Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ada Indonesia Coy: Kebanggan Nasionalistik dan Ironi dalam Ekspresi

View through CrossRef
Penelitian ini mengeksplorasi meme Ada Indonesia Coy dan bagaimana meme ini menjadi cerminan kebanggan nasionalistik sekaligus ekspresi ironis dari warganet Indonesia. Meme ini biasanya digunakan untuk mengekspresikan kebanggan berlebih atas Indonesian reference, penyebutan dan representasi Indonesia pada  produk budaya pop atau perbincangan populer kancah global. Beberapa amatan mengaitkan kebanggan berlebih ini sebagai gejala inferiority complex yang khas terjadi pada masyarakat pasca-kolonial. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan Analisis Diskursus Digital dan Analisis Diskursus Multimodal yang memungkinkan untuk meninjau makna meme sebagai kombinasi makna-makna parsial teks dan gambar. Berbasis pada penjelasan Limor Shifman terkait dimensi-dimensi meme yaitu bentuk, konten, dan sikap yang diimitasi dan dimodifikasi seiring meningkatnya partisipasi penggunaan suatu meme, penelitian melihat secara lebih seksama bagaimana meme Ada Indonesia Coy kemudian digunakan pula untuk mengekspresikan ironi. Dengan menelusuri empat contoh kasus (yaitu ketika meme Ada Indonesia Coy digunakan untuk merespon Tragedi Kanjuruhan, Indonesia yang menjadi sumber sampah plastik, Jakarta kota paling terpolusi, dan persentase laki-laki perokok Indonesia) penelitian ini menjelaskan bagaimana modifikasi terhadap dimensi-dimensi dapat menciptakan difusi pesan yang interpretasi dan aspirasinya berbeda. Selain itu, para partisipan yang membuat dan menyebarkan meme juga memanfaatkan fitur-fitur media sosial yang semakin mengakomadasi ekspresi meme sebagai sarana partisipasi. Dalam kasus ini, sarana partisipasi digunakan untuk menegaskan pesan ironi melalui jukstaposisi meme dan konteks yang ditanggapi.   Kata Kunci: Meme, Ada Indonesia Coy, Indonesian Reference, Ekspresi Ironi
Title: Ada Indonesia Coy: Kebanggan Nasionalistik dan Ironi dalam Ekspresi
Description:
Penelitian ini mengeksplorasi meme Ada Indonesia Coy dan bagaimana meme ini menjadi cerminan kebanggan nasionalistik sekaligus ekspresi ironis dari warganet Indonesia.
Meme ini biasanya digunakan untuk mengekspresikan kebanggan berlebih atas Indonesian reference, penyebutan dan representasi Indonesia pada  produk budaya pop atau perbincangan populer kancah global.
Beberapa amatan mengaitkan kebanggan berlebih ini sebagai gejala inferiority complex yang khas terjadi pada masyarakat pasca-kolonial.
Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan Analisis Diskursus Digital dan Analisis Diskursus Multimodal yang memungkinkan untuk meninjau makna meme sebagai kombinasi makna-makna parsial teks dan gambar.
Berbasis pada penjelasan Limor Shifman terkait dimensi-dimensi meme yaitu bentuk, konten, dan sikap yang diimitasi dan dimodifikasi seiring meningkatnya partisipasi penggunaan suatu meme, penelitian melihat secara lebih seksama bagaimana meme Ada Indonesia Coy kemudian digunakan pula untuk mengekspresikan ironi.
Dengan menelusuri empat contoh kasus (yaitu ketika meme Ada Indonesia Coy digunakan untuk merespon Tragedi Kanjuruhan, Indonesia yang menjadi sumber sampah plastik, Jakarta kota paling terpolusi, dan persentase laki-laki perokok Indonesia) penelitian ini menjelaskan bagaimana modifikasi terhadap dimensi-dimensi dapat menciptakan difusi pesan yang interpretasi dan aspirasinya berbeda.
Selain itu, para partisipan yang membuat dan menyebarkan meme juga memanfaatkan fitur-fitur media sosial yang semakin mengakomadasi ekspresi meme sebagai sarana partisipasi.
Dalam kasus ini, sarana partisipasi digunakan untuk menegaskan pesan ironi melalui jukstaposisi meme dan konteks yang ditanggapi.
  Kata Kunci: Meme, Ada Indonesia Coy, Indonesian Reference, Ekspresi Ironi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Tinjauan Bentuk Musik dan Ekspresi pada Lagu Balada Harian Karya Grup Musik Silampukau
Tinjauan Bentuk Musik dan Ekspresi pada Lagu Balada Harian Karya Grup Musik Silampukau
Penelitian ini fokus meninjau bentuk dan ekspresi musik pada Lagu Balada Harian karya Silampukau. Kajian teori yang digunakan dalam meninjau bentuk dan ekspresi adalah bentuk musik...
Klasifikasi Ekspresi Wajah dengan Algoritma Support Vector Machine
Klasifikasi Ekspresi Wajah dengan Algoritma Support Vector Machine
Ekspresi wajah adalah salah satu cara untuk menunjukkan emosi, dan orang sering salah mengartikan ekspresi tersebut. Emosi dapat memberikan wawasan tentang perilaku, keyakinan, dan...

Back to Top