Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TORTIKOLIS MUSKULAR KONGENITAL

View through CrossRef
Abstract: Torticollis, or wryneck, is a group of symptoms based on many causes that clinically manifests itself as a crooked or rotated neck. Congenital muscular torticollis is the most common type of congenital torticolllis which occurs in four per 1000 births and one per 300 live births with 75% of these cases on the right side. It was found that 90.1% of plagiocephalic cases incured this torticollis. In this condition, due to contractions of the neck muscles, the head turns and tilts to one side, meanwhile the chin points to the opposite side. Congenital muscular torticollis is caused by a shortening of the sternocleidomastoid muscle due to trauma during labour or abnormal fetal position in utero. Signs and symtoms of congenital muscular torticollis are recognized as early as two months after birth in which the head turns to one side associated with neck muscle hypertrophy, muscle spasm, and a limited range of motion (ROM). The management of congenital muscular torticollis consists of pharmacological, non-pharmacological, and surgical treatments. The prognosis is stated as good if there is a good improvement after 6 months of rehabilitation, but it is stated bad if there is no improvement after 6 months of treatment with a continuation of the asymetrical face. Keywords: congenital muscular torticollis, management   Abstrak: Tortikolis adalah kekakuan leher yang menimbulkan spasme otot yang secara klinis bermanifestasi sebagai leher yang bengkok atau terputar. Tortikolis bukan merupakan suatu diagnosis melainkan kumpulan gejala dengan berbagai gangguan yang mendasarinya. Tortikolis muskular kongenital ialah bentuk yang paling umum dari tortikolis kongenital dengan insiden sekitar 4 per 1000 kelahiran, dan 1 dari setiap 300 kelahiran hidup. Pada tortikolis muskular kongenital terjadi kontraksi otot-otot leher (75% terbanyak pada sisi kanan) yang menyebabkan posisi kepala turn dan tilt ke satu sisi dan dagu mengarah ke sisi yang berlawanan. Penyebab terjadinya tortikolis muskular kongenital ialah pemendekan otot sternokleidomastoid akibat trauma selama proses persalinan, atau posisi bayi dalam kandungan. Umumnya, gejala dan tanda klinis diketahui pada 2 bulan pertama dimana kepala mengarah ke arah sisi sakit, pembesaran otot-otot leher, spasme otot, dan keterbatasan lingkup gerak sendi leher. Penanganan tortikolis muskular kongenital terdiri dari farmakologis, non-farmakologis, dan pembedahan. Prognosis disebut baik bila tercapai hasil yang baik setelah 6 bulan terapi dengan penanganan rehabilitasi, dan memburuk bila tidak terdapat perubahan dalam 6 bulan terapi ditandai oleh wajah yang asimetris. Kata kunci: tortikolis muskular kongenital, penanganan
Title: TORTIKOLIS MUSKULAR KONGENITAL
Description:
Abstract: Torticollis, or wryneck, is a group of symptoms based on many causes that clinically manifests itself as a crooked or rotated neck.
Congenital muscular torticollis is the most common type of congenital torticolllis which occurs in four per 1000 births and one per 300 live births with 75% of these cases on the right side.
It was found that 90.
1% of plagiocephalic cases incured this torticollis.
In this condition, due to contractions of the neck muscles, the head turns and tilts to one side, meanwhile the chin points to the opposite side.
Congenital muscular torticollis is caused by a shortening of the sternocleidomastoid muscle due to trauma during labour or abnormal fetal position in utero.
Signs and symtoms of congenital muscular torticollis are recognized as early as two months after birth in which the head turns to one side associated with neck muscle hypertrophy, muscle spasm, and a limited range of motion (ROM).
The management of congenital muscular torticollis consists of pharmacological, non-pharmacological, and surgical treatments.
The prognosis is stated as good if there is a good improvement after 6 months of rehabilitation, but it is stated bad if there is no improvement after 6 months of treatment with a continuation of the asymetrical face.
Keywords: congenital muscular torticollis, management   Abstrak: Tortikolis adalah kekakuan leher yang menimbulkan spasme otot yang secara klinis bermanifestasi sebagai leher yang bengkok atau terputar.
Tortikolis bukan merupakan suatu diagnosis melainkan kumpulan gejala dengan berbagai gangguan yang mendasarinya.
Tortikolis muskular kongenital ialah bentuk yang paling umum dari tortikolis kongenital dengan insiden sekitar 4 per 1000 kelahiran, dan 1 dari setiap 300 kelahiran hidup.
Pada tortikolis muskular kongenital terjadi kontraksi otot-otot leher (75% terbanyak pada sisi kanan) yang menyebabkan posisi kepala turn dan tilt ke satu sisi dan dagu mengarah ke sisi yang berlawanan.
Penyebab terjadinya tortikolis muskular kongenital ialah pemendekan otot sternokleidomastoid akibat trauma selama proses persalinan, atau posisi bayi dalam kandungan.
Umumnya, gejala dan tanda klinis diketahui pada 2 bulan pertama dimana kepala mengarah ke arah sisi sakit, pembesaran otot-otot leher, spasme otot, dan keterbatasan lingkup gerak sendi leher.
Penanganan tortikolis muskular kongenital terdiri dari farmakologis, non-farmakologis, dan pembedahan.
Prognosis disebut baik bila tercapai hasil yang baik setelah 6 bulan terapi dengan penanganan rehabilitasi, dan memburuk bila tidak terdapat perubahan dalam 6 bulan terapi ditandai oleh wajah yang asimetris.
Kata kunci: tortikolis muskular kongenital, penanganan.

