Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TARI BRAMASTRA KARYA WAHYU SANTOSO PRABOWO DALAM PANDANGAN METAFORA

View through CrossRef
Abstrak Tari Bramastra merupakan tari yang tergolong dalam tari alus tunggal gaya Surakarta yang disusun oleh Wahyu Santoso Prabowo pada tahun 1984. Tari Bramastra dapat dibawakan oleh penari perempuan maupun laki-laki dengan durasi 10 menit 50 detik. Terbentuknya tari Bramastra berawal dari keadaan yang mengancam umat manusia dengan adanya penciptaan sebuah senjata nuklir dan rudal yang berkekuatan dahsyat. Senjata ini kemudian disetarakan dengan senjata yang ada dalam cerita wayang yaitusenjata Bramastra yang hanya dimiliki oleh Batara Brama (dewa api) yang diturunkan kepada Arjuna. Permasalahan dalam pembahasan penelitian diantaranya bagaimana koreografi Bramastra karya Wahyu Santoso Prabowo dan bagaimana makna tari Bramastra karya Wahyu Santoso Prabowo dipandang dari analisis metafora. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan bentuk, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan caraobservasi, wawancara, dan studi pustaka. Landasan teori yang digunakan adalah landasan teori dari Y. Sumandiyo Hadi dan Anton M. Moeliono. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan yaitu makna yang terkandung dalam tari Bramastra adalah bahwa dalam menggunakan sebuah senjata harus ada perhitungan yang matang sehingga dapat terfikirkan bagaimana dampak dan akibat yang terjadi dari senjata tersebut, dan apabila senjata sudah memenuhi target dari fungsi yang diinginkan akan berakhir dengan sifat yang buruk yaitu munculnya sifat sombong atau congkak karena apa yang diinginkan sudah terpenuhi.Kata kunci : Tari Bramastra, Metafora, Makna. Abstract Bramastra dance is a dance that belongs to a single style Solo solus dance composed by Wahyu Santoso Prabowo in 1984. Bramastra dance can be performed by female and male dancers with a duration of 10 minutes 50 seconds. The formation of Bramastra dance begins with a state that threatens mankind with the creation of a powerful nuclear weapon and missile. This weapon is then synonymous with weapons that exist in the puppet story that is Bramastra weapon that is only owned by Batara Brama (god of fire) is passed down to Arjuna.Problems in the discussion of research such as how the choreography Bramastra work of Wahyu Santoso Prabowo and how the meaning of dance Bramastra Wahyu Santoso Prabowo work is viewed from the analysis of meta- phor. Writing this essay using qualitative research methods with a form approach, namely data collection conducted by way of observation, interview, and literature study. The theoretical basis  used is the theoretical basis of Y. Sumandiyo Hadi and Anton M. Moeliono.The result of the research can be concluded that the meaning contained in Bramastra dance is that in using a weapon there must be a mature calculation so that it can think how the impact and effect of the weapon, and if the weapon has met the target of the desired function will end with the nature the bad is the appearance of arrogance or arrogance because what is desired has been fulfilled.Keywords: Bramastra Dance, Metaphor, Meaning.
Institut Seni Indonesia Surakarta
Title: TARI BRAMASTRA KARYA WAHYU SANTOSO PRABOWO DALAM PANDANGAN METAFORA
Description:
Abstrak Tari Bramastra merupakan tari yang tergolong dalam tari alus tunggal gaya Surakarta yang disusun oleh Wahyu Santoso Prabowo pada tahun 1984.
Tari Bramastra dapat dibawakan oleh penari perempuan maupun laki-laki dengan durasi 10 menit 50 detik.
Terbentuknya tari Bramastra berawal dari keadaan yang mengancam umat manusia dengan adanya penciptaan sebuah senjata nuklir dan rudal yang berkekuatan dahsyat.
Senjata ini kemudian disetarakan dengan senjata yang ada dalam cerita wayang yaitusenjata Bramastra yang hanya dimiliki oleh Batara Brama (dewa api) yang diturunkan kepada Arjuna.
Permasalahan dalam pembahasan penelitian diantaranya bagaimana koreografi Bramastra karya Wahyu Santoso Prabowo dan bagaimana makna tari Bramastra karya Wahyu Santoso Prabowo dipandang dari analisis metafora.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan bentuk, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan caraobservasi, wawancara, dan studi pustaka.
Landasan teori yang digunakan adalah landasan teori dari Y.
Sumandiyo Hadi dan Anton M.
Moeliono.
Hasil dari penelitian dapat disimpulkan yaitu makna yang terkandung dalam tari Bramastra adalah bahwa dalam menggunakan sebuah senjata harus ada perhitungan yang matang sehingga dapat terfikirkan bagaimana dampak dan akibat yang terjadi dari senjata tersebut, dan apabila senjata sudah memenuhi target dari fungsi yang diinginkan akan berakhir dengan sifat yang buruk yaitu munculnya sifat sombong atau congkak karena apa yang diinginkan sudah terpenuhi.
Kata kunci : Tari Bramastra, Metafora, Makna.
 Abstract Bramastra dance is a dance that belongs to a single style Solo solus dance composed by Wahyu Santoso Prabowo in 1984.
Bramastra dance can be performed by female and male dancers with a duration of 10 minutes 50 seconds.
The formation of Bramastra dance begins with a state that threatens mankind with the creation of a powerful nuclear weapon and missile.
This weapon is then synonymous with weapons that exist in the puppet story that is Bramastra weapon that is only owned by Batara Brama (god of fire) is passed down to Arjuna.
Problems in the discussion of research such as how the choreography Bramastra work of Wahyu Santoso Prabowo and how the meaning of dance Bramastra Wahyu Santoso Prabowo work is viewed from the analysis of meta- phor.
Writing this essay using qualitative research methods with a form approach, namely data collection conducted by way of observation, interview, and literature study.
The theoretical basis  used is the theoretical basis of Y.
Sumandiyo Hadi and Anton M.
Moeliono.
The result of the research can be concluded that the meaning contained in Bramastra dance is that in using a weapon there must be a mature calculation so that it can think how the impact and effect of the weapon, and if the weapon has met the target of the desired function will end with the nature the bad is the appearance of arrogance or arrogance because what is desired has been fulfilled.
Keywords: Bramastra Dance, Metaphor, Meaning.

Related Results

Bentuk Metafora dalam Puisi Karya Mahdi Idris
Bentuk Metafora dalam Puisi Karya Mahdi Idris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk metafora dalam puisi karya Mahdi Idris. Metode penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penel...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
SIMBOL METAFORA DALAM LIRIK LAGU BTS PADA ALBUM BTS, THE BEST (Kajian Semiotik)
SIMBOL METAFORA DALAM LIRIK LAGU BTS PADA ALBUM BTS, THE BEST (Kajian Semiotik)
Simbol merupakan komponen yang harus ada dan jelas dalam puisi, karena jika tidak ada, suatu karya tersebut tidak dapat dikatakan sebuah puisi. Tujuan dalam penelitian ini adalah m...
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Abstrak Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan. Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah k...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...

Back to Top