Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REHABILITASI MEDIK PADA SKOLIOSIS

View through CrossRef
Abstract: Scoliosis is one of the spine deformities in which a person’s spine is bend laterally associated with or without a rotation of the vertebrae. There are several variations in the etiology, onset, prognosis, and therapy of scoliosis, but the effects of untreated scoliosis are the same, as follows: pain, and disturbances in balance, cardiopulmonal function, emotion, behaviour, and ADLs (activities in daily living). The most common symptoms of scoliosis are abnormal deformity of spine which can cause pain, decrease of quality of life, disability, comestic disturbance, functional limitation, pulmonary problems, probabilty of progression at adulthood, dan pyschological disturbance. In physical examination, midline shift of spinous process, asymmetry of the back, rib hump, asymmetry of the scapula, hip, shoulder and pelvis, as well as leg length discrepancy must be carefully examined. Besides that, a radiological examination showing the Cobb angle is also important to do. The therapy of scoliosis includes observation, rehabilitation therapy namely physical modalities, orthoses/brace, exercise, or invasive therapy such as operation. Additionally, the prognosis of scoliosis depends on sex, curve angle at first recognition, type and rotation of curve, and age of onset.Keywords: scoliosis, spine, rehabilitation, exercise, orthoses  Abstrak: Skoliosis adalah deformitas tulang belakang yang ditandai oleh lengkungan ke lateral dengan atau tanpa rotasi tulang belakang. Etiologi, onset, prognosis, dan terapi skoliosis dapat bervariasi, namun akibat skoliosis yang tidak diterapi sama, yaitu nyeri, yang disertai gangguan dalam keseimbangan, fungsi kardiopulmonal, emosional dan perilaku, serta aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS). Gejala yang paling umum dari skoliosis ialah adanya suatu lekukan yang tidak normal dari tulang belakang yang dapat berakibat nyeri, penurunan kualitas hidup dan disabilitas, deformitas yang mengganggu secara kosmetik, hambatan fungsional, masalah paru, kemungkinan terjadinya progresifitas saat dewasa, dan gangguan psikologis. Hal-hal yang harus diperhatikan pada pemeriksaan fisik ialah deviasi prosesus spinosus dari garis tengah, punggung yang tampak miring, rib hump, asimetri dari skapula, pinggul, bagian atas dan bawah trunkus (bahu dan pelvis), serta perbedaan panjang tungkai. Selain itu, pemeriksaan radiologik untuk melihat sudut Cobb juga penting untuk dilakukan. Terapi skoliosis dapat berupa observasi, terapi rehabilitasi yaitu pemberian modalitas, ortosis/brace, latihan, atau terapi invasif seperti operasi. Prognosis skoliosis dipengaruhi oleh jenis kelamin, ukuran kurva saat pertama kali ditemukan, tipe dan rotasi kurvatura dan usia saat onset skoliosis.Kata kunci : skoliosis, tulang belakang, rehabilitasi, latihan, ortosis
Title: REHABILITASI MEDIK PADA SKOLIOSIS
Description:
Abstract: Scoliosis is one of the spine deformities in which a person’s spine is bend laterally associated with or without a rotation of the vertebrae.
There are several variations in the etiology, onset, prognosis, and therapy of scoliosis, but the effects of untreated scoliosis are the same, as follows: pain, and disturbances in balance, cardiopulmonal function, emotion, behaviour, and ADLs (activities in daily living).
The most common symptoms of scoliosis are abnormal deformity of spine which can cause pain, decrease of quality of life, disability, comestic disturbance, functional limitation, pulmonary problems, probabilty of progression at adulthood, dan pyschological disturbance.
In physical examination, midline shift of spinous process, asymmetry of the back, rib hump, asymmetry of the scapula, hip, shoulder and pelvis, as well as leg length discrepancy must be carefully examined.
Besides that, a radiological examination showing the Cobb angle is also important to do.
The therapy of scoliosis includes observation, rehabilitation therapy namely physical modalities, orthoses/brace, exercise, or invasive therapy such as operation.
Additionally, the prognosis of scoliosis depends on sex, curve angle at first recognition, type and rotation of curve, and age of onset.
Keywords: scoliosis, spine, rehabilitation, exercise, orthoses  Abstrak: Skoliosis adalah deformitas tulang belakang yang ditandai oleh lengkungan ke lateral dengan atau tanpa rotasi tulang belakang.
Etiologi, onset, prognosis, dan terapi skoliosis dapat bervariasi, namun akibat skoliosis yang tidak diterapi sama, yaitu nyeri, yang disertai gangguan dalam keseimbangan, fungsi kardiopulmonal, emosional dan perilaku, serta aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS).
Gejala yang paling umum dari skoliosis ialah adanya suatu lekukan yang tidak normal dari tulang belakang yang dapat berakibat nyeri, penurunan kualitas hidup dan disabilitas, deformitas yang mengganggu secara kosmetik, hambatan fungsional, masalah paru, kemungkinan terjadinya progresifitas saat dewasa, dan gangguan psikologis.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada pemeriksaan fisik ialah deviasi prosesus spinosus dari garis tengah, punggung yang tampak miring, rib hump, asimetri dari skapula, pinggul, bagian atas dan bawah trunkus (bahu dan pelvis), serta perbedaan panjang tungkai.
Selain itu, pemeriksaan radiologik untuk melihat sudut Cobb juga penting untuk dilakukan.
Terapi skoliosis dapat berupa observasi, terapi rehabilitasi yaitu pemberian modalitas, ortosis/brace, latihan, atau terapi invasif seperti operasi.
Prognosis skoliosis dipengaruhi oleh jenis kelamin, ukuran kurva saat pertama kali ditemukan, tipe dan rotasi kurvatura dan usia saat onset skoliosis.
Kata kunci : skoliosis, tulang belakang, rehabilitasi, latihan, ortosis.

