Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kestabilan Habitat Lamun Ditinjau Dari Komposisi dan Kepadatan Jenis

View through CrossRef
<em>Seagrasses habitats have both physical and ecological functions that support adjacent waters qualities and its dwelling organisms. There are varies of pressure on seagrass environmental, especially due to people activities that could decrease its function and habitat stabilities. The study aimed to determine about seagrass habitat stabilities from its species composition and/or densities. Line transect-plots and exploration methods were used in five locations of Manokwari coastal waters, that were, Andai, Rendani, Wosi, Briosi, and Tanjung Manggewa. There are five pioneer species (Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, H. uninervis, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis) and 3 climax species (Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii). The pioneer only found in Andai and Wosi, however both pioneer and climax encountered in three other locations. In Rendani and Tanjung Manggewa higher density of climax species (T. hemprichii) were 617.7 and 828.0 stands m-2, respectively, although in Briosi the higher pioneer (C. rotundata) of 570.7 stands m-2. These conditions showed that seagrass habitat in Rendani and Tanjung Manggewa are more stable compared to Briosi, as well as Andai and Wosi. It concluded that pioneer species found in newly formed habitat or disturbed, on the other hand, climax in more stable habitat.</em>
Title: Kestabilan Habitat Lamun Ditinjau Dari Komposisi dan Kepadatan Jenis
Description:
<em>Seagrasses habitats have both physical and ecological functions that support adjacent waters qualities and its dwelling organisms.
There are varies of pressure on seagrass environmental, especially due to people activities that could decrease its function and habitat stabilities.
The study aimed to determine about seagrass habitat stabilities from its species composition and/or densities.
Line transect-plots and exploration methods were used in five locations of Manokwari coastal waters, that were, Andai, Rendani, Wosi, Briosi, and Tanjung Manggewa.
There are five pioneer species (Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, H.
uninervis, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis) and 3 climax species (Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii).
The pioneer only found in Andai and Wosi, however both pioneer and climax encountered in three other locations.
In Rendani and Tanjung Manggewa higher density of climax species (T.
hemprichii) were 617.
7 and 828.
0 stands m-2, respectively, although in Briosi the higher pioneer (C.
rotundata) of 570.
7 stands m-2.
These conditions showed that seagrass habitat in Rendani and Tanjung Manggewa are more stable compared to Briosi, as well as Andai and Wosi.
It concluded that pioneer species found in newly formed habitat or disturbed, on the other hand, climax in more stable habitat.
</em>.

Related Results

Lamun merupakan penyerap karbon terbesar kedua setelah terumbu karang di laut, dan sebagai penangkap sedimen yang menuju ke laut jadi lamun dapat dijadikan sebagai penyeimbang sega...
PENGARUH PERBEDAAN pH PERAIRAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN LAMUN JENIS Cymodocea rotundata
PENGARUH PERBEDAAN pH PERAIRAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN LAMUN JENIS Cymodocea rotundata
Penggunaan bahan bakar fosil yang terus berlangsung akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer. Asidifikasi laut terjadi akibat CO2 yang berada di atmosfer berd...
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), PERSEN LEMAK TUBUH, ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPADATAN TULANG PADA REMAJA PUTRI
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), PERSEN LEMAK TUBUH, ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPADATAN TULANG PADA REMAJA PUTRI
Latar Belakang : Kepadatan tulang yang rendah saat remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang diantaranya...
IDENTIFIKASI KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN HIERARCHICAL CLUSTERING
IDENTIFIKASI KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN HIERARCHICAL CLUSTERING
Penelitian ini menerapkan algoritma hierarchical clustering untuk mengidentifikasi pola kepadatan penduduk di Jawa Barat (18 kabupaten, 9 kota) sebagai dasar penanggulangan bencana...
Keanekaragaman Jenis-Jenis Lamun Di Indonesia
Keanekaragaman Jenis-Jenis Lamun Di Indonesia
Lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup terendam dalam kolom air dan berkembang dengan baik di perairan laut dangkal dan estuari. Tumbuhan lamun terdiri dari daun,...
Analisis Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) di Pantai Cibako
Analisis Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) di Pantai Cibako
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, tingkat keragaman, kerapatan dan kerimbunan jenis lamun yang ada di Pantai Cibako. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah...
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Penelitian ini dilakukan dengan membagi rumusan masalah menjadi 2 bagian yaitu bagaimana karakteristik lalu lintas (arus, kecepatan, dan kepadatan) di jalan Tol Jagorawi arah Bogor...
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit sengon laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan A...

Back to Top