Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI AWAL PENGEMBANGAN METODE PERAWATAN BETON DENGAN METODE BIOMINERALISASI : LITERATURE REVIEW

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan referensi inovasi penggunaan bakteri dalam masa perawatan beton. Inovasi pada material beton dengan metode self-healing memungkinkan beton untuk memperbaiki retakan pada beton dengan menggunakan agen berupa bakteri. Dari beberapa percobaan yang pernah dilakukan, pengguanaan bakteri pada mortar dan beton meningkatkan kuat tekan beton pada masa perawatan beton 28 hari. Penggunaan bakteri pada beton self-healing dengan cara menambahkan bakteri dalam air yang digunakan pada saat pencampuran beton. Penelitian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada literatur tentang penelitian beton self-healing. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu dimulai dengan identifikasi awal, pemilihan jurnal yang sesuai, analisis metode dan penentuan metode yang dapat diterapkan dalam perawatan beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembuatan beton self-healing dilakukan dengan cara mencampur agen self-healing dalam air dan dicampurkan ke dalam beton atau dengan menjadikan agen self-healing sebagai bahan tambah dalam pencampuran beton dengan variasi spesis bakteri dan proporsi pencampuran. Penelitian ini membuka jalan agar dilakukan penelitian mengenai metode perawatan beton menggunakan bakteri serta pengujian terhadap interaksi bakteri dan serat sebagai bahan tambah dalam upaya peningkatan kuat tekan beton.
Title: STUDI AWAL PENGEMBANGAN METODE PERAWATAN BETON DENGAN METODE BIOMINERALISASI : LITERATURE REVIEW
Description:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan referensi inovasi penggunaan bakteri dalam masa perawatan beton.
Inovasi pada material beton dengan metode self-healing memungkinkan beton untuk memperbaiki retakan pada beton dengan menggunakan agen berupa bakteri.
Dari beberapa percobaan yang pernah dilakukan, pengguanaan bakteri pada mortar dan beton meningkatkan kuat tekan beton pada masa perawatan beton 28 hari.
Penggunaan bakteri pada beton self-healing dengan cara menambahkan bakteri dalam air yang digunakan pada saat pencampuran beton.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada literatur tentang penelitian beton self-healing.
Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu dimulai dengan identifikasi awal, pemilihan jurnal yang sesuai, analisis metode dan penentuan metode yang dapat diterapkan dalam perawatan beton.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pembuatan beton self-healing dilakukan dengan cara mencampur agen self-healing dalam air dan dicampurkan ke dalam beton atau dengan menjadikan agen self-healing sebagai bahan tambah dalam pencampuran beton dengan variasi spesis bakteri dan proporsi pencampuran.
Penelitian ini membuka jalan agar dilakukan penelitian mengenai metode perawatan beton menggunakan bakteri serta pengujian terhadap interaksi bakteri dan serat sebagai bahan tambah dalam upaya peningkatan kuat tekan beton.

Related Results

Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Sampah merupakan salah satu pencemaran yang sangat umum ditemui pada saat ini. Hal ini disebabkan konsumsi plastik yang setiap tahunnya terus meningkat, salah satu jenis sampah pla...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...
EFEK PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER
EFEK PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER
Geopolymer concrete is a kind of concrete that does not use portland cement as binder but utilizes natural material that contents silica as fly ash, rice husk ash, etcetera.The use...
Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete)
Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete)
ABSTRACT According to ACI 522R-10, Larvious Concrete, or Pervious Concrete is defined as concrete that has a slump value almost close to zero, which is formed from Portland cement,...
PENGARUH NILAI KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN KATALIS DAN NON KATALIS
PENGARUH NILAI KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN KATALIS DAN NON KATALIS
Beton merupakan campuran material yang terdiri dari semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Beton sendiri harus memenuhi persyaratan karena sifat beton sendiri akan mengalami ...
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
Dalam dunia konstruksi, beton merupakan salah satu komponen struktur yang paling sering digunakan sampai saat ini, baik untuk bangunan gedung, jembatan maupun dermaga. Beton merupa...

Back to Top