Javascript must be enabled to continue!
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh korespondensi relasional pembaca terhadap pemenuhan pemustaka di UPT Perpustakaan Perguruan Tinggi Sultan Ageng Tirtayasa. Strategi yang diterapkan dalam eksplorasi ini adalah kuantitatif, yaitu metodologi korelasional yang melibatkan 335 pembaca di UPT Perpustakaan sebagai ujian yang diambil dengan menggunakan strategi ujian yang sesuai. Eksplorasi ini menggunakan pengujian instrumen dan investigasi ekspresif kuantitatif, relaps langsung lugas, dan pengujian teori yang melibatkan pemrograman SPSS for Windows. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mean insentif pada variabel korespondensi relasional kurator sebesar 49.423 dan pemenuhan klien sebesar 49.078, dengan nilai mean luar biasa sebesar 3.802 untuk korespondensi relasional dan 3.506 untuk pemenuhan klien.Hubungan relasional kurator sangat mempengaruhi pemenuhan klien di UPT Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Para analis mengusulkan agar kurator lebih mengembangkan kemampuan relasional, khususnya dalam bidang penerimaan dan keadilan. Selain itu, pengembangan kemampuan relasional lebih lanjut perlu dipertimbangkan mengingat kepuasan pemustaka masih lemah dalam daya tangkap, kualitas, afirmasi dan kasih sayang, yang nilai-nilainya bergerak ke arah rentang bawah.
Universitas Djuanda
Title: KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh korespondensi relasional pembaca terhadap pemenuhan pemustaka di UPT Perpustakaan Perguruan Tinggi Sultan Ageng Tirtayasa.
Strategi yang diterapkan dalam eksplorasi ini adalah kuantitatif, yaitu metodologi korelasional yang melibatkan 335 pembaca di UPT Perpustakaan sebagai ujian yang diambil dengan menggunakan strategi ujian yang sesuai.
Eksplorasi ini menggunakan pengujian instrumen dan investigasi ekspresif kuantitatif, relaps langsung lugas, dan pengujian teori yang melibatkan pemrograman SPSS for Windows.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa mean insentif pada variabel korespondensi relasional kurator sebesar 49.
423 dan pemenuhan klien sebesar 49.
078, dengan nilai mean luar biasa sebesar 3.
802 untuk korespondensi relasional dan 3.
506 untuk pemenuhan klien.
Hubungan relasional kurator sangat mempengaruhi pemenuhan klien di UPT Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Para analis mengusulkan agar kurator lebih mengembangkan kemampuan relasional, khususnya dalam bidang penerimaan dan keadilan.
Selain itu, pengembangan kemampuan relasional lebih lanjut perlu dipertimbangkan mengingat kepuasan pemustaka masih lemah dalam daya tangkap, kualitas, afirmasi dan kasih sayang, yang nilai-nilainya bergerak ke arah rentang bawah.
Related Results
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
ABSTRAK:Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan ...
Redesain Tata Ruang dan Kenyamanan Pustakawan dan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Airlangga
Redesain Tata Ruang dan Kenyamanan Pustakawan dan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Airlangga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upaya redesain yang telah dilakukan oleh manajemen Perpustakaan Universitas Airlangga sudah sesuai dengan keinginan pemustaka dan p...
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan pembiasa...
Rekonstruksi Peran Perpustakaan dan Intervensi Pustakawan kepada Pemustaka
Rekonstruksi Peran Perpustakaan dan Intervensi Pustakawan kepada Pemustaka
Pendahuluan. Dalam era teknologi informasi yang kemudian melahirkan teknologi disruptive perpustakaan menghadapi tantangan yang sangat berat. Banyak unit-unit usaha yang akhirnya g...
Rekonstruksi Peran Perpustakaan dan Intervensi Pustakawan kepada Pemustaka
Rekonstruksi Peran Perpustakaan dan Intervensi Pustakawan kepada Pemustaka
Pendahuluan. Dalam era teknologi informasi yang kemudian melahirkan teknologi disruptive perpustakaan menghadapi tantangan yang sangat berat. Banyak unit-unit usaha yang akhirnya g...
PERAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN INFORMASI DI UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MATARAM
PERAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN INFORMASI DI UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MATARAM
Perpustakaan merupakan institusi yang menyediakan jasa layanan informasi, sehingga kegiatan pelayanan merupakan ujung tombak kegiatan perpustakaan. Kualitas layanan perpustakaan sa...
Kredibilitas dan Daya Tarik Pustakawan Sebagai Komunikator Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pemustaka
Kredibilitas dan Daya Tarik Pustakawan Sebagai Komunikator Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pemustaka
Untuk dapat mengelola perpustakaan dengan baik, diperlukan pustakawan yang kredibel dan kompeten dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibi...
Penerapan Dupak Online bagi pustakawan di Kementerian Pertanian
Penerapan Dupak Online bagi pustakawan di Kementerian Pertanian
Prestasi kerja pustakawan ditunjukkan oleh keberhasilannya melaksanakan setiap butir kegiatan sebagaimana tertuang dalam Permenpan no. 9 tahun 2014 dan peraturan Kepala Perpustakaa...

