Javascript must be enabled to continue!
Inventarisasi Jenis Tumbuhan untuk Pengobatan Tradisional Bakera Bagi Kaum Perempuan setelah Melahirkan di Desa Sea Mitra Pineleng Minahasa Sulawesi Utara
View through CrossRef
Bakera traditional medicine is a treatment using traditional medicinal plants for women after giving birth in the Minahasa tribal community of North Sulawesi. This study aims to determine the types of plants used for Bakera in Sea Mitra Village, Pineleng District. This study used a survey method with an interview data collection technique. The sampling used was 50 people. Furthermore, randomly interviewed mothers at Posyandu, and people who were willing to be interviewed were partly determined by purposive sampling who had knowledge of traditional medicine. Variables observed in the study are the characteristics of respondents, knowledge about Bakera, ways of use, and uses of Bakera, types, and parts of plants used, and perceived characteristics. The collected data were analyzed with Excel in a qualitative descriptive manner available from the interview results. The results of the research show that this research is the perspective of the community in Sea Mitra Village on Bakera treatment has not changed, it is still carried out, by carrying out Bakera is still traditional starting from preparing mothers who are in the puerperium, how to carry it out and ending the Bakera process. In its usefulness for the restoration of maternal health in the puerperium, 23 types of traditional medicinal plants are used. The six types most commonly used after childbirth are lemon suangi fruit and leaves (Citrus aurantiifolia), salinbata stems and leaves (Andropogon nardus roxb), turi leaves (Sesbania grandiflora), goraka rhizoma (Zingiber officinale), balacai merah leaves (Jatropha gossypifolia) leave sand clove fruits (Syzygium aromaticum). Bakera traditional medicine is an excellent, soothing, inexpensive treatment and can be used whenever needed.
ABSTRAK
Pengobatan tradisional Bakera merupakan pengobatan mengunakan tumbuhan obat tradisional bagi perempuan setelah melahirkan di masyarakat suku Minahasa Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan untuk Bakera di Desa Sea Mitra Kecamatan Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data wawancara. Sampling yang digunakan yaitu 50 orang. Selanjutnya diwawancarai secara acak ibu ibu di Posyandu, dan masyarakat yang bersedia diwawancarai yang sebagian ditentukan secara purposive sampling yang punya pengetahuan pengobatan tradisional. Variabel yang diamati dalam penelitian karakteristik responden, pengetahuan tentang Bakera, cara-cara penggunaan, dan kegunaan Bakera, jenis dan bagian tanaman yang digunakan serta kasiatnya yang dirasakan. Data yang terkumpul dianalisis dengan Excel secara deskriptif kualitatif yang tersedia dari hasil wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penelitian ini adalah perspektif masyarakat di Desa Sea Mitra terhadap pengobatan Bakera tidak berubah, tetap dilaksanakan, dengan cara melaksanakan Bakera masih bersifat tradisional mulai dari mempersiapkan ibu yang dalam masa nifas, cara melaksanakannya serta mengakhiri proses Bakera. Kegunaannya untuk pemulihan kesehatan ibu dalam masa nifas, jenis tanaman yang digunakan adalah 23 jenis tanaman obat tradisional. Enam jenis paling sering digunakan setelah melahirkan adalah buah dan daun lemon suangi (Citrus aurantiifolia), batang dan daun salinbata (Andropogon nardus roxb), daun turi (Sesbania grandiflora), rizoma goraka (Zingiber officinale), daun balacai merah (Jatropha gossypifolia) daun dan buah cengkih (Syzygium aromaticum). Pengobatan tradisional Bakera merupakan pengobatan yang sangat baik, menenangkan, murah dan dapat digunakan setiap saat diperlukan
Universitas Sam Ratulangi
Title: Inventarisasi Jenis Tumbuhan untuk Pengobatan Tradisional Bakera Bagi Kaum Perempuan setelah Melahirkan di Desa Sea Mitra Pineleng Minahasa Sulawesi Utara
Description:
Bakera traditional medicine is a treatment using traditional medicinal plants for women after giving birth in the Minahasa tribal community of North Sulawesi.
This study aims to determine the types of plants used for Bakera in Sea Mitra Village, Pineleng District.
This study used a survey method with an interview data collection technique.
The sampling used was 50 people.
Furthermore, randomly interviewed mothers at Posyandu, and people who were willing to be interviewed were partly determined by purposive sampling who had knowledge of traditional medicine.
Variables observed in the study are the characteristics of respondents, knowledge about Bakera, ways of use, and uses of Bakera, types, and parts of plants used, and perceived characteristics.
The collected data were analyzed with Excel in a qualitative descriptive manner available from the interview results.
