression: Enhancement of Hippocampal Antioxidant Capacity
Background and aims: Depression is a complex, persistent, and debilitating condition that affects individuals worldwide. This study aimed to investigate the antidepressant properti...
LITERATUR REVIEW : SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI ANGGUNI (CHROMOLAENA ODORATA)
LITERATUR REVIEW : SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI ANGGUNI (CHROMOLAENA ODORATA)
Chromolaena odorata merupakan spesies invasif familia Asteraceae yang memiliki potensi signifikan sebagai sumber metabolit bioaktif namun belum terkarakterisasi secara komprehensif...
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Ulva lactuca
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Ulva lactuca
Ulva lactuca adalah salah satu alga laut yang termasuk ke dalam genus Ulva dan keluarga Ulvaceae. Ulva lactuca memiliki komposisi kimia bernilai ekonomis tinggi yang dapat membuka ...
The Literature Review: Taksonomi dan Morfologi Syzygium
The Literature Review: Taksonomi dan Morfologi Syzygium
Syzygium is the largest genus in the myrtle family (Myrtaceae) with about 1200 species. Syzygium ranks 16th out of 57 genera of flowering plants, or even in the top 10. Syzygium is...
Effect of climate change on Clinopodium polycephalum (Vaniot) C. Y. Wu & S. J. Hsuan distribution adopting temporal data, ArcGIS, and the MaxEnt model
Effect of climate change on Clinopodium polycephalum (Vaniot) C. Y. Wu & S. J. Hsuan distribution adopting temporal data, ArcGIS, and the MaxEnt model
Clinopodium polycephalum (Vaniot) C. Y. Wu & S. J. Hsuan, a vital plant in traditional Chinese medicine, has been used for its hemostatic properties since 1220 AD. Despite ...
Review Literatur: Potensi Aktivitas Antidiabetik dan Antioksidan Zyzgium cumini (Jamblang) sebagai Agen Terapi Herbal
Review Literatur: Potensi Aktivitas Antidiabetik dan Antioksidan Zyzgium cumini (Jamblang) sebagai Agen Terapi Herbal
ABSTRACT
Syzygium cumini (Java plum) is a medicinal plant traditionally used in herbal remedies, but its scientific potential as an antidiabetic and antioxidant agent remains unde...

