Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pertimbangan Kaidah Struktur Pada Transformasi Bentuk Arsitektur

View through CrossRef
AbstrakKaidah struktur seringkali merupakan penghambat proses kreativitas arsitek dalam merancang bentuk bangunan. Banyak karya arsitektur yang hanya bermain pada kemasan saja, tanpa mempertimbangkan efisiensi struktur terutama pada rancangan gedung besar, baik gedung tinggi, maupun bentang lebar. Umumnya gedung tinggi walaupun fungsi dan tampilannya berbeda menggunakan struktur yang sama, yaitu struktur inti dan rangka (core and frames), yang dibedakan dari bentuk (aditif, substraktif, rotasi, repetisi), warna, jenis material, sehingga ketidakteraturan struktur disembunyikan demi mengejar bentuk bangunannya. Hal ini dikarenakan transformasi bentuk sebagai langkah eksplorasi arsitek dalam mewujudkan desainnya tidak menyertakan pertimbangan estetika struktur sebagai bagian dari proses kreatifnya. Pendekatan struktur masih terkesan penuh dengan rumus dan angka yang dianggap akan menghambat proses kreatif dalam olahan bentuk dan ruang. Oleh karenanya tidak sedikit rancangan yang memanipulasi bentuk luarnya dengan konstruksi tambahan, yang cenderung ornamental. Arsitek umumnya menghindar menampilkan struktur sebagai bagian dari estetika,  padahal analisis struktur merupakan proses yang harus dilalui dalam konsep perancangan demi terbangunnya sebuah rancangan gedung. Kajian ini adalah suatu model pendekatan struktur pada gedung tinggi dengan mengikuti tahapan dasar dalam proses analisis struktur. Diharapkan kajian ini dapat memberikan gambaran pendekatan kualitatif pada konsep struktur dan diterapkan dalam proses penyusunan konsep perancangan arsitektur sehingga dapat menghasilkan bentuk struktur yang baik.kata kunci: kaidah struktur, bangunan tinggi, kreativitas arsitek, estetika strukturAbstractRule of structure often is an inhibitor of the process of creativity of architects in designing building’s shape. Many architectural works only play on the packaging, without considering the efficiency of the structure, especially in the design of large buildings, both tall and wide-spanning buildings. Generally, tall buildings although their function and appearance are different use the same structure, namely the core and frame structure, which is distinguished from shape (additive, subtractive, rotation, repetition), color, type of material, so that structural irregularities are hidden in pursuit the building shape. This is because the transformation of form as exploration step in realizing the design architect does not include aesthetic considerations structures as part of the creative process. The structural approach still seems full of formulas and numbers which are considered to hinder the creative process in processing forms and spaces. Therefore many designs manipulate the outer shape with additional construction, which tends to be ornamental. Architects generally avoid presenting structures as part of aesthetics, whereas structural analysis is a process that must be passed in the design concept in order to construct a building design. This study is a structural approach model in tall buildings by following the basic step in the structural analysis process. It is hoped that this study can provide an overview of qualitative approach in structural concepts and could be applied in the process of architectural design concepts so that it could produce the right structural design.key words: rules of structure, tall building, architect creativity, aesthetic structures
Institut Teknologi Nasional, Bandung
Title: Pertimbangan Kaidah Struktur Pada Transformasi Bentuk Arsitektur
Description:
AbstrakKaidah struktur seringkali merupakan penghambat proses kreativitas arsitek dalam merancang bentuk bangunan.
Banyak karya arsitektur yang hanya bermain pada kemasan saja, tanpa mempertimbangkan efisiensi struktur terutama pada rancangan gedung besar, baik gedung tinggi, maupun bentang lebar.
Umumnya gedung tinggi walaupun fungsi dan tampilannya berbeda menggunakan struktur yang sama, yaitu struktur inti dan rangka (core and frames), yang dibedakan dari bentuk (aditif, substraktif, rotasi, repetisi), warna, jenis material, sehingga ketidakteraturan struktur disembunyikan demi mengejar bentuk bangunannya.
Hal ini dikarenakan transformasi bentuk sebagai langkah eksplorasi arsitek dalam mewujudkan desainnya tidak menyertakan pertimbangan estetika struktur sebagai bagian dari proses kreatifnya.
Pendekatan struktur masih terkesan penuh dengan rumus dan angka yang dianggap akan menghambat proses kreatif dalam olahan bentuk dan ruang.
Oleh karenanya tidak sedikit rancangan yang memanipulasi bentuk luarnya dengan konstruksi tambahan, yang cenderung ornamental.
Arsitek umumnya menghindar menampilkan struktur sebagai bagian dari estetika,  padahal analisis struktur merupakan proses yang harus dilalui dalam konsep perancangan demi terbangunnya sebuah rancangan gedung.
Kajian ini adalah suatu model pendekatan struktur pada gedung tinggi dengan mengikuti tahapan dasar dalam proses analisis struktur.
Diharapkan kajian ini dapat memberikan gambaran pendekatan kualitatif pada konsep struktur dan diterapkan dalam proses penyusunan konsep perancangan arsitektur sehingga dapat menghasilkan bentuk struktur yang baik.
kata kunci: kaidah struktur, bangunan tinggi, kreativitas arsitek, estetika strukturAbstractRule of structure often is an inhibitor of the process of creativity of architects in designing building’s shape.
Many architectural works only play on the packaging, without considering the efficiency of the structure, especially in the design of large buildings, both tall and wide-spanning buildings.
Generally, tall buildings although their function and appearance are different use the same structure, namely the core and frame structure, which is distinguished from shape (additive, subtractive, rotation, repetition), color, type of material, so that structural irregularities are hidden in pursuit the building shape.
This is because the transformation of form as exploration step in realizing the design architect does not include aesthetic considerations structures as part of the creative process.
The structural approach still seems full of formulas and numbers which are considered to hinder the creative process in processing forms and spaces.
Therefore many designs manipulate the outer shape with additional construction, which tends to be ornamental.
Architects generally avoid presenting structures as part of aesthetics, whereas structural analysis is a process that must be passed in the design concept in order to construct a building design.
This study is a structural approach model in tall buildings by following the basic step in the structural analysis process.
It is hoped that this study can provide an overview of qualitative approach in structural concepts and could be applied in the process of architectural design concepts so that it could produce the right structural design.
key words: rules of structure, tall building, architect creativity, aesthetic structures.

