Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI GAYA BAHASA SEBAGAI CERMINAN KEARIFAN LOKAL BAHASA KAILI

View through CrossRef
AbstrakKearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnik tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat. Namun setakat ini, kearifan lokal tersebut seakan tenggelam tergerus oleh pengaruh budaya asing. Dengan mengungkapkan kearifan lokal pada ungkapan gaya bahasa dalam bahasa Kaili, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna kearifan lokal dalam ungkapan gaya bahasa dalam bahasa Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  penyediaan data,  analisis data, dan penyajian hasil analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam bentuk ungkapan gaya bahasa  dalam bahasa Kaili yang  dapat dijadikan sebagai keraifan lokal masyarakat Kaili adalah gaya bahasa  berdasarkan makna seperti  eufemisme, persamaan atau simile,  metafora,  personifikasi,  eponim dan ironi. Fungsi dan  makna   dalam  ungkapan gaya bahasa  Kaili  masih tetap relavan  untuk dijadikan sebagai bentuk  kearifan lokal oleh masyarakat etnik Kaili.  Adapun fungsi  gaya bahasa tersebut sebagai alat pengendali  dan pengawas norma  sosial, alat komunikasi, alat pengendali masyarakat, alat pendidikan anak, serta sarana pemeliharaan  dan pemerkuat  kerukunan antarummat beragama dan antaretnik. Makna ungkapan tersebut   dijadiakan sebagai media kearifan lokal  oleh orang tua, pemuka agama,  tokoh masyarakat dalam menyampaikan nasihat,  larangan, dan ajaran agama.AbstractLocal culture was human intelligence which was owned by ethnicity community which was gotten through society experiences but now, the local culture as if downing  by effect of foreign culture. By using local culture in language style expression in kalinese language, this research purposed to describe form, meaning and function of local culture in expression of language style in kalinese language. The method which was used in this research was data provision of data, data analysis, and presentation of analysis result. The analysis result showed that  local culture in language expression form in kailinese language which could be made as local culture of kailinese was language style based on its meaning, such as eufemisme, similarity or smile, metaphor, personification, eponym, and irony. Function and meaning in expression of kailinese language style still relevant to be made as form of local culture by kailinese ethnicity society. As for its function of language style as tool of controller and supervisor of social norm, tool of communication, tool of society controller, tool of child education, maintenance facilities and strengthen of harmony between religious society and between interethnic. That meaning was made as media of local culture by parents, religious leader, public figure in giving advice, forbidden and religious teaching.  
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Title: BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI GAYA BAHASA SEBAGAI CERMINAN KEARIFAN LOKAL BAHASA KAILI
Description:
AbstrakKearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnik tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat.
Namun setakat ini, kearifan lokal tersebut seakan tenggelam tergerus oleh pengaruh budaya asing.
Dengan mengungkapkan kearifan lokal pada ungkapan gaya bahasa dalam bahasa Kaili, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna kearifan lokal dalam ungkapan gaya bahasa dalam bahasa Kaili.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  penyediaan data,  analisis data, dan penyajian hasil analisis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam bentuk ungkapan gaya bahasa  dalam bahasa Kaili yang  dapat dijadikan sebagai keraifan lokal masyarakat Kaili adalah gaya bahasa  berdasarkan makna seperti  eufemisme, persamaan atau simile,  metafora,  personifikasi,  eponim dan ironi.
Fungsi dan  makna   dalam  ungkapan gaya bahasa  Kaili  masih tetap relavan  untuk dijadikan sebagai bentuk  kearifan lokal oleh masyarakat etnik Kaili.
  Adapun fungsi  gaya bahasa tersebut sebagai alat pengendali  dan pengawas norma  sosial, alat komunikasi, alat pengendali masyarakat, alat pendidikan anak, serta sarana pemeliharaan  dan pemerkuat  kerukunan antarummat beragama dan antaretnik.
Makna ungkapan tersebut   dijadiakan sebagai media kearifan lokal  oleh orang tua, pemuka agama,  tokoh masyarakat dalam menyampaikan nasihat,  larangan, dan ajaran agama.
AbstractLocal culture was human intelligence which was owned by ethnicity community which was gotten through society experiences but now, the local culture as if downing  by effect of foreign culture.
By using local culture in language style expression in kalinese language, this research purposed to describe form, meaning and function of local culture in expression of language style in kalinese language.
The method which was used in this research was data provision of data, data analysis, and presentation of analysis result.
The analysis result showed that  local culture in language expression form in kailinese language which could be made as local culture of kailinese was language style based on its meaning, such as eufemisme, similarity or smile, metaphor, personification, eponym, and irony.
Function and meaning in expression of kailinese language style still relevant to be made as form of local culture by kailinese ethnicity society.
As for its function of language style as tool of controller and supervisor of social norm, tool of communication, tool of society controller, tool of child education, maintenance facilities and strengthen of harmony between religious society and between interethnic.
That meaning was made as media of local culture by parents, religious leader, public figure in giving advice, forbidden and religious teaching.
 .

Related Results

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
BUDAYA SINTUVU MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH [THE SINTUVU CULTURE OF THE KAILI PEOPLE IN CENTRAL SULAWESI]
BUDAYA SINTUVU MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH [THE SINTUVU CULTURE OF THE KAILI PEOPLE IN CENTRAL SULAWESI]
Penelitian ini merupakan refleksi kritis tentang budaya sintuvu masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah. Kajian budaya sintuvu dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat dewasa ini yang ...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...

Back to Top