Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

WUJUD TINDAK TUTUR PADA INTERAKSI PENJUAL DAN PEMBELI DI WARUNG MAKAN

View through CrossRef
Penelitian kualitatif ini mengambil objek penelitian pada interaksi penjual dan pembeli di warung makan dengan tujuan mendeskripsikan komponen tindak tutur dan makna yang terkandung pada interaksi tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik, yaitu, merekam, menyimak dan mencatat, serta mewawancarai pedagang di warung makan. Sumber data primer berupa dialog antara penjual dengan pembeli di sepuluh warung makan terfavorit yang ada di kota Denpasar dan kabupaten Badung dengan intensitas pembeli sangat tinggi, baik saat pagi maupun siang hari. Metode analisis yang digunakan adalah padanan pragmatik. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan kata-kata biasa secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara penjual dan pembeli secara umum mengimplementasikan tindak tutur lokusi, ilokusi serta perlokusi disesuaikan oleh konteks situasi yang mengikuti setiap dialog. Selain itu, makna yang terkandung dalam tuturan penjual terhadap pembeli mengandung makna bertanya, mengkonfirmasi, memberitahu dan menawarkan. Fenomena ini memberikan suatu pemahaman bahwa meskipun tindak tutur di warung makan cenderung menggunakan kalimat pendek, tidak terlalu banyak basa-basi serta tingkat pelayanan yang diberikan sangat terbatas namun interaksi dapat berjalan sampai akhir dialog. Untuk menghindari kegagalan dalam berkomunikasi peserta tutur wajib memiliki background knowledge yang sama.
Title: WUJUD TINDAK TUTUR PADA INTERAKSI PENJUAL DAN PEMBELI DI WARUNG MAKAN
Description:
Penelitian kualitatif ini mengambil objek penelitian pada interaksi penjual dan pembeli di warung makan dengan tujuan mendeskripsikan komponen tindak tutur dan makna yang terkandung pada interaksi tersebut.
Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik, yaitu, merekam, menyimak dan mencatat, serta mewawancarai pedagang di warung makan.
Sumber data primer berupa dialog antara penjual dengan pembeli di sepuluh warung makan terfavorit yang ada di kota Denpasar dan kabupaten Badung dengan intensitas pembeli sangat tinggi, baik saat pagi maupun siang hari.
Metode analisis yang digunakan adalah padanan pragmatik.
Teknik penyajian hasil analisis menggunakan kata-kata biasa secara informal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara penjual dan pembeli secara umum mengimplementasikan tindak tutur lokusi, ilokusi serta perlokusi disesuaikan oleh konteks situasi yang mengikuti setiap dialog.
Selain itu, makna yang terkandung dalam tuturan penjual terhadap pembeli mengandung makna bertanya, mengkonfirmasi, memberitahu dan menawarkan.
Fenomena ini memberikan suatu pemahaman bahwa meskipun tindak tutur di warung makan cenderung menggunakan kalimat pendek, tidak terlalu banyak basa-basi serta tingkat pelayanan yang diberikan sangat terbatas namun interaksi dapat berjalan sampai akhir dialog.
Untuk menghindari kegagalan dalam berkomunikasi peserta tutur wajib memiliki background knowledge yang sama.

Related Results

Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak tutur representatif merupakan tindakan yang menggunakan tuturan guna mengikat mitra tutur pada kebenaran yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ben...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
Repositioning Warung Sindangsari
Repositioning Warung Sindangsari
Abstract. Warung Sindangsari is a rice shop, then Warung Sindangsari was repositioned in 2021 to become a Coffee Shop, of course it is not easy to build an existence in society. Wa...
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penelitian tentang penerapan maksim kesopanan dalam tindak tutur berbahasa In- donesia lisan mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar dilatarbelakangi oleh pentingnya penera...
Tindak Tutur Direktif Percakapan Kaum Priyayi Pada Roman Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Direktif Percakapan Kaum Priyayi Pada Roman Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak tutur merupakan bentuk tuturan yang dimaksudkan untuk memengaruhi mitra tutur agar melakukan suatu tindakan. Artikel ini merinci klasifikasi tindak tutur menurut Austin, yan...
TINDAK TUTUR DAN MAKNA PRAGMATIK DALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR
TINDAK TUTUR DAN MAKNA PRAGMATIK DALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR
Penelitian ini membahas jenis tindak tutur dan makna pragmatik dalam percakapan antar tokoh atau penutur pada novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? Karya Agnes Davonar. Latar belakang pe...
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Tokoh Dilan pada Film Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Tokoh Dilan pada Film Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tindak tutur ilokusi dalam dialog tokoh Dilan pada film Dilan 1990 karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi. Penelitian ini bertujuan untuk men...
Tindak Tutur Direktif Dalam Anime Jujutsu Kaisen Karya Gege Akutami
Tindak Tutur Direktif Dalam Anime Jujutsu Kaisen Karya Gege Akutami
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasidan mengidentifikasikan diri. Tindak tutur ser...

Back to Top