Javascript must be enabled to continue!
Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman
View through CrossRef
Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis. Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü), deretan vokal, dan vokal tiga deret. Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.
Universitas Mataram
Title: Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman
Description:
Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda.
Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut.
Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis.
Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman.
Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü), deretan vokal, dan vokal tiga deret.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.
.
Related Results
KAIDAH-KAIDAH FONOLOGI BAHASA INDONESIA
KAIDAH-KAIDAH FONOLOGI BAHASA INDONESIA
Bahasa adalah suatu fenomena yang sangat kompleks. Pendekatan kita terhadapbahasa bisa saja menganggapnya sebagai fenomena perorangan. Bila seseorangmengatakan, “Bahasanya kasar se...
Masalah Fonologi Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Universiti di China
Masalah Fonologi Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Universiti di China
Isu berkaitan masalah fonologi dalam kalangan pelajar asing kini sering diperkatakan dalam kalangan sarjana, terutamanya dengan meningkatnya permintaan untuk mempelajari bahasa Mel...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA DAN MADURA
Di Jawa Timur berkembang dua bahasa besar yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Walaupun sebagai dua bahasa yang berbeda, namun kedua bahasa tersebut memiliki hubungan kekerabatan. ...
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
هذه الأطروحة تبحث عن تحليل التقابلى فى تركيب جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية ، خاصة في أنماط و أنواع جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية. هذه الأطروحة تهدف إلى: 1) وصف أنماط...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
Pada masyarakat Jawa, pemilihan sebuah kode (bahasa/ragam) ditentukan oleh banyak faktor, misalnya: usia, jenis kelamin, derajat sosial, pangkat, tempat, diksi, dan ragam. Peneliti...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...

