Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGUJIAN MUTU SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK DAN MIKROSKOPIK DI CV. MILKINDO BERKA ABADI

View through CrossRef
Milk quality testing is a crucial aspect in the dairy industry, conducted through two main approaches: enzymatic testing, specifically the reduction power test, and microscopic examination. Enzymatic testing is used to estimate the bacterial count in milk, which affects the milk's quality and reduction power. The microscopic approach highlights the biological structure of fresh milk that influences its quality. The aim of this research is to assess milk quality by estimating the bacterial count and understanding the biological structure of milk. The research method employed is descriptive qualitative research, which allows for understanding and describing phenomena without quantitative measurements. The results of enzymatic testing using 1% methylene blue showed that the blue color reduction time reached ≥8 hours, with the bacterial count in milk exceeding 500,000 CFU. Meanwhile, microscopic examination of milk structure revealed images of fat and casein structures in milk. Milk globules affect the physical and organoleptic properties of milk and play a role in cream formation and milk emulsion properties. On the other hand, casein is the main component of milk solids. The microscopic structure of casein, or casein microcomplexes, is an indicator of fresh milk quality. Enzymatic testing results indicate good milk quality or within safe consumption limits. Milk is considered of good quality (grade I) if the blue color disappears within 8 hours or more ≥8; <5×10⁵ CFU. Keywords: Casein, Enzymatic, Enzyme Activity, Fat, Methylene Blue, Microscopy. ABSTRAKPengujian mutu susu menjadi aspek penting dalam industri susu yang dilakukan melalui dua pendekatan utama yaitu pengujian enzimatik, khususnya uji daya reduksi dan mikroskopik. Pengujian enzimatik digunakan untuk memperkirakan  jumlah  bakteri  dalam susu,  yang  mempengaruhi  mutu  dan  daya  reduksi susu  Pendekatan mikroskopik menyoroti struktur biologis susu segar yang mempengaruhi kualitasnya.. Tujuan penelitian adalah menilai mutu susu melalui perkiraan jumlah bakteri dan memahami struktur biologis susu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang memungkinkan pemahaman dan deskripsi fenomena tanpa pengukuran kuantitatif. Hasilnya pengujian enzimatis menggunakan metil biru 1%, lamanya warna biru tereduksi mencapai ≥8 jam, dengan jumlah bakteri dalam susu >500.000 CFU. Sedangkan pengujian mikroskopis tentang struktur susu diperoleh gambar struktur lemak dan kasein pada susu. Globula susu memengaruhi sifat fisik dan organoleptik susu serta berperan dalam pembentukan krim dan sifat emulsi susu. Di sisi lain, kasein menjadi komponen utama padatan susu. Struktur mikroskopis kasein, atau mikrokompleks kasein, adalah indikator kualitas susu segar. Hasil pengujian secara enzimatis menggambarkan kualitas susu yang baik atau dalam batas yang aman untuk dikonsumsi. Susu dikatakan baik (mutu I) jika warna biru hilang dalam waktu 8 jam atau lebih ≥8; <5×10⁵ CFU. Kata kunci : Enzimatik, Kasein, Lemak, Metil biru, Mikroskopis.
Title: PENGUJIAN MUTU SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK DAN MIKROSKOPIK DI CV. MILKINDO BERKA ABADI
Description:
Milk quality testing is a crucial aspect in the dairy industry, conducted through two main approaches: enzymatic testing, specifically the reduction power test, and microscopic examination.
Enzymatic testing is used to estimate the bacterial count in milk, which affects the milk's quality and reduction power.
The microscopic approach highlights the biological structure of fresh milk that influences its quality.
The aim of this research is to assess milk quality by estimating the bacterial count and understanding the biological structure of milk.
The research method employed is descriptive qualitative research, which allows for understanding and describing phenomena without quantitative measurements.
The results of enzymatic testing using 1% methylene blue showed that the blue color reduction time reached ≥8 hours, with the bacterial count in milk exceeding 500,000 CFU.
Meanwhile, microscopic examination of milk structure revealed images of fat and casein structures in milk.
Milk globules affect the physical and organoleptic properties of milk and play a role in cream formation and milk emulsion properties.
On the other hand, casein is the main component of milk solids.
 The microscopic structure of casein, or casein microcomplexes, is an indicator of fresh milk quality.
Enzymatic testing results indicate good milk quality or within safe consumption limits.
Milk is considered of good quality (grade I) if the blue color disappears within 8 hours or more ≥8; <5×10⁵ CFU.
 Keywords: Casein, Enzymatic, Enzyme Activity, Fat, Methylene Blue, Microscopy.
 ABSTRAKPengujian mutu susu menjadi aspek penting dalam industri susu yang dilakukan melalui dua pendekatan utama yaitu pengujian enzimatik, khususnya uji daya reduksi dan mikroskopik.
Pengujian enzimatik digunakan untuk memperkirakan  jumlah  bakteri  dalam susu,  yang  mempengaruhi  mutu  dan  daya  reduksi susu  Pendekatan mikroskopik menyoroti struktur biologis susu segar yang mempengaruhi kualitasnya.
Tujuan penelitian adalah menilai mutu susu melalui perkiraan jumlah bakteri dan memahami struktur biologis susu.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang memungkinkan pemahaman dan deskripsi fenomena tanpa pengukuran kuantitatif.
Hasilnya pengujian enzimatis menggunakan metil biru 1%, lamanya warna biru tereduksi mencapai ≥8 jam, dengan jumlah bakteri dalam susu >500.
000 CFU.
Sedangkan pengujian mikroskopis tentang struktur susu diperoleh gambar struktur lemak dan kasein pada susu.
Globula susu memengaruhi sifat fisik dan organoleptik susu serta berperan dalam pembentukan krim dan sifat emulsi susu.
Di sisi lain, kasein menjadi komponen utama padatan susu.
Struktur mikroskopis kasein, atau mikrokompleks kasein, adalah indikator kualitas susu segar.
Hasil pengujian secara enzimatis menggambarkan kualitas susu yang baik atau dalam batas yang aman untuk dikonsumsi.
Susu dikatakan baik (mutu I) jika warna biru hilang dalam waktu 8 jam atau lebih ≥8; <5×10⁵ CFU.
 Kata kunci : Enzimatik, Kasein, Lemak, Metil biru, Mikroskopis.

