Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT XYZ

View through CrossRef
Perencanaan kebutuhan tenaga Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah proses sistematis dalam upaya menetapkan jumlah, jenis, dan kualifikasi SDMK yang dibutuhkan sesuai kondisi suatu wilayah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Beban kerja adalah banyaknya jenis pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tenaga kesehatan professional dalam satu tahun pada satu sarana pelayanan kesehatan. Pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian di Unit RMIK Rumah Sakit XYZ dimana semua petugas rekam medis merangkap kegiatan yang ada di unit RMIK karena kekurangan tenaga. Kegiatan pengkodean penyakit dan tindakan belum dilaksanakan karena tidak ada petugas yang mengerjakan kegiatan tersebut. Perhitungan kebutuhan tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ini berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang dibutuhkan di Unit RMIK. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah tenaga yang dibutuhkan saat ini adalah 8 orang SDMK, namun yang tersedia ada 7 orang SDMK. Dibutuhkan penambahan 1 orang perekam medis dan informasi kesehatan untuk melakukan kegiatan pengkodingan penyakit dan tindakan karena kegiatan ini merupakan salah satu dari system pengolahan rekam medis yang harus ada di unit RMIK. Daftar Pustaka  :               8 Buah (1996-2014) Kata Kunci           :               Kebutuhan Tenaga, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Rekam Medis
Akademi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Bhumi Husada Jakarta
Title: TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT XYZ
Description:
Perencanaan kebutuhan tenaga Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah proses sistematis dalam upaya menetapkan jumlah, jenis, dan kualifikasi SDMK yang dibutuhkan sesuai kondisi suatu wilayah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan.
Beban kerja adalah banyaknya jenis pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tenaga kesehatan professional dalam satu tahun pada satu sarana pelayanan kesehatan.
Pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian di Unit RMIK Rumah Sakit XYZ dimana semua petugas rekam medis merangkap kegiatan yang ada di unit RMIK karena kekurangan tenaga.
Kegiatan pengkodean penyakit dan tindakan belum dilaksanakan karena tidak ada petugas yang mengerjakan kegiatan tersebut.
Perhitungan kebutuhan tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ini berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang dibutuhkan di Unit RMIK.
Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah tenaga yang dibutuhkan saat ini adalah 8 orang SDMK, namun yang tersedia ada 7 orang SDMK.
Dibutuhkan penambahan 1 orang perekam medis dan informasi kesehatan untuk melakukan kegiatan pengkodingan penyakit dan tindakan karena kegiatan ini merupakan salah satu dari system pengolahan rekam medis yang harus ada di unit RMIK.
Daftar Pustaka  :               8 Buah (1996-2014) Kata Kunci           :               Kebutuhan Tenaga, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Rekam Medis.

Related Results

GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
Dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terutama rumah sakit harus tersedianya sistem penyelenggaraan rekam medis yang baik. Tercapainya tujuan ...
Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong
Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PMK RI) No. 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis, semua fasilitas kesehatan di Indonesia wajib menyelenggarakan Rekam Medis Ele...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru
Data rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru rekam medis belum berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan Depkes RI tentang pedoman penyelenggaraan dan prosedur rekam medis rumah...
ANALISIS KUALITATIF PENDOKUMENTASIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS CRANIOTOMY DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
ANALISIS KUALITATIF PENDOKUMENTASIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS CRANIOTOMY DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
Mutu rekam medis baik secara kuantitas maupun secara kualitas sangat mendukung untuk standarisasi akreditasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method. Penelit...
TINJAUAN PELAKSANAAN NILAI GUNA REKAM MEDIS BAGI PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA (RSU IPI) MEDAN TAHUN 2018
TINJAUAN PELAKSANAAN NILAI GUNA REKAM MEDIS BAGI PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA (RSU IPI) MEDAN TAHUN 2018
ABSTRAK Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pel...
LITERATURE REVIEW : ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT
LITERATURE REVIEW : ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT
Abstract Security and confidentiality are very important factors in managing medical record files. In terms of security, the medical record file storage room was found to be dusty...

Back to Top