The results of the research show that this research is the perspective of the community in Sea Mitra Village on Bakera treatment has not changed, it is still carried out, by carrying out Bakera is still traditional starting from preparing mothers who are in the puerperium, how to carry it out and ending the Bakera process.
In its usefulness for the restoration of maternal health in the puerperium, 23 types of traditional medicinal plants are used.
The six types most commonly used after childbirth are lemon suangi fruit and leaves (Citrus aurantiifolia), salinbata stems and leaves (Andropogon nardus roxb), turi leaves (Sesbania grandiflora), goraka rhizoma (Zingiber officinale), balacai merah leaves (Jatropha gossypifolia) leave sand clove fruits (Syzygium aromaticum).
Bakera traditional medicine is an excellent, soothing, inexpensive treatment and can be used whenever needed.
ABSTRAK
Pengobatan tradisional Bakera merupakan pengobatan mengunakan tumbuhan obat tradisional bagi perempuan setelah melahirkan di masyarakat suku Minahasa Sulawesi Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan untuk Bakera di Desa Sea Mitra Kecamatan Pineleng.
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data wawancara.
Sampling yang digunakan yaitu 50 orang.
Selanjutnya diwawancarai secara acak ibu ibu di Posyandu, dan masyarakat yang bersedia diwawancarai yang sebagian ditentukan secara purposive sampling yang punya pengetahuan pengobatan tradisional.
Variabel yang diamati dalam penelitian karakteristik responden, pengetahuan tentang Bakera, cara-cara penggunaan, dan kegunaan Bakera, jenis dan bagian tanaman yang digunakan serta kasiatnya yang dirasakan.
Data yang terkumpul dianalisis dengan Excel secara deskriptif kualitatif yang tersedia dari hasil wawancara.
Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penelitian ini adalah perspektif masyarakat di Desa Sea Mitra terhadap pengobatan Bakera tidak berubah, tetap dilaksanakan, dengan cara melaksanakan Bakera masih bersifat tradisional mulai dari mempersiapkan ibu yang dalam masa nifas, cara melaksanakannya serta mengakhiri proses Bakera.
Kegunaannya untuk pemulihan kesehatan ibu dalam masa nifas, jenis tanaman yang digunakan adalah 23 jenis tanaman obat tradisional.
Enam jenis paling sering digunakan setelah melahirkan adalah buah dan daun lemon suangi (Citrus aurantiifolia), batang dan daun salinbata (Andropogon nardus roxb), daun turi (Sesbania grandiflora), rizoma goraka (Zingiber officinale), daun balacai merah (Jatropha gossypifolia) daun dan buah cengkih (Syzygium aromaticum).
Pengobatan tradisional Bakera merupakan pengobatan yang sangat baik, menenangkan, murah dan dapat digunakan setiap saat diperlukan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
Tumbuhan obat bagi masyarakat pedesaan maupun yang tinggal di sekitar kawasan hutan mempunyai peran yang sangat penting, apalagi daerah dengan fasilitas kesehatan yang masih sangat...
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Kemajuan teknologi di bidang farmakologi tidak hanya menguatkan dominasi obat modern yang berbasis bahan kimia anorganik, back to nature dengan pengobatan herbal selama dua dekade ...
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui aspirasi perempuan dalam pembentukan peraturan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, (2)untuk mengetahui hambatan-hambatan apa ...
ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN PRAKTIK PERAWATAN TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT ACEH
ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN PRAKTIK PERAWATAN TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT ACEH
Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional merupakan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaa...
JENIS DAN MANFAAT TUMBUHAN OBAT DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER DESA TUMBANG TITI KECAMATAN TUMBANG TITI KABUPATEN KETAPANG
JENIS DAN MANFAAT TUMBUHAN OBAT DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER DESA TUMBANG TITI KECAMATAN TUMBANG TITI KABUPATEN KETAPANG
The use of medicinal plants has been cultivated in Tumbang Titi Village, Tumbang Titi District, Ketapang Regency, as an alternative medicine. People practice alternative medicine b...
Persepsi dan Perilaku Pengobatan Tradisional Sebagai Alternatif Upaya Mereduksi Penyakit Tidak Menular
Persepsi dan Perilaku Pengobatan Tradisional Sebagai Alternatif Upaya Mereduksi Penyakit Tidak Menular
Permasalahan Pokok Yang Akan Diteliti Dalam Studi Persepsi Dan Perilaku Pilihan Perawatan Kesehatan Ini Adalah Bagaimana Karakteristik Para Pengambil Keputusan Pengobatan Tradision...
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
ABSTRACT
The Wana Mitra Lestari Forest Farmer Group is one of the forest farmer groups located in Napal Putih Village, Serai Serumpun District. The forest work area managed by KTH...

