Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KETERLIBATAN PENTAHELIX DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH

View through CrossRef
Abstract. A company's CSR program cannot be implemented alone, but requires the support of the involvement of various parties in order to achieve the expected goals. These various parties or stakeholders can consist of individuals, groups, or organizations as well as communities or governments; expected to contribute and be involved in the implementation of CSR programs. The involvement of various stakeholders is one of the key factors that need to be considered, considering the effectiveness and efficiency in achieving the program, as well as the sustainability of empowerment. There are at least 5 (five) categories of stakeholders who can be involved and collaborate in CSR programs, namely Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM). Each stakeholder plays a different role according to their respective capacities and abilities, as well as their respective authorities. The purpose of this research is to describe the involvement and collaboration of stakeholders in environmental management CSR programs, especially in the management of waste banks. A qualitative approach with a descriptive method is used to describe the involvement of stakeholders in the CSR program "Bank Garbage" Kompas Gramedia in RW 02 Kelurahan Gelora, by observing the involvement of five parties (pentahelix) or stakeholders in the program. The results showed that the involvement and cooperation of pentahelix in the CSR program was observed to support the implementation of the program and the achievement of the objectives of the CSR program for waste bank management. Each stakeholder has a different role, but collaborates with each other to achieve the expected goals. Awareness and openness of each stakeholder is the key to cooperate with each other, so that this becomes the basic capital for the sustainability of the program into the future. Keywords: Corporate social responsibility (CSR), pentahelix, collaboration, waste bank. Abstrak. Program CSR suatu perusahaan tidak dapat dilaksanakan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keterlibatan berbagai pihak agar mencapai tujuan yang diharapkan. Berbagai pihak atau stakeholders tersebut bisa terdiri dari individu, kelompok, maupun organisasi serta komunitas atau juga pemerintah; diharapkan dapat berkontribusi dan dilibatkan dalam pelaksanaan program CSR. Keterlibatan berbagai stakeholders merupakan salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan, mengingat efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian program, serta sustainability pemberdayaan. Setidaknya terdapat 5 (lima) kategori stakeholders yang dapat dilibatkan dan berkolaborasi  dalam program-program CSR, yaitu Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM). Masing-masing stakeholders memainkan peran yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan kemampuan, serta kewenangan masing-masing. Tujuan riset ini adalah menggambarkan bagaimana keterlibatan dan kolaborasi stakeholder dalam program CSR pengelolaan lingkungan khususnya dalam pengelolaan bank sampah. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan keterlibatan stakeholders dalam program CSR “Bank Sampah” Kompas Gramedia di RW 02 Kelurahan Gelora, dengan mengamati  keterlibatan lima pihak (pentahelix) atau stakeholder dalam program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dan kerjasama pentahelix dalam program CSR teramati mendukung terlaksananya program dan pencapaian tujuan program CSR pengelolaan bank sampah. Masing-masing stakeholder memiliki peranan yang berbeda, namun saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kesadaran dan keterbukaan masing-masing stakeholder merupakan kunci saling bekerja sama, sehingga hal ini menjadi modal dasar pada keberlanjutan program ke masa depan. Kata Kunci: Corporate social responsibility (CSR), kolaborasi, pentahelix, bank sampah.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: KETERLIBATAN PENTAHELIX DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH
Description:
Abstract.
A company's CSR program cannot be implemented alone, but requires the support of the involvement of various parties in order to achieve the expected goals.
These various parties or stakeholders can consist of individuals, groups, or organizations as well as communities or governments; expected to contribute and be involved in the implementation of CSR programs.
The involvement of various stakeholders is one of the key factors that need to be considered, considering the effectiveness and efficiency in achieving the program, as well as the sustainability of empowerment.
There are at least 5 (five) categories of stakeholders who can be involved and collaborate in CSR programs, namely Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM).
Each stakeholder plays a different role according to their respective capacities and abilities, as well as their respective authorities.
The purpose of this research is to describe the involvement and collaboration of stakeholders in environmental management CSR programs, especially in the management of waste banks.
A qualitative approach with a descriptive method is used to describe the involvement of stakeholders in the CSR program "Bank Garbage" Kompas Gramedia in RW 02 Kelurahan Gelora, by observing the involvement of five parties (pentahelix) or stakeholders in the program.
The results showed that the involvement and cooperation of pentahelix in the CSR program was observed to support the implementation of the program and the achievement of the objectives of the CSR program for waste bank management.
Each stakeholder has a different role, but collaborates with each other to achieve the expected goals.
Awareness and openness of each stakeholder is the key to cooperate with each other, so that this becomes the basic capital for the sustainability of the program into the future.
 Keywords: Corporate social responsibility (CSR), pentahelix, collaboration, waste bank.
 Abstrak.
Program CSR suatu perusahaan tidak dapat dilaksanakan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keterlibatan berbagai pihak agar mencapai tujuan yang diharapkan.
Berbagai pihak atau stakeholders tersebut bisa terdiri dari individu, kelompok, maupun organisasi serta komunitas atau juga pemerintah; diharapkan dapat berkontribusi dan dilibatkan dalam pelaksanaan program CSR.
Keterlibatan berbagai stakeholders merupakan salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan, mengingat efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian program, serta sustainability pemberdayaan.
Setidaknya terdapat 5 (lima) kategori stakeholders yang dapat dilibatkan dan berkolaborasi  dalam program-program CSR, yaitu Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM).
Masing-masing stakeholders memainkan peran yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan kemampuan, serta kewenangan masing-masing.
Tujuan riset ini adalah menggambarkan bagaimana keterlibatan dan kolaborasi stakeholder dalam program CSR pengelolaan lingkungan khususnya dalam pengelolaan bank sampah.
Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan keterlibatan stakeholders dalam program CSR “Bank Sampah” Kompas Gramedia di RW 02 Kelurahan Gelora, dengan mengamati  keterlibatan lima pihak (pentahelix) atau stakeholder dalam program tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dan kerjasama pentahelix dalam program CSR teramati mendukung terlaksananya program dan pencapaian tujuan program CSR pengelolaan bank sampah.
Masing-masing stakeholder memiliki peranan yang berbeda, namun saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Kesadaran dan keterbukaan masing-masing stakeholder merupakan kunci saling bekerja sama, sehingga hal ini menjadi modal dasar pada keberlanjutan program ke masa depan.
 Kata Kunci: Corporate social responsibility (CSR), kolaborasi, pentahelix, bank sampah.