Related Results

Pengukuran Produktivits Sapi Perah Menggunakan Test Interval
Pengukuran Produktivits Sapi Perah Menggunakan Test Interval
ABSTRAKMutu genetik ternak tidak tampak dari luar, yang tampak dan dapat diukur adalah performan atau produksinya oleh karena itu catatat produksi diperlukan sebagai media untuk me...
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Latar Belakang. Kefir merupakan produk susu fermentasi dari Kaukasus. Komposisinya didominasi oleh bakteri asam laktat (BAL) dan zat metabolit sekunder yang dihasilkannya seperti b...
Pengolahan Susu Sapi menjadi Susu Pasteurisasi untuk Meningkatkan Nilai Susu dan Daya Jual
Pengolahan Susu Sapi menjadi Susu Pasteurisasi untuk Meningkatkan Nilai Susu dan Daya Jual
Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi yang diperoleh dari hasil pemerahan hewan seperti sapi, Kerbau, Kuda, Kambing dan Unta.Susu sapi mudah rusak bila penanganann...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
Penyebaran Budaya Tionghoa melalui Akun Instagram @Peranakan.Story
Penyebaran Budaya Tionghoa melalui Akun Instagram @Peranakan.Story
The development of digital communication technology, which facilitates easy access to information, has led to the erosion of past cultural preservation. One such culture in Indones...
Perbandingan Karakteristik Fisik dan Sensoris Es Krim Berbasis Susu Rendah Laktosa, Susu UHT, dan Susu Kedelai
Perbandingan Karakteristik Fisik dan Sensoris Es Krim Berbasis Susu Rendah Laktosa, Susu UHT, dan Susu Kedelai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis susu sebagai bahan baku utama pada pembuatan es krim terhadap karakteristik fisik dan sensori. Metode y...
Perbandingan Kualitas Organoleptik dan Mikrobiologi Daging Sapi Betina Peranakan Ongole dan Betina Bali Afkir
Perbandingan Kualitas Organoleptik dan Mikrobiologi Daging Sapi Betina Peranakan Ongole dan Betina Bali Afkir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan mikrobiologi daging sapi betina peranakan ongole afkir dan betina bali afkir berumur 6 tahun yang diambil dari o...
Pakan dari Kotoran Sapi Terfermentasi pada Performa Ayam Kampung Unggul
Pakan dari Kotoran Sapi Terfermentasi pada Performa Ayam Kampung Unggul
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran sapi terfermentasi terhadap performa ayam kampung unggul balitbangtan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Ra...

Back to Top