Related Results

DISABILITAS DAN TABOO DALAM LITERATUR PESANTREN KLASIK
DISABILITAS DAN TABOO DALAM LITERATUR PESANTREN KLASIK
Literatur pesantren klasik turut mengambil peran dalam mengkonstruksi kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap pragnancy of taboo anak penyandang disabilitas kongenital. Kitab...
Malformasi Anorektal
Malformasi Anorektal
Abstrak Atresia ani, yang kini dikenal sebagai malformasi anorektal (MAR) adalah suatu kelainan kongenital yang menunjukkan keadaan tanpa anus atau dengan anus yang tidak sempurna....
Hernia Diafragmatika Kongenital (HDK)
Hernia Diafragmatika Kongenital (HDK)
Hernia diafragmatika kongenital adalah malformasi yang ditandai oleh defek foramen Bochdalek di bagian posterolateral diafragma dimana visera abdomen masuk ke toraks melalui forame...
Interposisi Colon Retrosternal dan Esofagoplasty Pada Pasien Atresia Esophagus Tipe A Long Gap
Interposisi Colon Retrosternal dan Esofagoplasty Pada Pasien Atresia Esophagus Tipe A Long Gap
Atresia esophagus merupakan kelainan kongenital dimana tidak menyambungnya esofagus bagian proksimal dengan esofagus bagian distal. Atresia esofagus dapat terjadi bersama fistula t...
Diagnosis dan Penatalaksanaan Laringomalasia
Diagnosis dan Penatalaksanaan Laringomalasia
Latar belakang: Laringomalasia (LM) merupakan penyebab tersering stridor inspirasi kongenital pada bayi. Sekitar 80% kasus merupakan derajat ringan dan sedang yang dapat membaik se...
Pendampingan dan Evaluasi Produk Kaki Prostetik bagi Kelainan Kongenital Kaki di Atas Lutut (Above Knee Prosthesis)
Pendampingan dan Evaluasi Produk Kaki Prostetik bagi Kelainan Kongenital Kaki di Atas Lutut (Above Knee Prosthesis)
A prosthetic leg is a lower extremity movement aid in assisting the mobility of persons with physical disabilities. A prosthetic leg is used to replace a missing leg, either due to...
Hubungan Usia Ibu Hamil, Paritas dan Usia Kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSUD Cilacap
Hubungan Usia Ibu Hamil, Paritas dan Usia Kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSUD Cilacap
Angka Kematian Ibu (AKI) dan  Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator Kesehatan, apabila AKB dalam suatu wilayah tinggi, berarti status kesehatan wilayah tersebut rendah. Fak...
Secondary Syphilis with Giant Condyloma Acuminatum in Pregnant Women: A Report from a Limited Resource Area
Secondary Syphilis with Giant Condyloma Acuminatum in Pregnant Women: A Report from a Limited Resource Area
Introduction: This report shows a case of secondary syphilis in pregnancy with Giant Condyloma Acuminatum (GCA) co-infection DD/condyloma lata which was resolved with alternative t...

Back to Top