Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE SYNCHRONOUS BUCK BERBASIS IC TL494

View through CrossRef
Elektronika daya merupakan salah satu bidang penting dalam ketenagalistrikan. Ciri khas pada elektronika daya adalah penggunaan Switched Mode Power Supply (SMPS). Pada konverter arus searah tipe synchronous buck, dioda yang bertindak sebagai saklar diganti oleh MOSFET. Aplikasi penggantian dioda menjadi MOSFET merupakan dasar dari konverter arus searah tipe synchronous buck karena memiliki rugi konduksi yang lebih rendah dari buck converter standar/konvensional. Perancangan rangkaian sinyal pembangkit PWM untuk memicu synchronous buck menggunakan IC TL494, IC TL494 digunakan agar gelombang PWM bersifat komplementer dan terdapat deadtime. Diharapkan konverter arus searah tipe synchronous buck dapat menyuplai beban 5 VDC pada sistem Hybrid Charger Controller. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian konverter dengan umpan balik tegangan menggunakan variasi beban resistor. Hasil pengujian konverter dengan umpan balik, diperoleh tegangan keluaran tetap terjaga sebesar 5 V ketika diberi variasi beban resistor 100 Ω sampai 15 Ω serta efisiensi tertinggi sebesar 93,25 % pada beban 47 Ω dan efisiensi terendah pada beban 56 Ω sebesar 82,89 %, dengan rata-rata efisiensi sebesar 88,14 %. Penambahan kontrol umpan balik tegangan pada konverter arus searah tipe synchronous buck menghasilkan nilai tegangan keluaran yang lebih stabil dengan adanya perubahan nilai beban.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE SYNCHRONOUS BUCK BERBASIS IC TL494
Description:
Elektronika daya merupakan salah satu bidang penting dalam ketenagalistrikan.
Ciri khas pada elektronika daya adalah penggunaan Switched Mode Power Supply (SMPS).
Pada konverter arus searah tipe synchronous buck, dioda yang bertindak sebagai saklar diganti oleh MOSFET.
Aplikasi penggantian dioda menjadi MOSFET merupakan dasar dari konverter arus searah tipe synchronous buck karena memiliki rugi konduksi yang lebih rendah dari buck converter standar/konvensional.
Perancangan rangkaian sinyal pembangkit PWM untuk memicu synchronous buck menggunakan IC TL494, IC TL494 digunakan agar gelombang PWM bersifat komplementer dan terdapat deadtime.
Diharapkan konverter arus searah tipe synchronous buck dapat menyuplai beban 5 VDC pada sistem Hybrid Charger Controller.
Pada penelitian ini, dilakukan pengujian konverter dengan umpan balik tegangan menggunakan variasi beban resistor.
Hasil pengujian konverter dengan umpan balik, diperoleh tegangan keluaran tetap terjaga sebesar 5 V ketika diberi variasi beban resistor 100 Ω sampai 15 Ω serta efisiensi tertinggi sebesar 93,25 % pada beban 47 Ω dan efisiensi terendah pada beban 56 Ω sebesar 82,89 %, dengan rata-rata efisiensi sebesar 88,14 %.
Penambahan kontrol umpan balik tegangan pada konverter arus searah tipe synchronous buck menghasilkan nilai tegangan keluaran yang lebih stabil dengan adanya perubahan nilai beban.

Related Results

Analisis kondisi tunak dan simulasi konverter DC-DC buck-boost
Analisis kondisi tunak dan simulasi konverter DC-DC buck-boost
Energi baru terbarukan mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama pada teknologi yang ada pada konverter. Dengan mengalisis operasi kerja dari suatu konverter tersebut, mak...
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH BUCK PADA THERMOELECTRIC GENERATOR
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH BUCK PADA THERMOELECTRIC GENERATOR
Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemen...
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP ARUS EKSITASI GENERATOR UNIT 2 PLTMH CURUG
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP ARUS EKSITASI GENERATOR UNIT 2 PLTMH CURUG
Generator salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang digunakan untuk mengkon-versi energi mekanik yang berasal dari putaran turbin menjadi energi listrik dengan memanfaatkan...
TEKNIK SWITCHING UNTUK KONVERSI ENERGI DC EFISIENSI TINGGI
TEKNIK SWITCHING UNTUK KONVERSI ENERGI DC EFISIENSI TINGGI
Konversi energi listrik DC dengan menggunakan konverter linier memiliki kelemahan utama yaitu hanya dapat mengkonversikan dari tegangan tinggi ke tegang...
Survival between synchronous and non-synchronous multiple primary cutaneous melanomas—a SEER database analysis
Survival between synchronous and non-synchronous multiple primary cutaneous melanomas—a SEER database analysis
Background There is no criterion to distinguish synchronous and non-synchronous multiple primary cutaneous melanomas (MPMs). This study aimed to distinguish syn...
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
Analisis Karakteristik Arus Inrush pada Transformator 3 Fasa dengan Leg yang Berbeda Berbasis Eksperimen
Analisis Karakteristik Arus Inrush pada Transformator 3 Fasa dengan Leg yang Berbeda Berbasis Eksperimen
Fenomena arus inrush merupakan kondisi transformator pada saat pertama kali dihubungkan dengan sumber tegangan dan menghasilkan lonjakan arus yang tinggi. Arus inrush dapat menyeba...
Desain Koordinasi Sistem Proteksi Untuk Microgrid Berbasis Inverter
Desain Koordinasi Sistem Proteksi Untuk Microgrid Berbasis Inverter
Pada sistem microgrid berbasis inverter terdapat masalah terkait kecilnya level arus hubung singkat. Hal ini terjadi karena komponen dari inverter yaitu switch, yang biasanya IGBT ...

Back to Top