Javascript must be enabled to continue!
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMK di Bandar Lampung
View through CrossRef
ABSTRAK
Perkembangan teknologi yang pesat menuntut dunia pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk terus beradaptasi dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Pemerintah Indonesia merespons kebutuhan ini dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang menggantikan kurikulum sebelumnya dan memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) di SMK BLK Bandar Lampung, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di SMK BLK Bandar Lampung telah diterapkan melalui pembelajaran berbasis fase (Fase E dan F), dengan penekanan pada capaian pembelajaran yang mencakup keterampilan teknis dan non-teknis sesuai kebutuhan industri. Kurikulum ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran. Namun, terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya, seperti kesiapan tenaga pendidik, keterbatasan infrastruktur, serta beban administratif yang tinggi. Kesimpulannya, meskipun Kurikulum Merdeka memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, diperlukan dukungan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ada guna mencapai tujuan pendidikan yang optimal dan relevan dengan perkembangan teknologi serta tuntutan dunia kerja.
ABSTRACT
The rapid advancement of technology demands the education sector, particularly Vocational High Schools (SMK), to continuously adapt in preparing competent and job-ready graduates. The Indonesian government has responded to this need by implementing the Merdeka Curriculum, which replaces the previous curriculum with a more flexible, project-based learning approach. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in the Computer and Telecommunications Network Engineering (TJKT) program at SMK BLK Bandar Lampung, focusing on planning, execution, and its impact on the learning process. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through semi-structured interviews and field observations. The findings indicate that the Merdeka Curriculum has been implemented through a phased learning model (Phase E and Phase F), emphasizing learning outcomes that include both technical and non-technical skills aligned with industry needs. The curriculum also integrates the values of the Pancasila Student Profile within the learning process. However, several challenges were identified during implementation, such as teacher readiness, limited infrastructure, and high administrative workload. In conclusion, while the Merdeka Curriculum offers significant potential for improving the quality of vocational education, ongoing support is necessary to overcome existing obstacles in order to achieve optimal educational outcomes that are in line with technological developments and the demands of the workforce.
Title: Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMK di Bandar Lampung
Description:
ABSTRAK
Perkembangan teknologi yang pesat menuntut dunia pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk terus beradaptasi dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Pemerintah Indonesia merespons kebutuhan ini dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang menggantikan kurikulum sebelumnya dan memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berbasis proyek.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) di SMK BLK Bandar Lampung, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan dampaknya terhadap proses pembelajaran.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di SMK BLK Bandar Lampung telah diterapkan melalui pembelajaran berbasis fase (Fase E dan F), dengan penekanan pada capaian pembelajaran yang mencakup keterampilan teknis dan non-teknis sesuai kebutuhan industri.
Kurikulum ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran.
Namun, terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya, seperti kesiapan tenaga pendidik, keterbatasan infrastruktur, serta beban administratif yang tinggi.
Kesimpulannya, meskipun Kurikulum Merdeka memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, diperlukan dukungan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ada guna mencapai tujuan pendidikan yang optimal dan relevan dengan perkembangan teknologi serta tuntutan dunia kerja.
ABSTRACT
The rapid advancement of technology demands the education sector, particularly Vocational High Schools (SMK), to continuously adapt in preparing competent and job-ready graduates.
The Indonesian government has responded to this need by implementing the Merdeka Curriculum, which replaces the previous curriculum with a more flexible, project-based learning approach.
This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in the Computer and Telecommunications Network Engineering (TJKT) program at SMK BLK Bandar Lampung, focusing on planning, execution, and its impact on the learning process.
A descriptive qualitative method was employed, with data collected through semi-structured interviews and field observations.
The findings indicate that the Merdeka Curriculum has been implemented through a phased learning model (Phase E and Phase F), emphasizing learning outcomes that include both technical and non-technical skills aligned with industry needs.
The curriculum also integrates the values of the Pancasila Student Profile within the learning process.
However, several challenges were identified during implementation, such as teacher readiness, limited infrastructure, and high administrative workload.
In conclusion, while the Merdeka Curriculum offers significant potential for improving the quality of vocational education, ongoing support is necessary to overcome existing obstacles in order to achieve optimal educational outcomes that are in line with technological developments and the demands of the workforce.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Studi ini membahas tentang perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada k...
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Protokol Kesehatan sebagai Upaya Preverentif Covid 19 pada Civitas Akademika di Universitas Malahayati Bandar Lampung
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Protokol Kesehatan sebagai Upaya Preverentif Covid 19 pada Civitas Akademika di Universitas Malahayati Bandar Lampung
ABSTRACT: ATTITUDE RELATIONSHIP WITH HEALTH PROTOCOL BEHAVIOR AS A PREVERENTIVE EFFORT FOR COVID 19 IN ACADEMIC CIVITY AT MALAHAYATI UNIVERSITY BANDAR LAMPUNG Introduction: Indone...
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Abstrak- Dalam rangka pemulihan pembelajaran pascapandemi, Kemendikbud secara resmi telah menerapkan kurikulum terbaru bertajuk merdeka belajar yang mulai di laksanakan pada tahun ...
PELATIHAN DASAR JARINGAN KOMPUTER UNTUK SISWA TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) SMK MIGAS INOVASI RIAU
PELATIHAN DASAR JARINGAN KOMPUTER UNTUK SISWA TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) SMK MIGAS INOVASI RIAU
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Migas Inovasi Riau beralamat di jalan garuda sakti km.3 Panam Pekanbaru adalah sekolah swasta yang berada dipinggir jalan utama ring road kota pekan...
KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) PADA KELAS VIII DI MTSN 1 TULUNGAGUNG
KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) PADA KELAS VIII DI MTSN 1 TULUNGAGUNG
The Merdeka curriculum is a new thing in the world of education. MTsN 1 Tulungagung is one of the madrasas that has implemented an Merdeka curriculum in its learning. This study ai...
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 5 PAGARALAM
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 5 PAGARALAM
Kurikulum pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dan selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Pada tahun 2022 mulai diterapkannya kurikulum baru yaitu...
Prevalensi Absensi Palmaris Longus Tendon Suku Lampung Pada Civitas Akademika Universitas Malahayati Bandar Lampung
Prevalensi Absensi Palmaris Longus Tendon Suku Lampung Pada Civitas Akademika Universitas Malahayati Bandar Lampung
ABSTRAK Latar Belakang : Perkembangan tendon Palmaris Longus sudah lengkap saat dilahirkan. Tendon Palmaris Longus tidak akan berkembang lagi sesudah itu. tendon Palmaris Longus se...

