Javascript must be enabled to continue!
Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Bangunan SMAK Syuradikara Ende
View through CrossRef
Bangunan kolonial di Indonesia merupakan fenomena yang unik, percampuran budaya antara penjajah dan budaya Indonesia yang tidak terdapat ditempat lain serta disesuaikan dengan kondisi iklimnya yaitu iklim tropis lembab. Kota Ende pada masa lalu menjadi salah satu daerah tujuan para pedagang dan pelayar dari Jawa, Makassar, dan Ternate. Karena menjadi salah satu titik transit para pedagang maka sejarah keagamaan dan kepentingan-kepentingan Kolonialisme bermain di daerah-daerah pelabuhan di Kota Ende. Bangunan bernilai sejarah yang masih bertahan dan memiliki ciri arsitektur kolonial di Kota Ende, salah satunya adalah bangunan Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Syuradikara, yang keberadaannya tanpa disadari beradaptasi dengan iklim tropis. Untuk mengetahui sejauh mana kondisi iklim tropis (pendekatan arsitektur tropis) dapat mempengaruhi desain bangunan SMAK Syuradikara di Kota Ende, maka penulis melakukan kajian. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan terhadap iklim tropis yang dikaji meliputi orientasi bangunan, bukaan dan material yang digunakan. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menguraikan elemen desain bangunan SMAK Syuradikara yang berkaitan erat dengan iklim tropis. Dalam melakukan kajian ini pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, survey, observasi dan studi literatur. Dari hasil kajian ditemukan bahwa orientasi bangunan secara keseluruhan menghadap dan memanjang kearah utara dan selatan. Permukaan bangunan yang menghadap arah datang dan terbenam matahari hanya sedikit yang menerima panas matahari. Aliran angin di sekitar bangunan datang dari arah timur dan barat dan ruangan yang mendapatkan aliran angin yang baik adalah ruang kelas. Orientasi peletakan jendela lebih dominan menghadap ke arah utara dan selatan. Keberadaan teras disepanjang bangunan untuk mengantisipasi sinar matahari langsung yang mengenai dinding bangunan, serta hempasan dari air hujan. Material lantai dari keramik dan tegel yang belum dipoles dengan permukaan sedikit kasar sehingga menyerap panas, ruangan cenderung lebih dingin. Dinding bangunan terbuat dari susunan bata yang diplester, tebal dinding antara 30 sampai 40 centimeter, sehingga dapat mereduksi udara panas yang ada dalam ruangan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Flores
Title: Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Bangunan SMAK Syuradikara Ende
Description:
Bangunan kolonial di Indonesia merupakan fenomena yang unik, percampuran budaya antara penjajah dan budaya Indonesia yang tidak terdapat ditempat lain serta disesuaikan dengan kondisi iklimnya yaitu iklim tropis lembab.
Kota Ende pada masa lalu menjadi salah satu daerah tujuan para pedagang dan pelayar dari Jawa, Makassar, dan Ternate.
Karena menjadi salah satu titik transit para pedagang maka sejarah keagamaan dan kepentingan-kepentingan Kolonialisme bermain di daerah-daerah pelabuhan di Kota Ende.
Bangunan bernilai sejarah yang masih bertahan dan memiliki ciri arsitektur kolonial di Kota Ende, salah satunya adalah bangunan Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Syuradikara, yang keberadaannya tanpa disadari beradaptasi dengan iklim tropis.
Untuk mengetahui sejauh mana kondisi iklim tropis (pendekatan arsitektur tropis) dapat mempengaruhi desain bangunan SMAK Syuradikara di Kota Ende, maka penulis melakukan kajian.
Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Pendekatan terhadap iklim tropis yang dikaji meliputi orientasi bangunan, bukaan dan material yang digunakan.
Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menguraikan elemen desain bangunan SMAK Syuradikara yang berkaitan erat dengan iklim tropis.
Dalam melakukan kajian ini pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, survey, observasi dan studi literatur.
Dari hasil kajian ditemukan bahwa orientasi bangunan secara keseluruhan menghadap dan memanjang kearah utara dan selatan.
Permukaan bangunan yang menghadap arah datang dan terbenam matahari hanya sedikit yang menerima panas matahari.
Aliran angin di sekitar bangunan datang dari arah timur dan barat dan ruangan yang mendapatkan aliran angin yang baik adalah ruang kelas.
Orientasi peletakan jendela lebih dominan menghadap ke arah utara dan selatan.
Keberadaan teras disepanjang bangunan untuk mengantisipasi sinar matahari langsung yang mengenai dinding bangunan, serta hempasan dari air hujan.
Material lantai dari keramik dan tegel yang belum dipoles dengan permukaan sedikit kasar sehingga menyerap panas, ruangan cenderung lebih dingin.
Dinding bangunan terbuat dari susunan bata yang diplester, tebal dinding antara 30 sampai 40 centimeter, sehingga dapat mereduksi udara panas yang ada dalam ruangan.
Related Results
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE
Arsitektur modern merupaka arsitektur yang muncul di Inggris saat revolusi industri pada abad ke-19 dan arsitektur modern muncul karena adanya kebosanan terhadap bentuk arsitektur ...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM (STUDI KASUS: MERCEDES-BENZ MUSEUM DI STUTTGART)
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM (STUDI KASUS: MERCEDES-BENZ MUSEUM DI STUTTGART)
Penelitian ini membahas implementasi arsitektur futuristik, khususnya neo-futurisme, pada bangunan museum dengan studi kasus pada Mercedes-Benz Museum di Stuttgart, Jerman. Latar b...
Penerapan Arsitektur Tropis Pada Perancangan Yoga Retreat Center di Ubud
Penerapan Arsitektur Tropis Pada Perancangan Yoga Retreat Center di Ubud
Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis karena letak geografisnya yang berada di garis katulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh 2 musim, yaitu mus...
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA SURABAYA KRIYA GALERI
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA SURABAYA KRIYA GALERI
Bangunan sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan bangunan yang berfungsi sebagai wadah bagi pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Tujuan dari ...
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
Peningkatan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalamsuatu organisasi bertujuan untuk meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Dalam era globalisasi, pendidikan ...
FILSAFAT ILMU ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA PADA BANGUNAN SOBOKARTTI SEMARANG
FILSAFAT ILMU ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA PADA BANGUNAN SOBOKARTTI SEMARANG
Banyak ragam bangunan arsitektur di Indonesia yang disebabkan oleh berbagai macam suku, adat, budaya, agama, sejarah, filsafat ilmu masing-masing daerah. Jaman penjajahan di Indone...

