Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Menguak Titik Lemah BLU: Dampak Pengendalian Internal terhadap Kinerja dan Akuntabilitas Publik

View through CrossRef
  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal di Badan Layanan Umum (BLU) dan menganalisis dampaknya terhadap kinerja keuangan dan akuntabilitas publik di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pendidikan. Menggunakan metode scoping review, penelitian ini mengeksplorasi literatur terkait pengelolaan keuangan BLU, dengan fokus pada pengelolaan piutang, pencatatan persediaan, audit internal, dan fleksibilitas keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama dalam pengelolaan piutang, terutama di sektor kesehatan, berkontribusi terhadap defisit keuangan. Selain itu, kelemahan dalam pencatatan persediaan dan pelaksanaan audit internal ditemukan di berbagai sektor, yang mengarah pada inefisiensi operasional dan menurunnya akuntabilitas publik. Fleksibilitas pengelolaan keuangan yang dimiliki BLU, meskipun memberikan otonomi dalam pengelolaan dana, dapat memperburuk masalah jika tidak diimbangi dengan sistem pengendalian internal yang kuat. Dengan demikian, peningkatan pengendalian internal, audit yang lebih ketat, serta pelatihan manajemen diperlukan untuk memperbaiki kinerja keuangan dan akuntabilitas BLU. Pemerintah disarankan memperkuat regulasi pengendalian internal serta meningkatkan kapasitas manajerial BLU melalui pelatihan keuangan dan risiko. Hasil penelitian ini berkontribusi pada literatur mengenai pengelolaan BLU dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas BLU di Indonesia.
Politeknik Keuangan Negara STAN
Title: Menguak Titik Lemah BLU: Dampak Pengendalian Internal terhadap Kinerja dan Akuntabilitas Publik
Description:
  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal di Badan Layanan Umum (BLU) dan menganalisis dampaknya terhadap kinerja keuangan dan akuntabilitas publik di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pendidikan.
Menggunakan metode scoping review, penelitian ini mengeksplorasi literatur terkait pengelolaan keuangan BLU, dengan fokus pada pengelolaan piutang, pencatatan persediaan, audit internal, dan fleksibilitas keuangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama dalam pengelolaan piutang, terutama di sektor kesehatan, berkontribusi terhadap defisit keuangan.
Selain itu, kelemahan dalam pencatatan persediaan dan pelaksanaan audit internal ditemukan di berbagai sektor, yang mengarah pada inefisiensi operasional dan menurunnya akuntabilitas publik.
Fleksibilitas pengelolaan keuangan yang dimiliki BLU, meskipun memberikan otonomi dalam pengelolaan dana, dapat memperburuk masalah jika tidak diimbangi dengan sistem pengendalian internal yang kuat.
Dengan demikian, peningkatan pengendalian internal, audit yang lebih ketat, serta pelatihan manajemen diperlukan untuk memperbaiki kinerja keuangan dan akuntabilitas BLU.
Pemerintah disarankan memperkuat regulasi pengendalian internal serta meningkatkan kapasitas manajerial BLU melalui pelatihan keuangan dan risiko.
Hasil penelitian ini berkontribusi pada literatur mengenai pengelolaan BLU dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas BLU di Indonesia.

Related Results

Akuntabilitas Organisasi Sektor Publik
Akuntabilitas Organisasi Sektor Publik
Akuntabilitas merupakan salah satu isu penting dalam kajian ilmiah dan praktik di bidang administrasi publik. Akuntabilitas adalah pengendalian terhadap organisasi publik pada leve...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...
The Challenges and Solutions of State Islamic Universities Post Remuneration Implementation
The Challenges and Solutions of State Islamic Universities Post Remuneration Implementation
Purpose: The remuneration is a working reward system applied to the BLU-Satker. 15 of 19 PTKIN-BLU have already implemented remuneration. This research aims to identify the challen...
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
<p>Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem Elektronik-Kinerja (e-kinerja) di Dinas Perdagangan kota Surakarta serta untuk mengetahui kendala dan solusi dari...
TINJAUAN YURIDIS ADMINISTRASI PUBLIK DAN KEBIJAKAN PUBLIK
TINJAUAN YURIDIS ADMINISTRASI PUBLIK DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Kata publik sebagai suatu istilah yang berseberangan atau berlawanan dengan konsep – istilah individu atau privat atau perseorangan.  Sehingga dari kata publik bisa terkait dengan ...

Back to Top