Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Operasional Bandara Berdasarkan Konfigurasi Terminal Penumpang untuk Peningkatan Kapasitas Bandara Studi Kasus Bandara Kalimarau

View through CrossRef
Bandara Kalimarau merupakan gerbang utama transportasi udara di Kabupaten Berau dan berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata, seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, dan destinasi wisata lainnya. Bandara ini berlokasi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Seiring meningkatnya jumlah penumpang, Pengembangan Terminal dan Apron menjadi kebutuhan mendesak agar kapasitas layanan tetap optimal. Penelitian ini menganalisis operasional bandara berdasarkan konfigurasi terminal penumpang menggunakan metode Typical Peak Hour Passenger (TPHP) untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang dalam 10 tahun ke depan. Data historis 2005–2022 digunakan sebagai dasar peramalan menggunakan metode persentase pertumbuhan penumpang sebesar 10,9% dengan perkiraan jumlah penumpang tahun 2033 sebanyak 1.243.266 penumpang dengan menggunakan metode Typical Peak Hour Passenger (TPHP) yang ditetapkan FAA. Hasil proyeksi menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang, sehingga diperlukan optimalisasi kapasitas terminal melalui penambahan fasilitas tanpa mengubah struktur utama bangunan. Selain itu, perluasan apron juga menjadi solusi untuk menampung peningkatan jumlah pergerakan pesawat. Dengan mengacu pada ICAO Annex 14, luas apron yang diperlukan pada tahun 2033 diproyeksikan mencapai lebar 9.975 m² dan Panjang 255,73 m2 untuk memastikan kelancaran operasional bandara. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan Bandara Kalimarau guna mendukung pertumbuhan pariwisata dan meningkatkan kualitas layanan transportasi udara.   Kalimarau Airport is the main gateway for air transportation in Berau Regency and plays an important role in supporting the tourism sector, such as Derawan Island, Kakaban Island, and other tourist destinations. This airport is located in Berau Regency, East Kalimantan Province. As the number of passengers increases, Terminal and Apron Development becomes an urgent need so that service capacity remains optimal. This study analyzes airport operations based on the configuration of the passenger terminal using the method Typical Peak Hour Passenger (TPHP) to anticipate the growth in the number of passengers in the next 10 years. Historical data from 2005–2022 is used as the basis for forecasting using the passenger growth percentage method of 10,9% with an estimated number of passengers in 2033 of 1,243,266 passengers using the method Typical Peak Hour Passenger (TPHP) set by the FAA. The projection results show a significant increase in the number of passengers, so it is necessary to optimize terminal capacity by adding facilities without changing the main structure of the building. In addition, expanding the apron is also a solution to accommodate the increasing number of aircraft movements. Referring to ICAO Annex 14, the apron area required in 2033 is projected to reach a width of 9,975 m² and a length of 255.73 m2 to ensure smooth airport operations. This research is expected to be a reference for the development of Kalimarau Airport to support tourism growth and improve the quality of air transportation services.
Title: Analisis Operasional Bandara Berdasarkan Konfigurasi Terminal Penumpang untuk Peningkatan Kapasitas Bandara Studi Kasus Bandara Kalimarau
Description:
Bandara Kalimarau merupakan gerbang utama transportasi udara di Kabupaten Berau dan berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata, seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, dan destinasi wisata lainnya.
Bandara ini berlokasi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Seiring meningkatnya jumlah penumpang, Pengembangan Terminal dan Apron menjadi kebutuhan mendesak agar kapasitas layanan tetap optimal.
Penelitian ini menganalisis operasional bandara berdasarkan konfigurasi terminal penumpang menggunakan metode Typical Peak Hour Passenger (TPHP) untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang dalam 10 tahun ke depan.
Data historis 2005–2022 digunakan sebagai dasar peramalan menggunakan metode persentase pertumbuhan penumpang sebesar 10,9% dengan perkiraan jumlah penumpang tahun 2033 sebanyak 1.
243.
266 penumpang dengan menggunakan metode Typical Peak Hour Passenger (TPHP) yang ditetapkan FAA.
Hasil proyeksi menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang, sehingga diperlukan optimalisasi kapasitas terminal melalui penambahan fasilitas tanpa mengubah struktur utama bangunan.
Selain itu, perluasan apron juga menjadi solusi untuk menampung peningkatan jumlah pergerakan pesawat.
Dengan mengacu pada ICAO Annex 14, luas apron yang diperlukan pada tahun 2033 diproyeksikan mencapai lebar 9.
975 m² dan Panjang 255,73 m2 untuk memastikan kelancaran operasional bandara.
Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan Bandara Kalimarau guna mendukung pertumbuhan pariwisata dan meningkatkan kualitas layanan transportasi udara.
  Kalimarau Airport is the main gateway for air transportation in Berau Regency and plays an important role in supporting the tourism sector, such as Derawan Island, Kakaban Island, and other tourist destinations.
This airport is located in Berau Regency, East Kalimantan Province.
As the number of passengers increases, Terminal and Apron Development becomes an urgent need so that service capacity remains optimal.
This study analyzes airport operations based on the configuration of the passenger terminal using the method Typical Peak Hour Passenger (TPHP) to anticipate the growth in the number of passengers in the next 10 years.
Historical data from 2005–2022 is used as the basis for forecasting using the passenger growth percentage method of 10,9% with an estimated number of passengers in 2033 of 1,243,266 passengers using the method Typical Peak Hour Passenger (TPHP) set by the FAA.
The projection results show a significant increase in the number of passengers, so it is necessary to optimize terminal capacity by adding facilities without changing the main structure of the building.
In addition, expanding the apron is also a solution to accommodate the increasing number of aircraft movements.
Referring to ICAO Annex 14, the apron area required in 2033 is projected to reach a width of 9,975 m² and a length of 255.
73 m2 to ensure smooth airport operations.
This research is expected to be a reference for the development of Kalimarau Airport to support tourism growth and improve the quality of air transportation services.

Related Results

Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi udara, bandara sangat berperan penting dalam mendukung aktivitas penerbangan. Bandara Outstation merupakan bandara di luar Bandar...
PEMETAAN BANDARA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LANJUTAN
PEMETAAN BANDARA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LANJUTAN
<p>Bandara sebagai pelabuhan udara merupakan fasilitas tempat pesawat terbang untuk lepas landas dan mendarat yang dilengkapi berbagai fasilitas, baik untuk operator layanan ...
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DI BANDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DI BANDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI
Moda transportasi udara, khususnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memiliki peran utama dalam mendukung konektivitas global dan pertumbuhan ekonomi regional. Pen...
Kepentingan Penumpang dalam Hukum Transportasi Darat: Kasus Koperasi Wahana Dharma Organda Bali
Kepentingan Penumpang dalam Hukum Transportasi Darat: Kasus Koperasi Wahana Dharma Organda Bali
Penelitian ini menginvestigasi tanggung jawab hukum Koperasi Wahana Dharma Organda Bali terhadap kerugian yang dialami penumpang dalam konteks transportasi darat. Meningkatnya perh...
Prediksi Jumlah Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Laut Manado Menggunakan Model ARMA
Prediksi Jumlah Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Laut Manado Menggunakan Model ARMA
Tujuan penelitian ini adalah menentukan model ARMA yang terbaik dalam memprediksi jumlah penumpang yang berangkat di pelabuhan Manado. Data yang di gunakan adalah data bulanan juml...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...

Back to Top