Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANAN APARAT PENEGAK HUKUM DALAM PELANGGULANGAN TERORISME DI INDONESIA

View through CrossRef
Tujuan asli dari hukum adalah untuk mencapai keadilan. Untuk pencapaian keadilan di masyarakat, order terlebih dahulu harus dibuat. Gangguan dan kekacauan dapat dihasilkan dari gerakan terorisme. Saat ini, gerakan terorisme di Indonesia meningkat, baik dalam frekuensi dan akselerasi. Bahkan, sudah ada undang-undang yang menyediakan untuk pemberantasan kejahatan terorisme, yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003. UU telah berlaku sejak 2003 dan dilaksanakan oleh penegak hukum Indonesia, khususnya Kepolisian Indonesia. Namun, karena beberapa kendala psikologis dan teknik yuridis, penanganan kejahatan terorisme belum berhasil secara optimal. Secara umum, peran penegak hukum belum efektif dan optimal belum dalam mencegah terorisme di Indonesia, karena gerakan terorisme tidak hanya gerakan lokal tapi juga jaringan internasional dengan menggunakan teknologi tinggi, dan gerakan terorisme di Indonesia didasarkan pada ideologi fundamental, yaitu, Islam. Oleh karena itu, tidak bisa didekati oleh paradigma represif dan pendekatan yuridis, melainkan harus dilengkapi dengan pendekatan psikologis dan sosiologis-agama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dan itu ditulis oleh seorang metode deskriptif-analitis. Tujuan dari makalah ini adalah sebagai kontribusi untuk ilmu hukum dan masyarakat luas.
Jurnal Hukum dan Pembangunan
Title: PERANAN APARAT PENEGAK HUKUM DALAM PELANGGULANGAN TERORISME DI INDONESIA
Description:
Tujuan asli dari hukum adalah untuk mencapai keadilan.
Untuk pencapaian keadilan di masyarakat, order terlebih dahulu harus dibuat.
Gangguan dan kekacauan dapat dihasilkan dari gerakan terorisme.
Saat ini, gerakan terorisme di Indonesia meningkat, baik dalam frekuensi dan akselerasi.
Bahkan, sudah ada undang-undang yang menyediakan untuk pemberantasan kejahatan terorisme, yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003.
UU telah berlaku sejak 2003 dan dilaksanakan oleh penegak hukum Indonesia, khususnya Kepolisian Indonesia.
Namun, karena beberapa kendala psikologis dan teknik yuridis, penanganan kejahatan terorisme belum berhasil secara optimal.
Secara umum, peran penegak hukum belum efektif dan optimal belum dalam mencegah terorisme di Indonesia, karena gerakan terorisme tidak hanya gerakan lokal tapi juga jaringan internasional dengan menggunakan teknologi tinggi, dan gerakan terorisme di Indonesia didasarkan pada ideologi fundamental, yaitu, Islam.
Oleh karena itu, tidak bisa didekati oleh paradigma represif dan pendekatan yuridis, melainkan harus dilengkapi dengan pendekatan psikologis dan sosiologis-agama.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dan itu ditulis oleh seorang metode deskriptif-analitis.
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai kontribusi untuk ilmu hukum dan masyarakat luas.

Related Results

Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
Meta-Analysis the Root of Terrorism from the Perspektif Islamic Movement in Indonesia
Meta-Analysis the Root of Terrorism from the Perspektif Islamic Movement in Indonesia
This paper aims to map the root of terrorism in Indonesia from the Islamic movement perspective. The authors want to know how the root of terrorism has strengthened in Indonesia. A...
Grand Design Reformasi Penelitian Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia
Grand Design Reformasi Penelitian Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia
Dillihat dari sisi penelitian hukum, pembangunan hukum nasional merupakan wujud sistem hukum nasional, harus didukung oleh perencanaan pembentukan materi hukum, penelitian hukum, p...
Dakwah Dan Terorisme
Dakwah Dan Terorisme
Terorisme merupakan sebuah konsep yang memiliki konotasi yang sangat sensitif karena terorisme menyebabkan terjadinya pembunuhan dan penyengsaraan terhadap orang-orang yang tidak b...
Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Terorisme
Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Terorisme
Pemberian Pembebasan Bersyarat Terhadap Narapidana Pelaku Tindak Pidana Terorisme Dalam Perspektif Hak-hak Narapidana serta ratio legis Terhadap Pembatasan Pemberian Pembebasan Ber...
Progressive Law Functions In Realizing Justice In Indonesia
Progressive Law Functions In Realizing Justice In Indonesia
Abstrak: Persoalan hukum yang terjadi di Indonesia seakan menjadi tanda tanya besar karena Indonesia merupakan Negara Hukum yang seharusnya dapat terjaga stabilitas, keamanan dan k...
Indikator Lemahnya Penegakan Hukum di Indonesia
Indikator Lemahnya Penegakan Hukum di Indonesia
Tingginya tingkat korupsi di berbagai instansi penegak hukum menghambat objektivitas dan integritas proses hukum. Pejabat yang korup cenderung menyalahgunakan kekuasaan untuk kepen...
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Sooner or later Indonesia will have its own law of contract. Reasons ...

Back to Top