Javascript must be enabled to continue!
TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
View through CrossRef
Permukiman tepian sungai merupakan sebuah ciri khas dalam konteks kelokalan yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kota Banjarmasin. Pada perkembangannya sekarang permukiman tepian sungai sudah banyak berubah, berkembangnya beragam tipe rumah dengan berbagai pola peletakannya memberikan keberagaman pada permukiman tepian sungai Kota Banjarmasin pada saat ini. Penelitian ini menganalisis bagaimana tipologi pola tata letak rumah pada permukiman tepian sungai Pulau Bromo Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi dan untuk teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil temuan dari 25 objek sampel rumah tepian sungai, didapatkan 3 jenis posisi peletakan rumah, yaitu di area atas sungai, bantaran sungai dan tepi sungai. Selain itu didapatkan 5 tipologi untuk pola tata letak, dengan tipe yang paling dominan, yaitu posisi rumah yang berada di tepi sungai dan berorientasi ke Sungai Martapura.
Title: TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
Description:
Permukiman tepian sungai merupakan sebuah ciri khas dalam konteks kelokalan yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kota Banjarmasin.
Pada perkembangannya sekarang permukiman tepian sungai sudah banyak berubah, berkembangnya beragam tipe rumah dengan berbagai pola peletakannya memberikan keberagaman pada permukiman tepian sungai Kota Banjarmasin pada saat ini.
Penelitian ini menganalisis bagaimana tipologi pola tata letak rumah pada permukiman tepian sungai Pulau Bromo Kota Banjarmasin.
Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi dan untuk teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling.
Hasil temuan dari 25 objek sampel rumah tepian sungai, didapatkan 3 jenis posisi peletakan rumah, yaitu di area atas sungai, bantaran sungai dan tepi sungai.
Selain itu didapatkan 5 tipologi untuk pola tata letak, dengan tipe yang paling dominan, yaitu posisi rumah yang berada di tepi sungai dan berorientasi ke Sungai Martapura.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
Permukiman Kumuh di Pinggiran Kota (Kasus Pinggiran Kota Yogyakarta)
Permukiman Kumuh di Pinggiran Kota (Kasus Pinggiran Kota Yogyakarta)
Kebijakan terkait permukiman dan perumahan di Indonesia cukup beragam, dari yang sifatnya umum hingga teknis (khusus). Permukiman dan perumahan memiliki berbagai sudut pandang yang...
Karakteristik Kawasan Tepian Parit Besar di Kota Pontianak
Karakteristik Kawasan Tepian Parit Besar di Kota Pontianak
Kota Pontianak adalah kota yang terbentuk dari sungai Kapuas yang terbelah menjadi dua sungai yaitu sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak yang menjadi ikonik Kota Pontianak. Dahulu...
RUMAH RAKIT PENUNJANG PARIWISATA SUNGAI MUSI
RUMAH RAKIT PENUNJANG PARIWISATA SUNGAI MUSI
Minat wisatawan dunia saat ini cenderung mengarah kepada sesuatu yang unik original dan mengandung nilai-nilai yang patut diteladani. Dengan demikian untuk pemenuhan motivasi berku...
Pola Permukiman Tradisional Kajang
Pola Permukiman Tradisional Kajang
One of traditional settlements in Indonesia is located in the residential area of Kajang, Bulukumba, South Sulawesi Province. Settlement community in Kajang is classified into two ...
Konsep Penataan Ruang Berkelanjutan Pada Kawasan Tepian Sungai Musi Kota Palembang (Kasus: Kelurahan 5 Ulu Dan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu)
Konsep Penataan Ruang Berkelanjutan Pada Kawasan Tepian Sungai Musi Kota Palembang (Kasus: Kelurahan 5 Ulu Dan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu)
ABSTRACTThe high rate of population growth causes slums in an area, especially in the Musi riverbank, Palembang City. This is marked by the development of community activities, suc...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...

