Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Interior Cottage Dengan Eksplorasi Budaya Suku Dayak

View through CrossRef
Indonesia memiliki ragam budaya yang kaya, termasuk budaya suku Dayak. Globalisasi dan kehidupan modern berdampak pada budaya dan adat istiadat suku Dayak, yang lambat laun mulai ditinggalkan. Penulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempertahankan budaya Nusantara, khususnya budaya Dayak, yang tercermin dalam interior cottage. Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri, begitu pula dengan kualitas dan kuantitas fasilitas dan infrastruktur, termasuk cottage. Back-to-Nature menjadi konsep untuk mendesain cottage dengan memasukkan unsur budaya Dayak ke dalamnya sehingga wisatawan dapat merasakan ketenangan dan keaslian alam sekaligus mengetahui dan menghormati warisan budaya Dayak. Salah satu cara seorang desainer interior untuk menunjukkan rasa hormat terhadap budaya adalah dengan memasukkan aspek-aspek budaya ke dalam konsep desain interior. Penelitian ini, yang memasukkan cottage sebagai salah satu penginapan wisata, memiliki potensi untuk berkontribusi pada keberlangsungan budaya lokal dan pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Metode desain yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari studi literatur dan sumber internet dan dianalisis secara sistematis, sehingga menghasilkan luaran berupa gambar kerja desain cottage yang sesuai dengan konsep Back-to-Nature dengan pengaruh budaya Dayak.
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Title: Perancangan Interior Cottage Dengan Eksplorasi Budaya Suku Dayak
Description:
Indonesia memiliki ragam budaya yang kaya, termasuk budaya suku Dayak.
Globalisasi dan kehidupan modern berdampak pada budaya dan adat istiadat suku Dayak, yang lambat laun mulai ditinggalkan.
Penulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempertahankan budaya Nusantara, khususnya budaya Dayak, yang tercermin dalam interior cottage.
Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri, begitu pula dengan kualitas dan kuantitas fasilitas dan infrastruktur, termasuk cottage.
Back-to-Nature menjadi konsep untuk mendesain cottage dengan memasukkan unsur budaya Dayak ke dalamnya sehingga wisatawan dapat merasakan ketenangan dan keaslian alam sekaligus mengetahui dan menghormati warisan budaya Dayak.
Salah satu cara seorang desainer interior untuk menunjukkan rasa hormat terhadap budaya adalah dengan memasukkan aspek-aspek budaya ke dalam konsep desain interior.
Penelitian ini, yang memasukkan cottage sebagai salah satu penginapan wisata, memiliki potensi untuk berkontribusi pada keberlangsungan budaya lokal dan pertumbuhan pariwisata di Indonesia.
Metode desain yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari studi literatur dan sumber internet dan dianalisis secara sistematis, sehingga menghasilkan luaran berupa gambar kerja desain cottage yang sesuai dengan konsep Back-to-Nature dengan pengaruh budaya Dayak.

Related Results

MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Bahasa merupakan aspek terpenting dalam hidup setiap individu. Bahasa adalah sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Dengan m...
Keberagaman Budaya Antar Suku Dayak-Suku Banjar di Kalimantan
Keberagaman Budaya Antar Suku Dayak-Suku Banjar di Kalimantan
Indonesia mempunyai daerah geografis yang sangat luas dengan keragaman budaya dan tata cara yangberagam. Indonesia terdiri berdasarkan ribuan tata cara dan suku yang berbeda-beda. ...
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
ABSTRACT Character education is one of the activities that aims to educate future generations by perfecting students self by training their self-ability towards a better life...
FILOSOFI LADANG SEBAGAI NYAWA MANUSIA DAYAK
FILOSOFI LADANG SEBAGAI NYAWA MANUSIA DAYAK
Kajian ini membahas tentang filosofi medan sebagai kehidupan manusia Dayak. Kehidupan masyarakat Dayak atau suku Dayak tidak lepas dari ladang sebagai sumber pangan utama suku Daya...
Strategi Perintisan Jemaat terhadap suku dayak dalam Adat Buromak di Kacamatan Noyan
Strategi Perintisan Jemaat terhadap suku dayak dalam Adat Buromak di Kacamatan Noyan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis sebuah adat Buromak Suku Dayak Bisomu sebagai strategi Kontekstualisi pemberitaan Injil keselamatan yang berasal dari Allah. Pe...
Studi In Silico Potensi Metabolit Sekunder Eleutherine palmifolia (L.) Merr. sebagai Inhibitor Protein E6 dan E7 dari Human Papilloma Virus
Studi In Silico Potensi Metabolit Sekunder Eleutherine palmifolia (L.) Merr. sebagai Inhibitor Protein E6 dan E7 dari Human Papilloma Virus
Abstract—Human Papilloma Virus (HPV), especially variants 16 and 18, are the causative agents of cervicals cancer. The E6 and E7 proteins are known to play a role in the cervical c...
PENGIKAT TOLERANSI SUKU DAYAK TOMUN ARUT
PENGIKAT TOLERANSI SUKU DAYAK TOMUN ARUT
Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa melalui tari babukung yang ada di dalam suku Dayak Tomun Arut menghasilkan implementasi toleransi yang saling mengikat antara bu...

Back to Top