Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bahasa Kethoprak Wahyu Manggolo: Kajian sosiolinguistik

View through CrossRef
The language of Kethoprak Wahyu Manggolo: A sociolinguistic study Kethoprak is a form of traditional Javanese theater that serves not only as entertainment but also as a medium of communication and cultural preservation. This study is motivated by the limited number of works that examine linguistic aspects in kethoprak performances, particularly from a sociolinguistic perspective. It aims to investigate language variation in performances by Kethoprak Wahyu Manggolo through a sociolinguistic approach. The analysis focuses on varieties of Javanese, such as ngoko, krama madya, and krama alus, and on how their use reflects cultural values and social relations within Javanese society. The research employs a qualitative descriptive method, using non-participatory observation of dialogue in performance videos. The findings indicate that language variation is guided not only by linguistic norms, but also functions as a symbol of social status, a vehicle for emotional expression, and a means of conveying moral values and subtle social critique. The speech styles used by characters in the performances mirror a hierarchical social structure, power relations, and the cultural identity of Javanese society. This study underscores the importance of traditional performing arts as a medium for preserving language and local cultural values. Kethoprak merupakan salah satu bentuk teater tradisional Jawa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi dan pelestarian budaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum banyaknya kajian yang menelaah aspek kebahasaan dalam pementasan kethoprak, khususnya dari sudut pandang sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi bahasa dalam pementasan Kethoprak Wahyu Manggolo dengan pendekatan sosiolinguistik. Fokus kajian diarahkan pada bentuk-bentuk ragam bahasa Jawa seperti ngoko, krama madya, dan krama alus, serta bagaimana penggunaan bahasa tersebut mencerminkan nilai budaya dan relasi sosial masyarakat Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi non-partisipatif terhadap dialog dalam video pementasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi bahasa tidak hanya mengikuti norma linguistik, tetapi juga berfungsi sebagai simbol status sosial, alat ekspresi emosi, dan sarana penyampaian nilai moral serta kritik sosial secara halus. Ragam bahasa yang digunakan tokoh-tokoh dalam pementasan mencerminkan struktur sosial yang hierarkis, relasi kekuasaan, dan identitas kultural masyarakat Jawa. Penelitian ini menegaskan pentingnya seni pertunjukan tradisional sebagai media pelestarian bahasa dan nilai budaya lokal.
Title: Bahasa Kethoprak Wahyu Manggolo: Kajian sosiolinguistik
Description:
The language of Kethoprak Wahyu Manggolo: A sociolinguistic study Kethoprak is a form of traditional Javanese theater that serves not only as entertainment but also as a medium of communication and cultural preservation.
This study is motivated by the limited number of works that examine linguistic aspects in kethoprak performances, particularly from a sociolinguistic perspective.
It aims to investigate language variation in performances by Kethoprak Wahyu Manggolo through a sociolinguistic approach.
The analysis focuses on varieties of Javanese, such as ngoko, krama madya, and krama alus, and on how their use reflects cultural values and social relations within Javanese society.
The research employs a qualitative descriptive method, using non-participatory observation of dialogue in performance videos.
The findings indicate that language variation is guided not only by linguistic norms, but also functions as a symbol of social status, a vehicle for emotional expression, and a means of conveying moral values and subtle social critique.
The speech styles used by characters in the performances mirror a hierarchical social structure, power relations, and the cultural identity of Javanese society.
This study underscores the importance of traditional performing arts as a medium for preserving language and local cultural values.
Kethoprak merupakan salah satu bentuk teater tradisional Jawa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi dan pelestarian budaya.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum banyaknya kajian yang menelaah aspek kebahasaan dalam pementasan kethoprak, khususnya dari sudut pandang sosiolinguistik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi bahasa dalam pementasan Kethoprak Wahyu Manggolo dengan pendekatan sosiolinguistik.
Fokus kajian diarahkan pada bentuk-bentuk ragam bahasa Jawa seperti ngoko, krama madya, dan krama alus, serta bagaimana penggunaan bahasa tersebut mencerminkan nilai budaya dan relasi sosial masyarakat Jawa.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi non-partisipatif terhadap dialog dalam video pementasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi bahasa tidak hanya mengikuti norma linguistik, tetapi juga berfungsi sebagai simbol status sosial, alat ekspresi emosi, dan sarana penyampaian nilai moral serta kritik sosial secara halus.
Ragam bahasa yang digunakan tokoh-tokoh dalam pementasan mencerminkan struktur sosial yang hierarkis, relasi kekuasaan, dan identitas kultural masyarakat Jawa.
Penelitian ini menegaskan pentingnya seni pertunjukan tradisional sebagai media pelestarian bahasa dan nilai budaya lokal.

Related Results

SEJARAH PERKEMBANGAN KETHOPRAK SISWO BUDOYO
SEJARAH PERKEMBANGAN KETHOPRAK SISWO BUDOYO
This article describe about history of traditional theatre art. This call Kethoprak Siswo Budoyo. The theatre group of Kethoprak Siswo Budoyo lead by Ki Siswondo who has high actin...
Pakeliran Wayang Babad Lakon Harya Penangsang: dari Kethoprak ke Pakeliran
Pakeliran Wayang Babad Lakon Harya Penangsang: dari Kethoprak ke Pakeliran
AbstractThe work of wayang babad performance Harya Penangsang is aimed at presenting the story of Harya Penangsang which originally came from the kethoprak performance into the way...
BAHASA POLITIK DALAM DEBAT PILKADA 2020 DI KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
BAHASA POLITIK DALAM DEBAT PILKADA 2020 DI KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Bahasa merupakan media komunikasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud penutur kepada mitratuturnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan permainan bahasa p...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
RAGAM BAHASA DI KECAMATAN PAKISJAYA KABUPATEN KARAWANG (Kajian Sosiolinguistik)
RAGAM BAHASA DI KECAMATAN PAKISJAYA KABUPATEN KARAWANG (Kajian Sosiolinguistik)
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi adanya ragam bahasa yang hidup di masyarakat Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang. Pakisjaya berada di perbatasan antara Kabupaten Bekasi d...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik sepertiĀ ...
Bahasa Slang dalam Status Facebook: Kajian Sosiolinguistik
Bahasa Slang dalam Status Facebook: Kajian Sosiolinguistik
Penelitian dengan judul Bahasa Slang dalam Status Facebook: Kajian Sosiolinguistik bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk lingual bahasa slang dalam status facebook: kajian sos...
Dimensi Masalah Sosiolinguistik
Dimensi Masalah Sosiolinguistik
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Fungsi u...

Back to Top