Related Results

PERANCANGAN INFOGRAFIS KESEHATAN MENTAL BAGI PENYANDANG SKOLIOSIS MENGGUNAKAN ACUAN SKEMA WARNA BIVARIATE MAP
PERANCANGAN INFOGRAFIS KESEHATAN MENTAL BAGI PENYANDANG SKOLIOSIS MENGGUNAKAN ACUAN SKEMA WARNA BIVARIATE MAP
Kesehatan fisik dan mental merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Kecenderungan seseorang memiliki kelainan fisik akan berimbas pada persepsi diri seseorang dimana perseps...
Studi Observasi Penerapan Teknik Aseptik Dalam Pembedahan Pada Layanan Praktik Medik Veteriner Di Klinik Hewan Kota Kupang
Studi Observasi Penerapan Teknik Aseptik Dalam Pembedahan Pada Layanan Praktik Medik Veteriner Di Klinik Hewan Kota Kupang
Teknik aseptik merupakan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh pasien maupun operator. Dalam teknik aseptik, penerapan aspek-aspek di l...
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO
Abstract: osteoarthritis is derived from greek meaning bone, arthro meaning joint and itis meaning inflammation. Osteoarthritis is a degenerative joint disease that is chronic,prog...
REHABILITASI MEDIK PADA SINDROM EHLERS-DANLOS
REHABILITASI MEDIK PADA SINDROM EHLERS-DANLOS
Abstract: Ehlers-Danlos syndrome is a group of inherited connective tissue disorders that manifests as hypermobility joint, hyperextensibility of the skin, and tissue fragility. Th...
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan kar...
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN REHABILITASI SOSIAL NARKOBA DI YAYASAN GENNESA BANYUWANGI
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN REHABILITASI SOSIAL NARKOBA DI YAYASAN GENNESA BANYUWANGI
Drugs are a massive problem and difficult to eradicate. One of the government's efforts related to the handling of drug rehabilitation in Indonesia is to synergize with the communi...
Tidak Diterapkannya Rehabilitasi Medis dan Sosial olehHakim bagi Anak sebagai Penyalahguna Narkotika
Tidak Diterapkannya Rehabilitasi Medis dan Sosial olehHakim bagi Anak sebagai Penyalahguna Narkotika
<strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pertimbangan hukum hakim yang tidak melaksanakan rehabilitasi medis atau sosial bagi ...
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...

Back to Top