Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat dan Adsorben Natrium Sulfat

View through CrossRef
Air sebagai produk samping harus segera dipisahkan karena akan menggeser kesetimbangan reaksi ke arah reaktan karena sifat reaksi esterifikasi adalah reversibel. Salah satu cara untuk memisahkan air adalah dengan menambahkan adsorben pada reaksi esterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika reaksi esterifikasi asam lemak bebas pada minyak jarak pagar yang berhubungan dengan waktu reaksi dan % FFA awal dengan penambahan adsorben natrium sulfat. Variabel penelitian adalah waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit) dan % FFA awal  (7,54%, 13,65%, 20,45%, dan 28,21%). Kondisi operasi meliputi bahan baku minyak jarak pagar, metanol 99%, rasio berat  metanol/FFA  yaitu 2,25 gr/gr FFA minyak, ratio berat katalis/FFA yaitu 0,05 gr/gr FFA minyak, katalis H2SO4 98%, suhu reaksi 30°C dan jenis adsorben natrium sulfat. Campuran metanol dan H2SO4 dimasukkan ke dalam reaktor sampai mencapai suhu reaksi, kemudian minyak jarak yang telah ditambahkan asam oleat dipanaskan sesuai suhu reaksi juga dimasukkan. Setelah waktu reaksi tercapai, hasil dan sisa reaksi dipisahkan dalam corong pemisah. Lapisan bawah berupa produk hasil reaksi dikeluarkan dari bawah. Dari hasil analisa didapatkan bahwa semakin tinggi kadar FFA awal maka semakin lama waktu reaksi untuk menurunkan % FFA < 2%. Pada % FFA awal 7,54%, konsentrasi FFA < 2% didapatkan pada waktu reaksi 30 menit, untuk % FFA awal 13,65% pada waktu reaksi 60 menit, untuk % FFA awal 20,45% pada waktu reaksi 90 menit dan untuk % FFA awal 28,21% belum tercapai % FFA < 2% pada semua waktu reaksi.
Title: Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat dan Adsorben Natrium Sulfat
Description:
Air sebagai produk samping harus segera dipisahkan karena akan menggeser kesetimbangan reaksi ke arah reaktan karena sifat reaksi esterifikasi adalah reversibel.
Salah satu cara untuk memisahkan air adalah dengan menambahkan adsorben pada reaksi esterifikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika reaksi esterifikasi asam lemak bebas pada minyak jarak pagar yang berhubungan dengan waktu reaksi dan % FFA awal dengan penambahan adsorben natrium sulfat.
Variabel penelitian adalah waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit) dan % FFA awal  (7,54%, 13,65%, 20,45%, dan 28,21%).
Kondisi operasi meliputi bahan baku minyak jarak pagar, metanol 99%, rasio berat  metanol/FFA  yaitu 2,25 gr/gr FFA minyak, ratio berat katalis/FFA yaitu 0,05 gr/gr FFA minyak, katalis H2SO4 98%, suhu reaksi 30°C dan jenis adsorben natrium sulfat.
Campuran metanol dan H2SO4 dimasukkan ke dalam reaktor sampai mencapai suhu reaksi, kemudian minyak jarak yang telah ditambahkan asam oleat dipanaskan sesuai suhu reaksi juga dimasukkan.
Setelah waktu reaksi tercapai, hasil dan sisa reaksi dipisahkan dalam corong pemisah.
Lapisan bawah berupa produk hasil reaksi dikeluarkan dari bawah.
Dari hasil analisa didapatkan bahwa semakin tinggi kadar FFA awal maka semakin lama waktu reaksi untuk menurunkan % FFA < 2%.
Pada % FFA awal 7,54%, konsentrasi FFA < 2% didapatkan pada waktu reaksi 30 menit, untuk % FFA awal 13,65% pada waktu reaksi 60 menit, untuk % FFA awal 20,45% pada waktu reaksi 90 menit dan untuk % FFA awal 28,21% belum tercapai % FFA < 2% pada semua waktu reaksi.

Related Results

PEMANFAATAN CPO ASAM LEMAK BEBAS TINGGI SEBAGAI BAHAN BAKAR
PEMANFAATAN CPO ASAM LEMAK BEBAS TINGGI SEBAGAI BAHAN BAKAR
Asam lemak bebas (alb) dalam Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu parameter kualitas CPO.Munculnya asamlemak bebas ini dapat berasal dari faktor pemanenan dan penyimpanan. Asa...
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN
Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan ...
Pembuatan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari Crude Palm Oil (CPO) Off Grade dengan Metode Esterifikasi dan Transesterifikasi
Pembuatan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari Crude Palm Oil (CPO) Off Grade dengan Metode Esterifikasi dan Transesterifikasi
Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau biodiesel dengan bahan baku berupa minyak kelapa sawit adalah salah satu bahan bakar nabati pengganti bahan bakar fosil. Minyak kelapa sawit den...
Pengaruh Jenis Katalis Asam Terhadap Studi Kinetika Proses Hidrolisis Pati Dalam Ubi Kayu
Pengaruh Jenis Katalis Asam Terhadap Studi Kinetika Proses Hidrolisis Pati Dalam Ubi Kayu
Salah satu jenis tanaman pangan yang dikenal di Indonesia diantaranya adalah ubi kayu. Ubi kayu atausingkong merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat (sumber energi). ...
Pemanfaatan Jamur Simbion Sponge dalam Bioisomerasi Asam Lemak pada Dedak untuk Menghasilkan Asam Lemak Cis
Pemanfaatan Jamur Simbion Sponge dalam Bioisomerasi Asam Lemak pada Dedak untuk Menghasilkan Asam Lemak Cis
Utilization of Sponges Symbiotic Fungus in the Bioisomeration  of Fatty Acids in Brans to Produce Cis Fatty Acid  Trans fatty acids are known to have a negative impact on human hea...
Evaluasi performa katalis pada low temperature shift converter (LTSC) di pabrik ammonia
Evaluasi performa katalis pada low temperature shift converter (LTSC) di pabrik ammonia
Low temperature shift converter (LTSC) 104-D2 di pabrik Ammonia P-IV merupakan unit untuk purifikasi yang berfungsi untuk mengkonversikan kandungan CO pada Syn gas menjadi CO2. Hal...
Efektifitas Arang Ampas Tebu Dalam Menurunkan Asam Lemak Bebas pada Minyak Jelantah
Efektifitas Arang Ampas Tebu Dalam Menurunkan Asam Lemak Bebas pada Minyak Jelantah
<em>Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai media pengolahan bahan makanan. Penggunaan minyak goreng yang berulang dengan pemanasan pada suhu tingg...

Back to Top