Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Kekerabatan Fenetik Sembilan Spesies Anggota Myrtaceae Berdasarkan Morfologi dan Karakter Anatomis Daun
View through CrossRef
Myrtaceae merupakan famili yang dikenal memiliki ciri khas mengandung minyak atsiri yang antara lain bermanfaat sebagai antiinflamasi dan antibakteri. Myrtaceae yang ditemukan di Indonesia diketahui memiliki lebih dari 30 genera dengan variasi morfologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekerabatan fenetik sembilan spesies berdasarkan karakter morfologis dan anatomis daun. Analisis hubungan kekerabatan fenetik dilakukan berdasarkan morfologis dan karakter anatomis daun. Sampel tanaman dikumpulkan dari daerah Hutan Wanagama dan Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sembilan spesies yang diteliti tergolong dalam genus Eucalyptus, Syzygium, Eugenia, Psidium, dan Melaleuca. Analisis kekerabatan fenetik dilakukan dengan analisis klaster terhadap 30 karakter morfologis dan anatomis daun menggunakan jarak Euclidean dan metode klastering UPGMA. Hasil analisis menunjukkan terbentuk dua klaster. Klaster pertama terdiri atas spesies dari genus Eucalyptus, sedangkan klaster kedua terdiri atas spesies dari genus Syzygium, Eugenia, Psidium, dan Melaleuca. Hasil analisis komponen utama menunjukkan karakter permukaan batang, tipe kristal kalsium oksalat, dan bentuk ujung daun adalah yang berperan besar dalam pengelompokkan spesies dan genera. Hasil penelitian ini menegaskan peran karakter morfologis dan anatomis sebagai bukti taksonomi untuk klasifikasi spesies dan genus dalam famili Myrtaceae.
Title: Hubungan Kekerabatan Fenetik Sembilan Spesies Anggota Myrtaceae Berdasarkan Morfologi dan Karakter Anatomis Daun
Description:
Myrtaceae merupakan famili yang dikenal memiliki ciri khas mengandung minyak atsiri yang antara lain bermanfaat sebagai antiinflamasi dan antibakteri.
Myrtaceae yang ditemukan di Indonesia diketahui memiliki lebih dari 30 genera dengan variasi morfologis yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kekerabatan fenetik sembilan spesies berdasarkan karakter morfologis dan anatomis daun.
Analisis hubungan kekerabatan fenetik dilakukan berdasarkan morfologis dan karakter anatomis daun.
Sampel tanaman dikumpulkan dari daerah Hutan Wanagama dan Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sembilan spesies yang diteliti tergolong dalam genus Eucalyptus, Syzygium, Eugenia, Psidium, dan Melaleuca.
Analisis kekerabatan fenetik dilakukan dengan analisis klaster terhadap 30 karakter morfologis dan anatomis daun menggunakan jarak Euclidean dan metode klastering UPGMA.
Hasil analisis menunjukkan terbentuk dua klaster.
Klaster pertama terdiri atas spesies dari genus Eucalyptus, sedangkan klaster kedua terdiri atas spesies dari genus Syzygium, Eugenia, Psidium, dan Melaleuca.
Hasil analisis komponen utama menunjukkan karakter permukaan batang, tipe kristal kalsium oksalat, dan bentuk ujung daun adalah yang berperan besar dalam pengelompokkan spesies dan genera.
Hasil penelitian ini menegaskan peran karakter morfologis dan anatomis sebagai bukti taksonomi untuk klasifikasi spesies dan genus dalam famili Myrtaceae.
.
Related Results
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
The freshwaters of Sulawesi are the habitat of numerous endemic Indonesian ichthyofauna that are not found anywhere else in the world. About 68 endemic fish species described from ...
ANALISIS FENETIK LIMA JENIS MANGGA LOKAL KALIMANTAN SELATAN BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI
ANALISIS FENETIK LIMA JENIS MANGGA LOKAL KALIMANTAN SELATAN BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI
Siti Fadhila & Gunawan 2024. Analisis fenetik lima jenis mangga lokal Kalimantan Selatan berdasarkan Penanda Morfologi. Floribunda 7(4): 143–152 — Genus Mangifera memiliki juml...
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
KEKERABATAN BAHASA OGAN DAN BAHASA JAWA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA OGAN DAN BAHASA JAWA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Kekerabatan bahasa berkaitan dengan konsep hubungan atau persamaan antara bahasa-bahasa yang berbeda. Kekerabatan bahasa sering kali diidentifikasi melalui kesamaan struktur tata b...
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
Komunitas plankton memiliki peran penting pada proses rantai makanan, siklus nutrien dan proses suksesi awal wet dune slacks. Kawasan wet dune slacks merupakan cekungan yang berada...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Analisis Karakter Pertumbuhan 16 Klon Teh Tipe Assamica (Camellia sinensis var. Assamica) pada Fase Pembibitan
Analisis Karakter Pertumbuhan 16 Klon Teh Tipe Assamica (Camellia sinensis var. Assamica) pada Fase Pembibitan
Fase pembibitan merupakan fase krusial dalam produksi teh skala besar. Pada fase ini, diperlukan analisis karakter untuk dapat mengembangkan klon yang akan ditanam di kebun dalam j...

