Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Skala model pengolahan limbah greywater dan air hujan memenuhi syarat kualitas air bersih guna penanganan krisis air bersih di kota Bontang

View through CrossRef
ABSTRAK WHO menggarisbawahi pentingnya; pengelolaan kotoran manusia (tinja dan urin) secara aman, dan dibuang secara aman. Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dibutuhkan upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan agar air limbah domestik dapat dibuang secara aman atau dilakukan daur ulang sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Berdasarkan permasalahan tersebut sehingga akan dilakukan kajian terkait alternatif secara berkelanjutan dalam upaya pemenuhan krisis air bersih Kota Bontang dengan pemanfaatan potensi air limbah domestik sisa buangan rumah tangga (grey water) dan air hujan yang cukup tinggi menjadi air bersih.    Penelitian ini mengaplikasikan metode bahan kimia yang kemudian dilanjutkan dengan filter betingkat yang terdiri dari material pasir. Variabel penelitian yang diamati adalah variasi bahan kimia (X1), debit air limbah (X2), variasi ketebalan pasir (X3), serta parameter kualitas air (Y) yang terdiri dari pH, dan NTU. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model fisik yang terdiri dari bahan kimia dan filter bertingkat mampu meningkatkan kualitas air limbah greywater, dimana output yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas air kelas II (air bersih). Persamaan regresi yang diperoleh pada perlakuan penelitian ini adalah : pH greywater (Y) = 5.316 + 0.021 X1 + 0.005 X2 + e (X1 ketebalan pasir, X2 alum+soda ash) dan NTU Greywater (Y)  = 11.738 - 0.144 X1 - 0.138 X2 + e (X1 ketebalan pasir, X2 alum+soda ash) Dengan demikian, maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model fisik pengolahan limbah yang diterapkan mampu mereduksi polutan yang terkandung dalam limbah greywater.   Kata kunci: Greywater, Bahan kimia, Filter bertingkat  
Title: Skala model pengolahan limbah greywater dan air hujan memenuhi syarat kualitas air bersih guna penanganan krisis air bersih di kota Bontang
Description:
ABSTRAK WHO menggarisbawahi pentingnya; pengelolaan kotoran manusia (tinja dan urin) secara aman, dan dibuang secara aman.
Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dibutuhkan upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan agar air limbah domestik dapat dibuang secara aman atau dilakukan daur ulang sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
Berdasarkan permasalahan tersebut sehingga akan dilakukan kajian terkait alternatif secara berkelanjutan dalam upaya pemenuhan krisis air bersih Kota Bontang dengan pemanfaatan potensi air limbah domestik sisa buangan rumah tangga (grey water) dan air hujan yang cukup tinggi menjadi air bersih.
   Penelitian ini mengaplikasikan metode bahan kimia yang kemudian dilanjutkan dengan filter betingkat yang terdiri dari material pasir.
Variabel penelitian yang diamati adalah variasi bahan kimia (X1), debit air limbah (X2), variasi ketebalan pasir (X3), serta parameter kualitas air (Y) yang terdiri dari pH, dan NTU.
Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model fisik yang terdiri dari bahan kimia dan filter bertingkat mampu meningkatkan kualitas air limbah greywater, dimana output yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas air kelas II (air bersih).
Persamaan regresi yang diperoleh pada perlakuan penelitian ini adalah : pH greywater (Y) = 5.
316 + 0.
021 X1 + 0.
005 X2 + e (X1 ketebalan pasir, X2 alum+soda ash) dan NTU Greywater (Y)  = 11.
738 - 0.
144 X1 - 0.
138 X2 + e (X1 ketebalan pasir, X2 alum+soda ash) Dengan demikian, maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model fisik pengolahan limbah yang diterapkan mampu mereduksi polutan yang terkandung dalam limbah greywater.
  Kata kunci: Greywater, Bahan kimia, Filter bertingkat  .

Related Results

KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke ...
Pengelolaan Air Limbah Greywater Rumah Tangga
Pengelolaan Air Limbah Greywater Rumah Tangga
Lingkungan tempat tinggal yang sehat dan bersih menjadi hal yang sangat penting. Kondisi air buangan yang berasal dari sisa air mandi dan cuci yang dikenal dengan greywater perlu p...
Bimbingan Teknis Pengolahan Air Bersih Menggunakan Metode Aerasi-Filtrasi bagi Masyarakat Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari
Bimbingan Teknis Pengolahan Air Bersih Menggunakan Metode Aerasi-Filtrasi bagi Masyarakat Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari
Pengabdian kepada masyarakat tentang Bimbingan Teknis Pengolahan Air Bersih Menggunakan Metode Aerasi-Filtrasi telah dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu Kota Kendari. ...
ANALISIS MANAJEMEN KOMUNIKASI KRISIS PT RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO) DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA PERUSAHAAN
ANALISIS MANAJEMEN KOMUNIKASI KRISIS PT RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO) DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA PERUSAHAAN
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang Agro Industri yang memiliki 11 anak perusahaan satu diantaranya sedang...
Greywater Characteristics In Rural Areas of the Sahelian Region for Reuse Purposes: The Case of Burkina Faso
Greywater Characteristics In Rural Areas of the Sahelian Region for Reuse Purposes: The Case of Burkina Faso
The characteristics of greywater generated in two rural areas (“Barkoundba” and “Kologoudiessé”) located in the Sahelian region in Burkina Faso were assessed through observations i...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...

Back to Top