Related Results

EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Permasalahan terkait dengan sampah adalah permasalahan yang ada di wilayah perkotaan. Pengelolaan sampah yang baik sangat diperlukan di wilayah perkotaan, salah satu cara mengelola...
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelola...
Peran Perusahaan Dalam Pemberdayaan UMKM: Analisis Close Loop Model Pada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih
Peran Perusahaan Dalam Pemberdayaan UMKM: Analisis Close Loop Model Pada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih
Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang mendesak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Setiap hari, timbulan sampah meningkat seiring pertumbuhan populasi, mengu...
ANALISIS DIAGRAM FISHBONE DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA
ANALISIS DIAGRAM FISHBONE DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA
Sampah masih menjadi salah satu permasalahan yang kompleks, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganannya. Jumlah sampah di Indonesia terus mengalami peningkatan sei...
Pemberdayaan Bank Sampah Abukasa Di Desa Peguyangan
Pemberdayaan Bank Sampah Abukasa Di Desa Peguyangan
Bank sampah bertujuan untuk berkontribusi dalam pengolahan sampah di Indonesia, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat dan bersih, mengubah sampah menja...
Pendampingan Pembentukan Bank Sampah Di Aisyiyah Ranting Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten
Pendampingan Pembentukan Bank Sampah Di Aisyiyah Ranting Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten
Persoalan sampah masih menjadi masalah utama di Indonesia. Sampah menimbulkan dampak buruk pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Paradigma baru pengelolaan sampah yaitu mengann...

Back to Top