Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UMUR LEBIH DARI 45 TAHUN DAN RENDAHNYA KONSUMSI SERAT BERESIKO TERKENA HIPERTENSI

View through CrossRef
Kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat akibat adanya transisi epidemiologi dan perubahan pola hidup masyarakat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi di masyarakat dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit stroke, jantung koroner dan diabetes mellitus. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor resiko terjadinya hipertensi. Rancangan penelitian menggunakan studi cross sectional dan sampel yang digunakan sebesar 100 orang di Desa Cililin Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat. Analisis Univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden usia ≥ 45 tahun (53%), berjenis kelamin perempuan (59%), pendidikan rendah (63%), mengalami kegemukan (36%), merokok (40%), kurangnya konsumsi serat (91%), dan kurang aktifitas fisik (87%), serta didapatkan prevalensi hipertensi sebesar 57%. Variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah umur (Pvalue=0,003), dan kurang konsumsi serat (Pvalue= 0,036), faktor jenis kelamin, pendidikan, kegemukan, merokok dan kurangnya aktifitas fisik tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi (Pvalue > 0,05). Saran bagi puskesmas adalah meningkatkan program penyuluhan mengenai faktor resiko umur dan kebiasaan mengkonsumsi serat terhadap orang yang beresiko tinggi terkena hipertensi. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten, lebih menggalakkan program yang memantau dan mencegah terjadinya hipertensi.
Center for Open Science
Title: UMUR LEBIH DARI 45 TAHUN DAN RENDAHNYA KONSUMSI SERAT BERESIKO TERKENA HIPERTENSI
Description:
Kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat akibat adanya transisi epidemiologi dan perubahan pola hidup masyarakat.
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi di masyarakat dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit stroke, jantung koroner dan diabetes mellitus.
Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor resiko terjadinya hipertensi.
Rancangan penelitian menggunakan studi cross sectional dan sampel yang digunakan sebesar 100 orang di Desa Cililin Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat.
Analisis Univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden usia ≥ 45 tahun (53%), berjenis kelamin perempuan (59%), pendidikan rendah (63%), mengalami kegemukan (36%), merokok (40%), kurangnya konsumsi serat (91%), dan kurang aktifitas fisik (87%), serta didapatkan prevalensi hipertensi sebesar 57%.
Variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah umur (Pvalue=0,003), dan kurang konsumsi serat (Pvalue= 0,036), faktor jenis kelamin, pendidikan, kegemukan, merokok dan kurangnya aktifitas fisik tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi (Pvalue > 0,05).
Saran bagi puskesmas adalah meningkatkan program penyuluhan mengenai faktor resiko umur dan kebiasaan mengkonsumsi serat terhadap orang yang beresiko tinggi terkena hipertensi.
Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten, lebih menggalakkan program yang memantau dan mencegah terjadinya hipertensi.

Related Results

Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang ...
Review: Pembuatan Serat Rayon
Review: Pembuatan Serat Rayon
Serat sintetis dari minyak bumi memiliki posisi penting dalam produk tekstil. Lebih dari 50% produksi serat dunia didominasi oleh serat sintetik. Meskipun serat sintetik lebih mura...
Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta
Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta
Millenium Development Goals (MDGs) menempatkan manusia sebagai fokus utama pembangunan yang mencakup kelestarian lingkungan. Salah satu target yang harus dicapai adalah akses berke...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...

Back to Top