Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEKERABATAN BAHASA OGAN DAN BAHASA JAWA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF

View through CrossRef
Kekerabatan bahasa berkaitan dengan konsep hubungan atau persamaan antara bahasa-bahasa yang berbeda. Kekerabatan bahasa sering kali diidentifikasi melalui kesamaan struktur tata bahasa, kosakata, atau fonologi antara dua bahasa. Dalam penelitian ini kekerabatan bahasa yang diukur adalah bahasa Ogan dan bahasa Jawa. Penelitian yang digunakan untuk mengetahui kekerabatan bahasa Ogan dan bahasa Jawa dengan metode deskriptif kualitiatif dengan teknik baca dan catat serta metode kuantitatif dengan teknik leksikostatistik. Untuk mengetahui kekerabatan antar bahasa perlu dilakukan klasifikasi pasangan identik, korespondensi fonemis, korespondensi fonetis, dan pasangan beda satu fonem sehingga akan diperoleh presentase kekerabatan bahasa keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kekerabatan antara kedua bahasa serta membantu mengetahui pemetaan hubungan kebahasaan seiring perubahan waktu. Hasil penelitian antara kekerabatan Bahasa Ogan dan Bahasa Jawa berdasarkan 200 daftar kosakata yang dikumpulkan didapatkan bahwa keduanya memiliki presentase kekerabatan sebesar 0.18%. Data tersebut merupakan hasil klasifikasi kekerabatan pasangan identik yang memiliki kesamaan 10 kosakata, kesamaan pasangan korespondensi fonemis sebanyak 14 kosakata, kesamaan pasangan korespondensi sebanyak 11 kosakata, dan pasangan beda satu fonem sebanyak satu. Kecilnya kekerabatan Bahasa tersebut dapat dipengaruhi salah satunya adalah pada letak geografis yang berbeda.AbstractLanguage kinship relates to the concept of relationships or similarities between different languages. Language kinship is often identified through similarities in grammatical structure, vocabulary, or phonology between two languages. In this study, the language relationships measured were Ogan and Javanese. The research used to determine the relationship between the Ogan language and the Javanese language uses a qualitative descriptive method using reading and note-taking techniques and a quantitative method using lexicostatistical techniques. To determine the relationship between languages, it is necessary to classify identical pairs, phonemic correspondence, phonetic correspondence, and pairs that differ by one phoneme so that a percentage of the relationship between the two languages can be obtained. The aim of this research is to determine the percentage of relationship between the two languages and to help determine the mapping of linguistic relationships over time. The results of research between the kinship of Ogan and Javanese based on 200 vocabulary lists collected showed that the two had a kinship percentage of 0.18%. This data is the result of kinship classification of identical pairs that have 10 vocabularies in common, 14 vocabularies in phonemic correspondence pairs, 11 vocabularies in common in correspondence pairs, and pairs that differ by one phoneme. The small relationship between these languages can be influenced, among other things, by different geographical locations.
Title: KEKERABATAN BAHASA OGAN DAN BAHASA JAWA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Description:
Kekerabatan bahasa berkaitan dengan konsep hubungan atau persamaan antara bahasa-bahasa yang berbeda.
Kekerabatan bahasa sering kali diidentifikasi melalui kesamaan struktur tata bahasa, kosakata, atau fonologi antara dua bahasa.
Dalam penelitian ini kekerabatan bahasa yang diukur adalah bahasa Ogan dan bahasa Jawa.
Penelitian yang digunakan untuk mengetahui kekerabatan bahasa Ogan dan bahasa Jawa dengan metode deskriptif kualitiatif dengan teknik baca dan catat serta metode kuantitatif dengan teknik leksikostatistik.
Untuk mengetahui kekerabatan antar bahasa perlu dilakukan klasifikasi pasangan identik, korespondensi fonemis, korespondensi fonetis, dan pasangan beda satu fonem sehingga akan diperoleh presentase kekerabatan bahasa keduanya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kekerabatan antara kedua bahasa serta membantu mengetahui pemetaan hubungan kebahasaan seiring perubahan waktu.
Hasil penelitian antara kekerabatan Bahasa Ogan dan Bahasa Jawa berdasarkan 200 daftar kosakata yang dikumpulkan didapatkan bahwa keduanya memiliki presentase kekerabatan sebesar 0.
18%.
Data tersebut merupakan hasil klasifikasi kekerabatan pasangan identik yang memiliki kesamaan 10 kosakata, kesamaan pasangan korespondensi fonemis sebanyak 14 kosakata, kesamaan pasangan korespondensi sebanyak 11 kosakata, dan pasangan beda satu fonem sebanyak satu.
Kecilnya kekerabatan Bahasa tersebut dapat dipengaruhi salah satunya adalah pada letak geografis yang berbeda.
AbstractLanguage kinship relates to the concept of relationships or similarities between different languages.
Language kinship is often identified through similarities in grammatical structure, vocabulary, or phonology between two languages.
In this study, the language relationships measured were Ogan and Javanese.
The research used to determine the relationship between the Ogan language and the Javanese language uses a qualitative descriptive method using reading and note-taking techniques and a quantitative method using lexicostatistical techniques.
To determine the relationship between languages, it is necessary to classify identical pairs, phonemic correspondence, phonetic correspondence, and pairs that differ by one phoneme so that a percentage of the relationship between the two languages can be obtained.
The aim of this research is to determine the percentage of relationship between the two languages and to help determine the mapping of linguistic relationships over time.
The results of research between the kinship of Ogan and Javanese based on 200 vocabulary lists collected showed that the two had a kinship percentage of 0.
18%.
This data is the result of kinship classification of identical pairs that have 10 vocabularies in common, 14 vocabularies in phonemic correspondence pairs, 11 vocabularies in common in correspondence pairs, and pairs that differ by one phoneme.
The small relationship between these languages can be influenced, among other things, by different geographical locations.

