Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REHABILITASI MEDIK PADA PENDERITA DISFAGIA

View through CrossRef
Abstract: Dysphagia is a common symptom in clinical pratice, suffered by all age groups, and associated with multiple systemic disorders, inter alia: diabetes mellitus, hyperthyroidism, lupus erythematosus, dermatomyositis, stroke, as well as Parkinson’s and Alzheimer’s diseases. The diagnosis of dysphagia is based on anamnesis, physical examination (including examination of the patient during eating or drinking), and supporting examination, such as videofluorographic swallowing study (VFSS) and fiberoptic endoscopic evaluation of swallowing (FEES). The management of dysphagia in the medical rehabilitation field requires a teamwork consisting of a physical therapist, a speech therapist, an occupational therapist, rehabilitation nurses, as well as a nutritionist and several other specialists. The occurence of dysphagia is closely connected with malnutrition, dehydration, respiratory tract infections, duration of hospitalization, and even death. Therefore, early diagnosis and treatment are very important in the management of dysphagia.Keywords: dysphagia, rehabilitationAbstrak: Disfagia sering ditemukan dalam praktek klinik, dan bisa diderita oleh semua kelompok usia dan berhubungan dengan multiple systemic disorders, antara lain diabetes melitus, hipertiroidisme, lupus eritematosus, dermatomiositis, stroke, serta penyakit Parkinson dan Alzheimer. Diagnosis disfagia ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik (termasuk pemeriksaan saat penderita makan atau minum), dan pemeriksaan penunjang seperti videofluroskopi dan fiberoptic endoscopic evaluation of swallowing (FEES). Penanganan dalam bidang rehabilitasi medik membutuhkan kerjasama tim yang terdiri dari seorang dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, ahli terapi bicara, ahli terapi okupasi, perawat rehabilitasi, dan juga membutuhkan kerjasama dengan seorang ahli gizi dan beberapa bidang spesialisasi yang lain. Disfagia sangat berhubungan dengan terjadinya malnutrisi, infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, bertambahnya jumlah hari rawat, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan dini sangat dibutuhkan dalam penatalaksanaan disfagia.Kata kunci: disfagia, rehabilitasi
Title: REHABILITASI MEDIK PADA PENDERITA DISFAGIA
Description:
Abstract: Dysphagia is a common symptom in clinical pratice, suffered by all age groups, and associated with multiple systemic disorders, inter alia: diabetes mellitus, hyperthyroidism, lupus erythematosus, dermatomyositis, stroke, as well as Parkinson’s and Alzheimer’s diseases.
The diagnosis of dysphagia is based on anamnesis, physical examination (including examination of the patient during eating or drinking), and supporting examination, such as videofluorographic swallowing study (VFSS) and fiberoptic endoscopic evaluation of swallowing (FEES).
The management of dysphagia in the medical rehabilitation field requires a teamwork consisting of a physical therapist, a speech therapist, an occupational therapist, rehabilitation nurses, as well as a nutritionist and several other specialists.
The occurence of dysphagia is closely connected with malnutrition, dehydration, respiratory tract infections, duration of hospitalization, and even death.
Therefore, early diagnosis and treatment are very important in the management of dysphagia.
Keywords: dysphagia, rehabilitationAbstrak: Disfagia sering ditemukan dalam praktek klinik, dan bisa diderita oleh semua kelompok usia dan berhubungan dengan multiple systemic disorders, antara lain diabetes melitus, hipertiroidisme, lupus eritematosus, dermatomiositis, stroke, serta penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Diagnosis disfagia ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik (termasuk pemeriksaan saat penderita makan atau minum), dan pemeriksaan penunjang seperti videofluroskopi dan fiberoptic endoscopic evaluation of swallowing (FEES).
Penanganan dalam bidang rehabilitasi medik membutuhkan kerjasama tim yang terdiri dari seorang dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, ahli terapi bicara, ahli terapi okupasi, perawat rehabilitasi, dan juga membutuhkan kerjasama dengan seorang ahli gizi dan beberapa bidang spesialisasi yang lain.
Disfagia sangat berhubungan dengan terjadinya malnutrisi, infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, bertambahnya jumlah hari rawat, dan bahkan kematian.
Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan dini sangat dibutuhkan dalam penatalaksanaan disfagia.
Kata kunci: disfagia, rehabilitasi.

Related Results

PELAYANAN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KEDIRI
PELAYANAN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KEDIRI
Pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di kabupaten Kediri, dalam mengatasi pecandu narkotika, meski ada hambatan yang dihadapi, terutama masalah sarana dan prasarana reha...
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO
Abstract: osteoarthritis is derived from greek meaning bone, arthro meaning joint and itis meaning inflammation. Osteoarthritis is a degenerative joint disease that is chronic,prog...
Pengaruh Skrining Disfagia pada Pasien Stroke Akut: A Systematic Review
Pengaruh Skrining Disfagia pada Pasien Stroke Akut: A Systematic Review
Stroke merupakatern gangguan neorologis yaitu gangguan disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem saraf gangguan aliran darah serebral, yang bisa muncul tiba-tiba dalam beberapa kas...
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
ABSTRAKPenderita stroke dapat mengalami gangguan motorik. Setelah melewati masa akut, penderita stroke yang mengalami gangguan motorik diharapkan menjalani program rehabilitasi mot...
Studi Observasi Penerapan Teknik Aseptik Dalam Pembedahan Pada Layanan Praktik Medik Veteriner Di Klinik Hewan Kota Kupang
Studi Observasi Penerapan Teknik Aseptik Dalam Pembedahan Pada Layanan Praktik Medik Veteriner Di Klinik Hewan Kota Kupang
Teknik aseptik merupakan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh pasien maupun operator. Dalam teknik aseptik, penerapan aspek-aspek di l...
TRAQUEOSTOMIA E A PREDISPOSIÇÃO À DISFAGIA
TRAQUEOSTOMIA E A PREDISPOSIÇÃO À DISFAGIA
A colocação de traqueostomia é uma intervenção médica frequentemente usada para pessoas com condições respiratórias complexas. Dada a localização anatômica de uma traqueostomia e a...
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan kar...
Survival Rate Penderita Kanker Serviks Stadium IIIB Menurut Jenis Hispatologi dan Usia
Survival Rate Penderita Kanker Serviks Stadium IIIB Menurut Jenis Hispatologi dan Usia
Latar Belakang: Statistik kelangsungan hidup membantu memprediksi peluang bertahan hidup penderita kanker. Hispatologi dan usia penderita masih menjadi perdebatan apakah kedua vari...

Back to Top