Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Teologi Toleransi Agama Khonghucu di Klenteng Boen Bio Surabaya

View through CrossRef
Saling menghargai dan saling menghormati adalah suatu sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk terwujudnya suatu toleransi. Toleransi merupakan aspek terpenting dalam hidup bermasyarakat. Dimana dalam hidup bermasyarakat tentu semua orang menginginkan hidup yang aman, tentram, dan damai. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwasanya dalam bermasyarakat akan banyak di jumpai perbedaan, mulai dari sifat, perilaku, budaya, etnis, bahkan agama orang lain yang berbeda. Perbedaan dapat membawa kita pada dua hal yang berlawanan yakni permusuhan dan perdamaian. Perbedaan dapat menjadi permusuhan jika diri kita tidak mampu untuk menyikapi perbedaan itu sendiri, dan justru dapat menjadi perdamaian jika kita dapat menerima dan menghormati perbedaan tersebut. Perbedaan agama banyak menimbulkan konflik, namun dewasa ini banyak orang beragama yang sadar akan perbedaan dan mulai menanamkan sikap toleransi didalam dirinya. Seperti halnya didalam agama Khonghucu, agama etnis Tionghoa ini juga menjunjung tinggi rasa toleransi. Hal tersebut dilakukan dengan alasan bahwa perbedaan merupakan hal yang pasti adanya dan perbedaan seharusnya tidak untuk memecah belah melainkan untuk saling melengkapi. Seperti halnya pemeluk agama Khonghucu yang ada di Indonesia, mereka sangat menghargai perbedaan. Etnis Tionghoa itu sadar bahwa Indonesia adalah suatu Negara yang beragam, dan Indonesia lahir dari adanya perbedaan tersebut. Hal itu membuktikan bahwa perbedaan membawa persatuan, bukan malah membawa kehancuran. Dalam agama Khonghucu juga diajarkan mengenai toleransi, yang mana hal tersebut kemudian diimplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan keberagaman. Misalkan saja di dalam kawasan klenteng Boen Bio di Surabaya, mereka menghargai, menghormati, dan saling memahami dengan masyarakat sekitar yang berbeda keyakinan dengan mereka.
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Title: Teologi Toleransi Agama Khonghucu di Klenteng Boen Bio Surabaya
Description:
Saling menghargai dan saling menghormati adalah suatu sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk terwujudnya suatu toleransi.
Toleransi merupakan aspek terpenting dalam hidup bermasyarakat.
Dimana dalam hidup bermasyarakat tentu semua orang menginginkan hidup yang aman, tentram, dan damai.
Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwasanya dalam bermasyarakat akan banyak di jumpai perbedaan, mulai dari sifat, perilaku, budaya, etnis, bahkan agama orang lain yang berbeda.
Perbedaan dapat membawa kita pada dua hal yang berlawanan yakni permusuhan dan perdamaian.
Perbedaan dapat menjadi permusuhan jika diri kita tidak mampu untuk menyikapi perbedaan itu sendiri, dan justru dapat menjadi perdamaian jika kita dapat menerima dan menghormati perbedaan tersebut.
Perbedaan agama banyak menimbulkan konflik, namun dewasa ini banyak orang beragama yang sadar akan perbedaan dan mulai menanamkan sikap toleransi didalam dirinya.
Seperti halnya didalam agama Khonghucu, agama etnis Tionghoa ini juga menjunjung tinggi rasa toleransi.
Hal tersebut dilakukan dengan alasan bahwa perbedaan merupakan hal yang pasti adanya dan perbedaan seharusnya tidak untuk memecah belah melainkan untuk saling melengkapi.
Seperti halnya pemeluk agama Khonghucu yang ada di Indonesia, mereka sangat menghargai perbedaan.
Etnis Tionghoa itu sadar bahwa Indonesia adalah suatu Negara yang beragam, dan Indonesia lahir dari adanya perbedaan tersebut.
Hal itu membuktikan bahwa perbedaan membawa persatuan, bukan malah membawa kehancuran.
Dalam agama Khonghucu juga diajarkan mengenai toleransi, yang mana hal tersebut kemudian diimplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan keberagaman.
Misalkan saja di dalam kawasan klenteng Boen Bio di Surabaya, mereka menghargai, menghormati, dan saling memahami dengan masyarakat sekitar yang berbeda keyakinan dengan mereka.

Related Results

Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu pe...
MAKNA SIMBOLIK ALTAR KLENTENG AN HWA TIAN
MAKNA SIMBOLIK ALTAR KLENTENG AN HWA TIAN
Umat Buddha Tridharma Klenteng An Hwa Tian masih banyak yang belum memahami makna simbolik pada altar dan keterlibatan makna altar sesungguhnya bagi umat di Kabupaten Kotabaru. Hal...
Relasi Guru Agama Khonghucu dengan Masyarakat di Indonesia
Relasi Guru Agama Khonghucu dengan Masyarakat di Indonesia
This article intends to describe the relationship between Khonghucu Religious Education teachers and their students, communication between Khonghucu Religious Education teachers an...
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...
Book Review: Teologi Multikultural
Book Review: Teologi Multikultural
Istilah teologi multikultural memang sudah terlanjur digunakan dalam pengertian teologi yang didisain atau diramu (dikominasi) dari semua unsur nilai yang ada dalam setiap agama da...
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Teologi kemakmuran merupakan salah satu gerakan yang muncul dan menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi kehidupan keKristenan sejak abad ke-20.  Bagi teologi kema...

Back to Top