Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KEANEKARAGAMAN JENIS POHON SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR KESEHATAN HUTAN KONSERVASI
View through CrossRef
Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) memiliki ekosistem lengkap mulai dari ekosistem pantai, hutan hujan dataran rendah sampai hutan hujan pegunungan serta potensi sumber daya alam hayati dan non hayati yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indikator – indikator kesehatan hutan di Resort Biha, Ngambur, dan Pemerihan di TNBBS dan menganalisis status kesehatan hutan di Resort Biha, Ngambur, dan Pemerihan di TNBBS. Penelitian dilaksanakan dengan menilai kesehatan hutan dengan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai kemerataan di Resort Biha, Ngambur dan Pemerihan tergolong tinggi dengan besaran menujukkan nilai E’>0,6. Perhitungan simpanan karbon diperoleh bahwa rata-rata simpanan karbon di Resort Biha sebesar 314,68 ton c/ha. Penilaian kesehatan hutan pada lokasi penelitian menunjukkan biodiversitas mempunyai nilai 0,484 (48,4%), simpanan karbon mempunyai nilai 0,177 (17,7%), kualitas tapak mempunyai nilai 0,140 (14,0%), vitalitas mempunyai nilai 0,108 (10,8%), dan produktivitas mempunyai nilai 0,093 (9,30%).Keyword: Forest Health Monitoring (FHM); keanekaragaman; kesehatan hutan
Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin (Forestry Faculty, Hassannuddin Univ)
Title: ANALISIS KEANEKARAGAMAN JENIS POHON SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR KESEHATAN HUTAN KONSERVASI
Description:
Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) memiliki ekosistem lengkap mulai dari ekosistem pantai, hutan hujan dataran rendah sampai hutan hujan pegunungan serta potensi sumber daya alam hayati dan non hayati yang cukup tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indikator – indikator kesehatan hutan di Resort Biha, Ngambur, dan Pemerihan di TNBBS dan menganalisis status kesehatan hutan di Resort Biha, Ngambur, dan Pemerihan di TNBBS.
Penelitian dilaksanakan dengan menilai kesehatan hutan dengan metode Forest Health Monitoring (FHM).
Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai kemerataan di Resort Biha, Ngambur dan Pemerihan tergolong tinggi dengan besaran menujukkan nilai E’>0,6.
Perhitungan simpanan karbon diperoleh bahwa rata-rata simpanan karbon di Resort Biha sebesar 314,68 ton c/ha.
Penilaian kesehatan hutan pada lokasi penelitian menunjukkan biodiversitas mempunyai nilai 0,484 (48,4%), simpanan karbon mempunyai nilai 0,177 (17,7%), kualitas tapak mempunyai nilai 0,140 (14,0%), vitalitas mempunyai nilai 0,108 (10,8%), dan produktivitas mempunyai nilai 0,093 (9,30%).
Keyword: Forest Health Monitoring (FHM); keanekaragaman; kesehatan hutan.
Related Results
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON LOKAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG REGISTER 31, KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG KOTA AGUNG UTARA, PROVINSI LAMPUNG
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON LOKAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG REGISTER 31, KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG KOTA AGUNG UTARA, PROVINSI LAMPUNG
Keanekaragaman jenis-jenis pohon lokal penting dalam pemilihan jenis pohon untuk reboisasi kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis pohon lokal...
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawa...
PENILAIAN KESEHATAN HUTAN BERDASARKAN INDIKATOR BIODIVERSITAS PADA BLOK PEMANFAATAN TAHURA WAR
PENILAIAN KESEHATAN HUTAN BERDASARKAN INDIKATOR BIODIVERSITAS PADA BLOK PEMANFAATAN TAHURA WAR
The level of biodiversity in a forest area, especially in the TAHURA WAR Utilization Block, needs to be known to assess the health level of the forest, especially because the block...
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Salah satu strategi dalam upaya rehabilitasi hutan lindung adalah pemilihan jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang tepat. Selain sesuai dengan lokasi yang akan direhabilitasi, je...
KARAKTERISTIK KERUSAKAN HUTAN RAWA GAMBUT TROPIS TERDEGRADASI DI KALIMANTAN TENGAH
KARAKTERISTIK KERUSAKAN HUTAN RAWA GAMBUT TROPIS TERDEGRADASI DI KALIMANTAN TENGAH
Peat swamp forest concessions and managements in Central Kalimantan have caused forest degradation resulting in the occurrence of forest fragmentation. The efforts on ecosystem res...
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI (ORDO ANURA) DI KAWASAN HUTAN RUMAH PELANGI SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI (ORDO ANURA) DI KAWASAN HUTAN RUMAH PELANGI SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Rumah Pelangi forest area has an area of 105 ha, made to preserve and maintain the biodiversity in the surrounding environment including types of amphibians. The research aims to r...
Inventarisasi Pohon Peneduh Jalan di Jalan Raya Kota Bima
Inventarisasi Pohon Peneduh Jalan di Jalan Raya Kota Bima
Pohon peneduh jalan merupakan pohon yang berada di pinggir jalan yang berfungsi sebagai paru-paru kota karena tumbuhan tersebut menghasilkan gas oksigen yang dibutuhkan oleh semua ...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...

