Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengenalan Dan Pengaplikasian Alat Geolistrik Dalam Menentukan Zona Akuifer Di Desa Lompo Tengah Kabupaten Barru

View through CrossRef
Kebutuhan akan air tanah dalam menunjang persawahan di desa lompo tengah menjadi kebutuhan penting khususnya saat musim kemarau,namun tidak ditunjang oleh data geologi bawah permukaan dalam menentukan zona akuifer. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni penggunaan geolistrik dalam menentukan zona akuifer. Tujuan utama penelitian ini adalah Mengidentifikasi zona akuifer di Desa Lompo Tengah dengan menggunakan metode geolistrik. Menentukan kedalaman dan ketebalan akuifer. Dari hasil pengolahan data menggunakan software mangusta dan re2div diperoleh dua lapisan pada lokasi penelitian yakni pada lapisan pertama berdasarkan data interpretasi bahwa zona ini merupakan zona akuifer dangkal dengan rentan 7.5 - 12 Ωm. Lapisan tersebut memiliki porositas yang besar yang menyebabkan keterdapatan air yang bersifat tawar khususnya hingga kedalaman 5 meter. Pada lapisan kedua diinterpretasikan sebagai lapisan batu pasir yang memiliki rentan nilai hingga 40 Ωm yang cukup masif namun masih memiliki pori yang dapat berpotensi memiliki air namun dengan debit yang lebih kecil daripada lapisan pertama. 
Title: Pengenalan Dan Pengaplikasian Alat Geolistrik Dalam Menentukan Zona Akuifer Di Desa Lompo Tengah Kabupaten Barru
Description:
Kebutuhan akan air tanah dalam menunjang persawahan di desa lompo tengah menjadi kebutuhan penting khususnya saat musim kemarau,namun tidak ditunjang oleh data geologi bawah permukaan dalam menentukan zona akuifer.
Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni penggunaan geolistrik dalam menentukan zona akuifer.
Tujuan utama penelitian ini adalah Mengidentifikasi zona akuifer di Desa Lompo Tengah dengan menggunakan metode geolistrik.
Menentukan kedalaman dan ketebalan akuifer.
Dari hasil pengolahan data menggunakan software mangusta dan re2div diperoleh dua lapisan pada lokasi penelitian yakni pada lapisan pertama berdasarkan data interpretasi bahwa zona ini merupakan zona akuifer dangkal dengan rentan 7.
5 - 12 Ωm.
Lapisan tersebut memiliki porositas yang besar yang menyebabkan keterdapatan air yang bersifat tawar khususnya hingga kedalaman 5 meter.
Pada lapisan kedua diinterpretasikan sebagai lapisan batu pasir yang memiliki rentan nilai hingga 40 Ωm yang cukup masif namun masih memiliki pori yang dapat berpotensi memiliki air namun dengan debit yang lebih kecil daripada lapisan pertama.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Analisis Pemasaran Tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru
Analisis Pemasaran Tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui margin pemasaran tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, (2) mengetahui efisiensi pemasaran tembakau di Desa ...

Back to Top