Related Results

KEKERABATAN BAHASA JAWA, BALI DAN BIMA: PERSPEKTIF LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA JAWA, BALI DAN BIMA: PERSPEKTIF LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Penelitian ini bertujuan menemukan hubungan kekerabatan antara Bahasa Jawa, Bali, dan Bima. Data diperoleh dari informan dan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan wawancara. P...
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA
Di Jawa Timur berkembang dua bahasa besar yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Walaupun sebagai dua bahasa yang berbeda, namun kedua bahasa tersebut memiliki hubungan kekerabatan. ...
TINGKAT KEKERABATAN BAHASA MANDAILING, BAHASA JAWA, DAN BAHASA ACEH
TINGKAT KEKERABATAN BAHASA MANDAILING, BAHASA JAWA, DAN BAHASA ACEH
Kajian kekerabatan bahasa dibahas dalam Linguistik Historis Komparatif. Dalam Linguistik Historis Komparatif, bahasa-bahasa dibandingkan satu dengan yang lain guna mengetahui tingk...
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola, dengan melakukan perbandingan antara Bahasa Batak An...
Kekerabatan Bahasa Sumbawa dan Bahasa Madura: Kajian Linguistik Historis Komparatif
Kekerabatan Bahasa Sumbawa dan Bahasa Madura: Kajian Linguistik Historis Komparatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kekerabatan bahasa Sumbawa dan bahasa Madura dengan tiga fokus utama, yaitu 1) mengidentifikasi korespondensi bunyi antara bahasa S...
Hubungan Kekerabatan Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda
Hubungan Kekerabatan Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda
Penelitian ini mengkaji hubungan kekerabatan bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Hubungan tersebut diidentifikasi dengan pendekatan campuran. Data yang diperiksa berupa dua ratus kosakat...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN BAHASA ACEH DALAM TUTURAN MASYARAKAT KABUPATEN ACEH UTARA
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN BAHASA ACEH DALAM TUTURAN MASYARAKAT KABUPATEN ACEH UTARA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk sapaan kekerabatan bahasa Aceh dalam tuturan masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan (2) penggunaan sapaan kekerabatan...

Back to Top