Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO

View through CrossRef
Tanah lempung ekspansif   merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi.  Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan stabilisasi tanah. Pada penelitian ini digunakan sampel tanah lempung Bobonaro yang distabilisasi menggunakan kapur, fly ash dan bottom ash dengan tujuan mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik dan mekanik subgrade jalan khususnya kepadatan tanah, daya dukung tanah, potensi pengembangan dan tekanan pengembangan tanah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental. Tanah asli (TA) dicampurkan dengan 5% kapur, 20% bottom ash dan fly ash dengan variasi 10% (V1), 20% (V2), dan 30% (V3) terhadap berat kering tanah. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik tanah dan mekanik tanah yakni uji pemadatan standar proctor, potensi pengembangan tanah dengan tekanan 6,9 kPa menggunakan alat oedometer, uji tekanan pengembangan tanah, dan uji CBR dengan perlakuan pemeraman  7  hari pada  tanah  yang  distabilisasi. Hasil pengujian  menunjukkan  berdasarkan  sistem klasifikasi AASHTO, tanah lempung Bobonaro termasuk kelompok A-7-6 (48) yang dikategorikan jelek sebagai subgrade. Setelah penambahan bahan stabilisasi menunjukkan, nilai berat jenis, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, kadar air optimum, potensi dan tekanan pengembangan tanah mengalami penurunan. Sedangkan nilai batas susut dan berat volume kering tanah mengalami peningkatan. Pada pengujian CBR tanah yang distabilisasi pada variasi 2 dan variasi 3 memenuhi syarat sebagai subgrade jalan berdasarkan SNI 03-1732-1989. Berdasarkan hasil pengujian, penambahan bahan stabilisasi kapur, fly ash dan bottom ash dapat memperbaiki subgrade jalan, sehingga kerusakan jalan yang terjadi dapat diminimalisir.
Title: PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Description:
Tanah lempung ekspansif   merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi.
 Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan stabilisasi tanah.
Pada penelitian ini digunakan sampel tanah lempung Bobonaro yang distabilisasi menggunakan kapur, fly ash dan bottom ash dengan tujuan mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik dan mekanik subgrade jalan khususnya kepadatan tanah, daya dukung tanah, potensi pengembangan dan tekanan pengembangan tanah.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental.
Tanah asli (TA) dicampurkan dengan 5% kapur, 20% bottom ash dan fly ash dengan variasi 10% (V1), 20% (V2), dan 30% (V3) terhadap berat kering tanah.
Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik tanah dan mekanik tanah yakni uji pemadatan standar proctor, potensi pengembangan tanah dengan tekanan 6,9 kPa menggunakan alat oedometer, uji tekanan pengembangan tanah, dan uji CBR dengan perlakuan pemeraman  7  hari pada  tanah  yang  distabilisasi.
Hasil pengujian  menunjukkan  berdasarkan  sistem klasifikasi AASHTO, tanah lempung Bobonaro termasuk kelompok A-7-6 (48) yang dikategorikan jelek sebagai subgrade.
Setelah penambahan bahan stabilisasi menunjukkan, nilai berat jenis, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, kadar air optimum, potensi dan tekanan pengembangan tanah mengalami penurunan.
Sedangkan nilai batas susut dan berat volume kering tanah mengalami peningkatan.
Pada pengujian CBR tanah yang distabilisasi pada variasi 2 dan variasi 3 memenuhi syarat sebagai subgrade jalan berdasarkan SNI 03-1732-1989.
Berdasarkan hasil pengujian, penambahan bahan stabilisasi kapur, fly ash dan bottom ash dapat memperbaiki subgrade jalan, sehingga kerusakan jalan yang terjadi dapat diminimalisir.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
The behavior of the Perbaungan railway subgrade
The behavior of the Perbaungan railway subgrade
Railway subgrade is a layer consisting of soil material which can be in the form of natural soil, repaired material, and in the form of embankment of selected soil material that me...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
PENYELIDIKAN TANAH BUKIT KAPUR, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI
PENYELIDIKAN TANAH BUKIT KAPUR, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI
Daerah Kuta selatan meliputi enam desa yaitu Benoa, Jimbaran, Kutuh, Pecatu, Tanjung Benoa, Ungasan. Daerah kecamatan kuta selatan, badung ini secara umum merupakan bukit kap...

Back to Top