Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai Kerukunan Umat Beragama dalam Tradisi Merti Bumi Tunggularum Kabupaten Sleman

View through CrossRef
Indonesia is known for its variety of tradition. The ritual of Merti Bumi Tunggularum is among the important traditions which has not been explored in studies. This study explores the origin of Merti Bumi tradition, especially related to the community values of religious harmony. This study employs a qualitative-descriptive approach. The results of this study highlight that: (1) The tradition of Merti Bumi Tunggularum is referred to the respected figure of Kyai Tunggul Wulung, in which his death is commemorated through the ritual of annual Haul held in the community in the month of Sapar 21st. This annual haul has been developed into various traditions, including the Carnival of the Merti Bumi and some other related ceremonies. (2) The ritual of Merti Bumi reflects community’s value of religious harmony as it involves tolerance, equality and mutual cooperation among people from various religious backgrounds in the society.[Indonesia dikenal dengan keragaman tradisinya. Ritual Merti Bumi Tunggularum adalah salah satu tradisi berharga yang belum dieksplorasi dalam studi ilmiah. Penelitian ini menelusuri awal mula tradisi Merti Bumi, terutama yang beekenaan dengan nilai-nilai kerukunan umat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa: (1) Tradisi Merti Bumi Tunggularum merunut pada tokoh Kyai Tunggul Wulung yang sangat dihormati, yang kematiannya diperingati melalui ritual Haul tahunan yang diadakan pada bulan Sapar ke 21. Peringatan ini telah dikembangkan menjadi berbagai tradisi, termasuk upacara Merti Bumi dan upacara lainnya yang berkaitan. (2) Ritual Merti Bumi mencerminkan nilai kerukunan beragama masyarakat karena memegang teguh toleransi, kesetaraan, dan gotong royong timbal balik pada semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang agama yang berbeda-beda.]
Title: Nilai Kerukunan Umat Beragama dalam Tradisi Merti Bumi Tunggularum Kabupaten Sleman
Description:
Indonesia is known for its variety of tradition.
The ritual of Merti Bumi Tunggularum is among the important traditions which has not been explored in studies.
This study explores the origin of Merti Bumi tradition, especially related to the community values of religious harmony.
This study employs a qualitative-descriptive approach.
The results of this study highlight that: (1) The tradition of Merti Bumi Tunggularum is referred to the respected figure of Kyai Tunggul Wulung, in which his death is commemorated through the ritual of annual Haul held in the community in the month of Sapar 21st.
This annual haul has been developed into various traditions, including the Carnival of the Merti Bumi and some other related ceremonies.
(2) The ritual of Merti Bumi reflects community’s value of religious harmony as it involves tolerance, equality and mutual cooperation among people from various religious backgrounds in the society.
[Indonesia dikenal dengan keragaman tradisinya.
Ritual Merti Bumi Tunggularum adalah salah satu tradisi berharga yang belum dieksplorasi dalam studi ilmiah.
Penelitian ini menelusuri awal mula tradisi Merti Bumi, terutama yang beekenaan dengan nilai-nilai kerukunan umat beragama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif.
Hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa: (1) Tradisi Merti Bumi Tunggularum merunut pada tokoh Kyai Tunggul Wulung yang sangat dihormati, yang kematiannya diperingati melalui ritual Haul tahunan yang diadakan pada bulan Sapar ke 21.
Peringatan ini telah dikembangkan menjadi berbagai tradisi, termasuk upacara Merti Bumi dan upacara lainnya yang berkaitan.
(2) Ritual Merti Bumi mencerminkan nilai kerukunan beragama masyarakat karena memegang teguh toleransi, kesetaraan, dan gotong royong timbal balik pada semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang agama yang berbeda-beda.
].

Related Results

IMPLEMENTASI TRADISI MERTI DESA DALAM MEMBENTUK KERUKUNAN MASYARAKAT DESA KEMRANGGEN KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO
IMPLEMENTASI TRADISI MERTI DESA DALAM MEMBENTUK KERUKUNAN MASYARAKAT DESA KEMRANGGEN KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO
ABSTRACT This study aims to explore the practice of Merti Desa tradition in Kemranggen Village, particularly in building community harmony. This field research was conducted with a...
POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF AGAMA BUDDHISME
POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF AGAMA BUDDHISME
AbstrackKehidupan beragama di Indonesia saat ini mengalami banyak pertikaian dan serselisihan sehingga tidak adanya ketenangan, kedamaian, dan keruknan antar umat beragama. Untuk i...
SOLIDARITAS SOSIAL DALAM UPACARA MERTI BUMI
SOLIDARITAS SOSIAL DALAM UPACARA MERTI BUMI
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk solidaritas sosial pada upacara merti bumi dalam membudidayakan warisan leluhur. Metode yang digunakan dalam pen...
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang me...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TOLERANSI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM KEMAJEMUKAN DAN PLURALITAS
TOLERANSI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM KEMAJEMUKAN DAN PLURALITAS
Penelitian ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa kerukunan umat beragama saat ini perlu dipertahankan dengan baik oleh semua pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganali...
Fungsi Sosial Sedekah Bumi Di Desa Bongso Kulon, Gresik
Fungsi Sosial Sedekah Bumi Di Desa Bongso Kulon, Gresik
Tradisi adalah seperangkat nilai dan pola perilaku (kebiasaan) yang dipelajari dan dimiliki oleh manusia. Trdisi memiliki berbagai aspek kehidupan mulai dari cara bersikap, sikap, ...
Toleransi Sebagai Dasar Ta’dib Dalam Upaya Menumbuhkan Kerukunan Umat Manusia
Toleransi Sebagai Dasar Ta’dib Dalam Upaya Menumbuhkan Kerukunan Umat Manusia
Abstrak Adab adalah sebuah metode atau cara yang mana didalam konsepnya membimbing beberapa unsur-unsur dalam diri manusia, seperti pengetahuan, amal, pengajaran dan pengasuh...

Back to Top