Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SEJARAH PERKEBUNAN KOPI DI KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN TAHUN 1980-1990

View through CrossRef
AbstractThis paper aims to describe the History of Coffee Plantation in Jangkat Subdistrict, Merangin District during the 1980-1990 period. This is because the existence of coffee plantations in the District of Jangkat has brought economic changes to the local community, where we can see these changes in terms of education, health, housing, income and aspects of the lives of the local community. The research method used is the historical method, including heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography. Historical sources used in the form of documents, books, through library research, and added to the results of interviews. The approach used is an economic approach, referring to the discussion of employment-oriented behavior and allocation of natural resources, and a sociological approach to see relationships or relationships formed between the parties involved, namely among peasants and scoping institutions, as supporting elements of plantations coffee in the District of Jangkat. Keywords: Arabica Coffee, Robusta Coffee, Farmers, District Jangkat, Merangin, Jambi Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan Sejarah Perkebunan Kopi di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin selama rentang waktu 1980-1990.Hal ini dikarenakan adanya perkebunan kopi di Kecamatan Jangkat telah membawa perubahan perekonomian masyarakat setempat, dimana perubahan ini dapat kita lihat dari segi pendidikan, kesehatan, pemukiman, penghasilan dan segi kehidupan masyarakat setempat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interprestasi, dan historiografi.Sumber sejarah yang digunakan berupa dokumen, buku-buku, lewat studi kepustakaan, serta ditambah dengan hasil wawancara. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ekonomi, mengacu pada pembahasan perilaku yang berorientasi pada employment dan alokasi sumber daya alam, dan pendekatan sosiologi untuk melihat hubungan atau relasi yang terbentuk di antara pihak yang terlibat, yaitu antara sesama petani dengan institusi pelingkup, sebagai unsur pendukung dari perkebunan kopi di Kecamatan Jangkat. Kata Kunci:Kopi Arabika, Kopi Robusta, Petani, Kecamatan Jangkat, Merangin, Jambi.
Title: SEJARAH PERKEBUNAN KOPI DI KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN TAHUN 1980-1990
Description:
AbstractThis paper aims to describe the History of Coffee Plantation in Jangkat Subdistrict, Merangin District during the 1980-1990 period.
This is because the existence of coffee plantations in the District of Jangkat has brought economic changes to the local community, where we can see these changes in terms of education, health, housing, income and aspects of the lives of the local community.
The research method used is the historical method, including heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography.
Historical sources used in the form of documents, books, through library research, and added to the results of interviews.
The approach used is an economic approach, referring to the discussion of employment-oriented behavior and allocation of natural resources, and a sociological approach to see relationships or relationships formed between the parties involved, namely among peasants and scoping institutions, as supporting elements of plantations coffee in the District of Jangkat.
 Keywords: Arabica Coffee, Robusta Coffee, Farmers, District Jangkat, Merangin, Jambi Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan Sejarah Perkebunan Kopi di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin selama rentang waktu 1980-1990.
Hal ini dikarenakan adanya perkebunan kopi di Kecamatan Jangkat telah membawa perubahan perekonomian masyarakat setempat, dimana perubahan ini dapat kita lihat dari segi pendidikan, kesehatan, pemukiman, penghasilan dan segi kehidupan masyarakat setempat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interprestasi, dan historiografi.
Sumber sejarah yang digunakan berupa dokumen, buku-buku, lewat studi kepustakaan, serta ditambah dengan hasil wawancara.
Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ekonomi, mengacu pada pembahasan perilaku yang berorientasi pada employment dan alokasi sumber daya alam, dan pendekatan sosiologi untuk melihat hubungan atau relasi yang terbentuk di antara pihak yang terlibat, yaitu antara sesama petani dengan institusi pelingkup, sebagai unsur pendukung dari perkebunan kopi di Kecamatan Jangkat.
 Kata Kunci:Kopi Arabika, Kopi Robusta, Petani, Kecamatan Jangkat, Merangin, Jambi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Runtuhnya Kejayaan Kopi Priangan Tahun 1870-1900
Runtuhnya Kejayaan Kopi Priangan Tahun 1870-1900
Tahun 1870-1900 adalah tahun dimana pemerintah Belanda memberikan peluang kepada pengusaha swasta untuk menanamkan modalnya di Hindia-Belanda, khususnya pada bidang perkebunan. Tan...
JEJAK RASA BALI UTARA: PERGULATAN DAN EKSISTENSI KOPI TRI SAKTI SINGARAJA 1980
JEJAK RASA BALI UTARA: PERGULATAN DAN EKSISTENSI KOPI TRI SAKTI SINGARAJA 1980
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak rasa kopi arabika yang dikembangkan oleh orang-orang Belanda di Bali utara sejak abad XVII. Kopi jenis ini pertama kali didatangkan ...
Analysis Of Consumer Level Of Affection For Indonesia Popular Coffee Products In The Era Of Generation Z
Analysis Of Consumer Level Of Affection For Indonesia Popular Coffee Products In The Era Of Generation Z
Produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton pada tahun 2022, meningkat sekitar 1,1% dari tahun sebelumnya, dan angka ini dapat terus meningkat setiap tahunnya.  Namun, Negara I...
Penerapan Tema Green Architecture pada Agrowisata Kopi Arabika di Desa Belantih, Kintamani
Penerapan Tema Green Architecture pada Agrowisata Kopi Arabika di Desa Belantih, Kintamani
Agrowisata adalah sebagai upaya pendidikan nonformal bagi masyarakat setempat sekaligus wisatawan yang melakukan kunjungan wisata. Pembelajaran yang berlangsung pada agrowisata san...
Sales Promotion Produk Kopi Melalui Media Sosial Instagram
Sales Promotion Produk Kopi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Sales promotion is one aspect of the marketing mix that is dedicated to introducing new products to increase sales volume. Marlina Kopi is one of the business people in t...

Back to Top