Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIFAT-SIFAT FISIS CAMPURAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (FABA) DENGAN TANAH TIMBUNANSIFAT-SIFAT FISIS CAMPURAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (FABA) DENGAN TANAH TIMBUNAN

View through CrossRef
Fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan bahan yang dihasilkan dari pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap yang merupakan salah satu sumber pembangkit listrik yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sifat – sifat fisis fly ash dan bottom ash (FABA) dicampur dengan tanah timbunan biasa serta sifat kimia dari FABA. Penelitian ini dilakukan di laboratorium, dengan melakukan pengujian sifat – sifat fisis tanah asli dan campuran tanah asli dengan FABA pada variasi campuran penambahan FABA 5%, 10%, 20% dan 40%. Dari hasil penelitian didapat data hasil uji sifat fisis tanah asli berdasarkan metode AASHTO termasuk kedalam jenis tanah A-7-6, berdasarkan metode USCS termasuk kedalam OL yaitu lanau organik dan lempung berlanau organik dengan plastisitas sedang dan berdasarkan metode USDA termasuk kedalam tanah liat berlanau. Untuk penambahan fly ash dan bottom ash (FABA) kedalam tanah asli didapat data bahwa semakin tinggi prosentase fly ash dan bottom ash (FABA) terhadap berat total tanah asli menunjukkan kenaikan kadar air optimum dan densitas kering maksimum cenderung menurun serta dapat merubah kategori pengelompokkan tanah. Pemanfaatan FABA sebagai bahan tambahan (additive) dapat meningkatkan daya dukung tanah timbunan biasa.
Title: SIFAT-SIFAT FISIS CAMPURAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (FABA) DENGAN TANAH TIMBUNANSIFAT-SIFAT FISIS CAMPURAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH (FABA) DENGAN TANAH TIMBUNAN
Description:
Fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan bahan yang dihasilkan dari pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap yang merupakan salah satu sumber pembangkit listrik yang ada di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sifat – sifat fisis fly ash dan bottom ash (FABA) dicampur dengan tanah timbunan biasa serta sifat kimia dari FABA.
Penelitian ini dilakukan di laboratorium, dengan melakukan pengujian sifat – sifat fisis tanah asli dan campuran tanah asli dengan FABA pada variasi campuran penambahan FABA 5%, 10%, 20% dan 40%.
Dari hasil penelitian didapat data hasil uji sifat fisis tanah asli berdasarkan metode AASHTO termasuk kedalam jenis tanah A-7-6, berdasarkan metode USCS termasuk kedalam OL yaitu lanau organik dan lempung berlanau organik dengan plastisitas sedang dan berdasarkan metode USDA termasuk kedalam tanah liat berlanau.
Untuk penambahan fly ash dan bottom ash (FABA) kedalam tanah asli didapat data bahwa semakin tinggi prosentase fly ash dan bottom ash (FABA) terhadap berat total tanah asli menunjukkan kenaikan kadar air optimum dan densitas kering maksimum cenderung menurun serta dapat merubah kategori pengelompokkan tanah.
Pemanfaatan FABA sebagai bahan tambahan (additive) dapat meningkatkan daya dukung tanah timbunan biasa.

Related Results

Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai Campuran Media Tanam di PT Bukit Asam, Tbk Tanjung Enim Sumatera Selatan
Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai Campuran Media Tanam di PT Bukit Asam, Tbk Tanjung Enim Sumatera Selatan
Abstract. Coal is a fossil fuel that is available in large quantities in Indonesia. The process of burning coal produces waste in the form of fly ash and bottom ash (FABA) which if...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Allelopathy of Wheat and Faba Bean Extracts in an Intercropping System
Allelopathy of Wheat and Faba Bean Extracts in an Intercropping System
Abstract Background We intensively studied faba bean (Vicia faba L.) and wheat (Triticum aestivum L.) intercropping and found that this type of intercropping can effective...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif   merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi.  Untuk mengatasi hal terseb...
POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN
POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN
Tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah dasar yang kurang baik untuk konstruksi jalan. Tanah gambut memiliki daya dukung rendah yang ditandai dari nilai CBR (California Beari...
Soil Fertility Management Practices For Faba Bean (Vicia faba L.) Production in Wolaita Zone, Southern Ethiopia
Soil Fertility Management Practices For Faba Bean (Vicia faba L.) Production in Wolaita Zone, Southern Ethiopia
Understanding the soil fertility management practices is indispensable to improve faba bean productivity. However, little effort has been made to assess the soil fertility manageme...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...

Back to Top