Related Results

STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Walaupun sudah ada pengembangan dalam berbagai hal terkait hukum Islam, namun dalam bidang qawa`id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum Islam)  pengembangan  itu belum begitu tampak. Pada...
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
Tulisan ini menjelaskan tentang subtansi kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional dan penerapan kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional. Maka ada 96 fatw...
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
Abstrak - Adanya keterbutuhan akan naungan semi-permanen atau sementara yang mudah dan cepat dibangun untuk sesuatu peristiwa tertentu. Pada penelitian ini menggali potensi struktu...
ELEMEN-ELEMEN ARSITEKTUR NEO-GOTIK PADA GEREJA POUK LAHAI ROI JAKARTA
ELEMEN-ELEMEN ARSITEKTUR NEO-GOTIK PADA GEREJA POUK LAHAI ROI JAKARTA
Abstrak - Gereja POUK Lahai Roi merupakan Gereja Oikumene yang terletak di Jakarta. Sekilas dapat terlihat elemen-elemen Arsitektur neo-Gotik pada gereja ini, seperti adanya menara...
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Sistem struktur rangka baja bresing konsentris dan eksentris merupakan sistem struktur konstruksi yang termasuk dalam struktur yang tahan terhadap beban gempa. Pada penelitian ini,...
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN
Arsitektur Sasak di Pulau Lombok merupakan bagian dari arsitektur vernakular nusantara. Pemenuhan kriteria arsitektur hijau pada arsitektur Sasak dari aspek olah tapak dan tata mas...

Back to Top