Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REHABILITASI MEDIK PADA SINDROM EHLERS-DANLOS

View through CrossRef
Abstract: Ehlers-Danlos syndrome is a group of inherited connective tissue disorders that manifests as hypermobility joint, hyperextensibility of the skin, and tissue fragility. There are 6 variants of this syndrome as follows: hypermobility, classic, vascular, kyphoscoliosis, athroclasia, and dermatosparaxis. The clinical manifestation of Ehlers-Danlos syndrome is often related to joint and skin. However, it rarely manifests as fragility or rupture of artery, scoliosis, and mitral valve disorder. The diagnosis of Ehlers-Danlos syndrome is based on clinical findings, family history with this syndrome, and additional tests inter alia DNA test. The management of Ehlers-Danlos syndrome could be medication, surgery, and rehabilitation. This rehabilitation is focused on increasing the joint stability, prohibiting for excessive burden to weight bearing joints, and using modified device to support activites of daily living without worsening the symptoms as well as supporting the psychological and medical social aspects of the patient. Keywords: Ehlers-Danlos syndrome, joint hypermobility, comprehensive rehabilitation   Abstrak: Sindrom Ehlers-Danlos (SED) adalah sekelompok gangguan pada jaringan penyambung yang bersifat diturunkan dan bermanifestasi sebagai hipermobilitas sendi, hiperekstensibilitas kulit, dan kerapuhan jaringan. Terdapat 6 jenis SED yaitu: hipermobilitas, klasik, vaskuler, kifoskoliosis, artrokalasia, dan dermatosparaksis. Manifestasi klinis SED sering berkaitan dengan sendi dan kulit. Manifestasi lain yang lebih jarang ditemukan antara lain kerapuhan atau ruptur pembuluh darah arteri, skoliosis, serta gangguan katup mitral. Diagnosis SED ditegakkan berdasarkan penemuan klinis, riwayat keluarga dengan SED, serta pemeriksaan penunjang antara lain tes DNA. Penanganan SED terdiri dari medikasi, operasi, dan rehabilitasi. Penanganan rehabilitasi difokuskan pada peningkatan stabilitas sendi, pencegahan beban berlebih pada sendi yang weight bearing, serta penggunaan modifikasi alat untuk membantu aktifitas sehari-hari tanpa memperberat gejala. Selain itu, rehabilitasi medik juga berperan penting terhadap aspek psikologik maupun sosial medik pasien SED. Kata kunci: sindroma Ehlers-Danlos, hipermobilitas sendi, rehabilitasi komprehensif
Title: REHABILITASI MEDIK PADA SINDROM EHLERS-DANLOS
Description:
Abstract: Ehlers-Danlos syndrome is a group of inherited connective tissue disorders that manifests as hypermobility joint, hyperextensibility of the skin, and tissue fragility.
There are 6 variants of this syndrome as follows: hypermobility, classic, vascular, kyphoscoliosis, athroclasia, and dermatosparaxis.
The clinical manifestation of Ehlers-Danlos syndrome is often related to joint and skin.
However, it rarely manifests as fragility or rupture of artery, scoliosis, and mitral valve disorder.
The diagnosis of Ehlers-Danlos syndrome is based on clinical findings, family history with this syndrome, and additional tests inter alia DNA test.
The management of Ehlers-Danlos syndrome could be medication, surgery, and rehabilitation.
This rehabilitation is focused on increasing the joint stability, prohibiting for excessive burden to weight bearing joints, and using modified device to support activites of daily living without worsening the symptoms as well as supporting the psychological and medical social aspects of the patient.
Keywords: Ehlers-Danlos syndrome, joint hypermobility, comprehensive rehabilitation   Abstrak: Sindrom Ehlers-Danlos (SED) adalah sekelompok gangguan pada jaringan penyambung yang bersifat diturunkan dan bermanifestasi sebagai hipermobilitas sendi, hiperekstensibilitas kulit, dan kerapuhan jaringan.
Terdapat 6 jenis SED yaitu: hipermobilitas, klasik, vaskuler, kifoskoliosis, artrokalasia, dan dermatosparaksis.
Manifestasi klinis SED sering berkaitan dengan sendi dan kulit.
Manifestasi lain yang lebih jarang ditemukan antara lain kerapuhan atau ruptur pembuluh darah arteri, skoliosis, serta gangguan katup mitral.
Diagnosis SED ditegakkan berdasarkan penemuan klinis, riwayat keluarga dengan SED, serta pemeriksaan penunjang antara lain tes DNA.
Penanganan SED terdiri dari medikasi, operasi, dan rehabilitasi.
Penanganan rehabilitasi difokuskan pada peningkatan stabilitas sendi, pencegahan beban berlebih pada sendi yang weight bearing, serta penggunaan modifikasi alat untuk membantu aktifitas sehari-hari tanpa memperberat gejala.
Selain itu, rehabilitasi medik juga berperan penting terhadap aspek psikologik maupun sosial medik pasien SED.
Kata kunci: sindroma Ehlers-Danlos, hipermobilitas sendi, rehabilitasi komprehensif.

Related Results

Studi Observasi Penerapan Teknik Aseptik Dalam Pembedahan Pada Layanan Praktik Medik Veteriner Di Klinik Hewan Kota Kupang
Studi Observasi Penerapan Teknik Aseptik Dalam Pembedahan Pada Layanan Praktik Medik Veteriner Di Klinik Hewan Kota Kupang
Teknik aseptik merupakan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh pasien maupun operator. Dalam teknik aseptik, penerapan aspek-aspek di l...
Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
Sebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut s...
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO
Abstract: osteoarthritis is derived from greek meaning bone, arthro meaning joint and itis meaning inflammation. Osteoarthritis is a degenerative joint disease that is chronic,prog...
Iridocorneal Endothelial Syndrome
Iridocorneal Endothelial Syndrome
Salah satu gangguan endotel kornea yang langka terjadi adalah sindrom ICE yang merupakan kelompok penyakit yang ditandai dengan sel-sel endotel kornea abnormal pada stroma iris dan...
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan kar...
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Stres merupakan masalah psikologi yang menimbulkan perubahan perilaku, fisiologi maupun psikologi seseorang.  Mahasiswa pendidikan dokter merupakan kalangan yang rentang terhadap s...
Aortic dissection in a patient with novel frameshift COL5A1 variant of classical Ehlers-Danlos syndrome
Aortic dissection in a patient with novel frameshift COL5A1 variant of classical Ehlers-Danlos syndrome
Classical Ehlers-Danlos syndrome (cEDS) is one of the 13 subtypes of Ehlers-Danlos syndrome, which has the major clinical criteria of hyperextensibility skin, atrophic scars, and g...

Back to Top