Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Makian Referen Keadaan dalam Bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo: Kajian Sosiolinguistik

View through CrossRef
AbstractJambi is a province in Indonesia which is divided into eleven regencies and and municipalities. One of the regencies is Bungo whose capital is Muara Bungo. Muara Bungo community uses Jambi Malay language to interact one other. This study discusses about the situational referents of swear words in Jambi Malay language. The background of the research was the habits of Muara Bungo community in using swear words to express anger, disappointment, resentment, hatred, etc. The purpose of this study is to identify, describe, and explain the situational referents of the swear words in Jambi Malay language. The data were collected by means of listening, interview, recording and note taking techniques. They were analyzed by means of distributional and identity methods. The results of the analysis of this qualitative research were presented in an informal descriptive form. They show that the situational referents of the swear words in Jambi Malay language are different from other regional languages in terms of form, naming, and function of swear words. AbstrakJambi merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Jambi memiliki 11 kabupaten, salah satunya adalah Muara Bungo. Masyarakat Muara Bungo menggunakan bahasa Melayu Jambi untuk berinterakasi satu sama lain. Penelitian ini dilatarbelakangi kebiasaan masyarakat Muara Bungo menggunakan makian pada saat mengekspresikan rasa marah, kesal, kecewa, benci, dan lain-lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menjelaskan makian yang mengandung referen keadaan dalam bahasa Melayu Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik wawancara. Penelitian ini juga menggunakan teknik rekam dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan dan agih. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk deskriptif informal. Penemuan hasil penelitian menunjukkan bahwa makian referen keadaan dalam bahasa Melayu Jambi memiliki perbedaan dengan bahasa lainnya, yaitu dari segi bentuk, penamaan, fungsi makian.
Title: Makian Referen Keadaan dalam Bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo: Kajian Sosiolinguistik
Description:
AbstractJambi is a province in Indonesia which is divided into eleven regencies and and municipalities.
One of the regencies is Bungo whose capital is Muara Bungo.
Muara Bungo community uses Jambi Malay language to interact one other.
This study discusses about the situational referents of swear words in Jambi Malay language.
The background of the research was the habits of Muara Bungo community in using swear words to express anger, disappointment, resentment, hatred, etc.
The purpose of this study is to identify, describe, and explain the situational referents of the swear words in Jambi Malay language.
The data were collected by means of listening, interview, recording and note taking techniques.
They were analyzed by means of distributional and identity methods.
The results of the analysis of this qualitative research were presented in an informal descriptive form.
They show that the situational referents of the swear words in Jambi Malay language are different from other regional languages in terms of form, naming, and function of swear words.
 AbstrakJambi merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia.
Jambi memiliki 11 kabupaten, salah satunya adalah Muara Bungo.
Masyarakat Muara Bungo menggunakan bahasa Melayu Jambi untuk berinterakasi satu sama lain.
Penelitian ini dilatarbelakangi kebiasaan masyarakat Muara Bungo menggunakan makian pada saat mengekspresikan rasa marah, kesal, kecewa, benci, dan lain-lainnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menjelaskan makian yang mengandung referen keadaan dalam bahasa Melayu Jambi.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik wawancara.
Penelitian ini juga menggunakan teknik rekam dan catat.
Teknik analisis data menggunakan metode padan dan agih.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil analisis disajikan dalam bentuk deskriptif informal.
Penemuan hasil penelitian menunjukkan bahwa makian referen keadaan dalam bahasa Melayu Jambi memiliki perbedaan dengan bahasa lainnya, yaitu dari segi bentuk, penamaan, fungsi makian.

Related Results

Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...
MEMARTABATKAN BAHASA MELAYU MELALUI PENDIDIKAN DAN MENDEPANI CABARAN GLOBALISASI
MEMARTABATKAN BAHASA MELAYU MELALUI PENDIDIKAN DAN MENDEPANI CABARAN GLOBALISASI
ABSTRAK Makalah ini membincangkan usaha memartabatkan bahasa Melayu melalui pendidikan. Tujuan utama ke arah ini adalah kerana bahasa Melayu merupakan bahasa kebangsaan yang menja...
Masalah Fonologi Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Universiti di China
Masalah Fonologi Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Universiti di China
Isu berkaitan masalah fonologi dalam kalangan pelajar asing kini sering diperkatakan dalam kalangan sarjana, terutamanya dengan meningkatnya permintaan untuk mempelajari bahasa Mel...
Penguasaan bahasa melayu pelajar asing di universiti malaya: analisis faktor jantina dan tahap pengajian
Penguasaan bahasa melayu pelajar asing di universiti malaya: analisis faktor jantina dan tahap pengajian
ABSTRAK Kajian penguasaan bahasa Melayu terhadap faktor jantina dan tahap pengajian pelajar asing di universiti masih kurang kerana banyak kajian yang dilakukan lebih tertumpu kepa...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...

Back to Top