Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Epistemologi Tafsir Sufi

View through CrossRef
Artikel ini mengeksplorasi epistemologi tafsir sufistik dengan menelaah tiga dimensi utama: asal-usul historis, landasan metodologsis, dan orientasi paradigmatik. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dalam kerangka analisis wacana, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan dasar-dasar epistemik tafsir sufi dalam tradisi penafsiran Islam yang lebih luas. Temuan pertama menunjukkan bahwa akar historis tafsir sufi dapat ditelusuri hingga masa Nabi Muhammad SAW, sebagaimana ditunjukkan oleh penafsiran Ibnu ‘Abbas terhadap QS. al-Dzāriyāt ayat 56, dari liya‘budún (agar mereka menyembah-Ku) menjadi liya‘rifún (agar mereka mengenal-Ku). Kedua, secara metodologis, tafsir sufi sangat bergantung pada kedalaman dzauq (ketajaman spiritual intuitif) dan proses tazkiyat al-nafs (pensucian jiwa) sebagai prasyarat epistemik untuk memahami isyarat dan makna batin dari Al-Qur’an. Ketiga, dari sisi paradigma, tafsir sufi menempati posisi mediasi antara tafsir zāhir (eksoterik) dan tafsir batînî (esoterik). Berbeda dengan tafsir batînî yang cenderung mengabaikan makna lahiriah, tafsir sufi mengintegrasikan dimensi lahir dan batin secara seimbang dengan tetap berpijak pada kerangka syariat Islam. Hal ini menegaskan bahwa seorang penafsir sufi yang sah harus memiliki komitmen yang seimbang terhadap praktik lahiriah syariat maupun jalan spiritual batiniah.
Title: Epistemologi Tafsir Sufi
Description:
Artikel ini mengeksplorasi epistemologi tafsir sufistik dengan menelaah tiga dimensi utama: asal-usul historis, landasan metodologsis, dan orientasi paradigmatik.
Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dalam kerangka analisis wacana, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan dasar-dasar epistemik tafsir sufi dalam tradisi penafsiran Islam yang lebih luas.
Temuan pertama menunjukkan bahwa akar historis tafsir sufi dapat ditelusuri hingga masa Nabi Muhammad SAW, sebagaimana ditunjukkan oleh penafsiran Ibnu ‘Abbas terhadap QS.
al-Dzāriyāt ayat 56, dari liya‘budún (agar mereka menyembah-Ku) menjadi liya‘rifún (agar mereka mengenal-Ku).
Kedua, secara metodologis, tafsir sufi sangat bergantung pada kedalaman dzauq (ketajaman spiritual intuitif) dan proses tazkiyat al-nafs (pensucian jiwa) sebagai prasyarat epistemik untuk memahami isyarat dan makna batin dari Al-Qur’an.
Ketiga, dari sisi paradigma, tafsir sufi menempati posisi mediasi antara tafsir zāhir (eksoterik) dan tafsir batînî (esoterik).
Berbeda dengan tafsir batînî yang cenderung mengabaikan makna lahiriah, tafsir sufi mengintegrasikan dimensi lahir dan batin secara seimbang dengan tetap berpijak pada kerangka syariat Islam.
Hal ini menegaskan bahwa seorang penafsir sufi yang sah harus memiliki komitmen yang seimbang terhadap praktik lahiriah syariat maupun jalan spiritual batiniah.

Related Results

DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
EPISTEMOLOGI TAFSIR MUHAMMADIYAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR
EPISTEMOLOGI TAFSIR MUHAMMADIYAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR
Epistemologi tafsir merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk mengungkap pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang teori ilmu pengetahuan tentang tafsir. Bagaimana sebuah karya tafs...
Epistemologi Tafsir: Mengurai Relasi Filsafat dengan Al-Qur’an
Epistemologi Tafsir: Mengurai Relasi Filsafat dengan Al-Qur’an
The Quran interpretation is always developing and shifting, from tafsir bil riwayat to the tafsir bil ra'yu. This shift and development cannot be separated from the search for mean...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...

Back to Top