Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Dupak Online bagi pustakawan di Kementerian Pertanian

View through CrossRef
Prestasi kerja pustakawan ditunjukkan oleh keberhasilannya melaksanakan setiap butir kegiatan sebagaimana tertuang dalam Permenpan no. 9 tahun 2014 dan peraturan Kepala Perpustakaan Nasional No. 11 Tahun 2015. Untuk mendapatkan angka kredit, setiap pustakawan harus membuat daftar usul pengajuan angka kredit (DUPAK). Selama ini, pengusulan DUPAK yang dilakukan pustakawan sangat bervariasi. Ada pustakawan yang cepat mengumpulkan dupak, ada pustakawan yang kesulitan membuat DUPAK sehingga membutuhkn waktu yang lama bertahun-tahun, ada yang sama sekali sampai dengan batas akhir toleransi pengusulan DUPAK, yaitu lima tahun tahun masih juga tidak dapat membuat dupak bahkan berakhir dengan pemberhentian sebagai pejabat fungsional pustakawan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pemanfaatan aplikasi DUPAK online bagi pustakawan dalam menyusun DUPAK. Untuk meningkatkan kemudahan dan kecepatan proses penyusunan dan pengumpulan DUPAK pustakawan, DUPAK online dapat membantu para pustakawan di lingkungan Kementan. Bagi sekretariat TPJP aplikasi tersebut dapat mempercepat pengiriman DUPAK dari pustakawan dan penyediaan kebutuhan administrasi kepegawaian pustakawan. Namun untuk mencapai hal tersebut tim penilai perlu ditingkatkan kompetensinya dalam operasional terkomputerisasi. Pustakawan harus disiplin dalam menyusun DUPAK dengan cara setiap pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan dengan segera dientrikan ke dalam system, dan diperlukan sosialisasi lebih banyak untuk pustakawan, tim penilai dan anggota sekretariat TPJP sebelum aplikasi DUPAK Online diterapkan untuk semua pustakawan.
Title: Penerapan Dupak Online bagi pustakawan di Kementerian Pertanian
Description:
Prestasi kerja pustakawan ditunjukkan oleh keberhasilannya melaksanakan setiap butir kegiatan sebagaimana tertuang dalam Permenpan no.
9 tahun 2014 dan peraturan Kepala Perpustakaan Nasional No.
11 Tahun 2015.
Untuk mendapatkan angka kredit, setiap pustakawan harus membuat daftar usul pengajuan angka kredit (DUPAK).
Selama ini, pengusulan DUPAK yang dilakukan pustakawan sangat bervariasi.
Ada pustakawan yang cepat mengumpulkan dupak, ada pustakawan yang kesulitan membuat DUPAK sehingga membutuhkn waktu yang lama bertahun-tahun, ada yang sama sekali sampai dengan batas akhir toleransi pengusulan DUPAK, yaitu lima tahun tahun masih juga tidak dapat membuat dupak bahkan berakhir dengan pemberhentian sebagai pejabat fungsional pustakawan.
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pemanfaatan aplikasi DUPAK online bagi pustakawan dalam menyusun DUPAK.
Untuk meningkatkan kemudahan dan kecepatan proses penyusunan dan pengumpulan DUPAK pustakawan, DUPAK online dapat membantu para pustakawan di lingkungan Kementan.
Bagi sekretariat TPJP aplikasi tersebut dapat mempercepat pengiriman DUPAK dari pustakawan dan penyediaan kebutuhan administrasi kepegawaian pustakawan.
Namun untuk mencapai hal tersebut tim penilai perlu ditingkatkan kompetensinya dalam operasional terkomputerisasi.
Pustakawan harus disiplin dalam menyusun DUPAK dengan cara setiap pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan dengan segera dientrikan ke dalam system, dan diperlukan sosialisasi lebih banyak untuk pustakawan, tim penilai dan anggota sekretariat TPJP sebelum aplikasi DUPAK Online diterapkan untuk semua pustakawan.

Related Results

PERAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN INFORMASI DI UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MATARAM
PERAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN INFORMASI DI UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MATARAM
Perpustakaan merupakan institusi yang menyediakan jasa layanan informasi, sehingga kegiatan pelayanan merupakan ujung tombak kegiatan perpustakaan. Kualitas layanan perpustakaan sa...
PUSTAKAWAN, TUNJUKKAN GREGETMU!
PUSTAKAWAN, TUNJUKKAN GREGETMU!
AbstrakEra lama Pustakawan akan segera berakhir. Pustakawan berparadigma baru sudah saatnya menghidup-cerahkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpusta...
Kredibilitas dan Daya Tarik Pustakawan Sebagai Komunikator Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pemustaka
Kredibilitas dan Daya Tarik Pustakawan Sebagai Komunikator Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pemustaka
Untuk dapat mengelola perpustakaan dengan baik, diperlukan pustakawan yang kredibel dan kompeten dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibi...
Urgensi Penguasaan Aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) oleh Pustakawan: Kasus di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara
Urgensi Penguasaan Aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) oleh Pustakawan: Kasus di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara
Aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) menawarkan peluang besar bagi pustakawan untuk meningkatkan layanan perpustakaan dan mengelola informasi secara lebih efisien. Penelitian ini bertuj...
Penerapan Literasi Informasi oleh Pustakawan di Perpustakaan Sekolah
Penerapan Literasi Informasi oleh Pustakawan di Perpustakaan Sekolah
Kemampuan literasi informasi merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh pustakawan karena pustakawan bertugas untuk menerapkan kemampuan tersebut kepada pemustaka di perpu...
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
ABSTRAK:Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan ...
PENINGKATAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN SEKOLAH MELALUI KERJASAMA PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL DENGAN DISPUSIPDA JABAR
PENINGKATAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN SEKOLAH MELALUI KERJASAMA PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL DENGAN DISPUSIPDA JABAR
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini mengubah perpustakaan sekolah dalam mendukung pendidikan dan akses informasi. pelatihan pustakawan sekolah menjadi kunci unt...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...

Back to Top