Javascript must be enabled to continue!
INTERPRETASI SYAIKH AL-SHAWI TERHADAP AYAT-AYAT AL-HIDAYAH (STUDI SEMANTIK AYAT-AYAT AL-HIDAYAH)
View through CrossRef
Trem Al-Hidayah memiliki multi interpretasi yang berhubungan dengan jalan kehidupan (Sabil al-Hayat). Setiap insan diseru untuk menjalankan kehidupannya setakar dengan tolok ukur aturan Allah SWT (hududullah). Ia juga di haruskan untuk selalu mengikuti aturan individu, berkeluarga dan bermasyarakat (ijtimaiyyah). Bertolak dari itu semua, memahami petunjuk tuhan (al-Hidayah mina Allah) merupakan kebutuhan manusia yang subtansial. Agar didalam menjalankan kehidupannya baik yang sifatnya horizontal (hamblum minannas) atau vertikal (hamblum minallah) sesuai dengan Iradtullah. Eksplorasi ini bermaksud untuk memahami bagaimana syaikh al-Shawi dalam menafsirkan ayat-ayat al-Hidayah dalam kitabnya Tasfsir Hasiyah Shawi. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan model penelitian (al-Dirasah al-Maudluiyyah) yang tekanannya pada pendalaman pemahaman topic ayat-ayat al-Hidayah, kemudian mengunakan tehnik Content Analisys yaitu menganalisis hasil makna ayat-ayat al-Hidayah hasil tafsiran Syaikh al-Shawi dan analisis historis atau teori asbab al-Nuzul yaitu uaraian sejarah sebab-sebab turunnya ayat al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Hidayah bukanlah keberhasilan seseorang dalam menjalankan kehidupan, sebagaimana anggapan banyak orang akan tetapi al-Hidayah adalah petunjuk tuhan baik berupa al-Qur’an atau Sunnah beserta interpretasinya meskipun orang tersebut belum mengikuti petunjuk-Nya.
The tram of Al-Hidayah is subject to multiple interpretations that intertwine with the pathway of life (Sabil al-Hayat). Every soul is commanded to conduct their life adhering to the etiquette arranged by Allah SWT (hududullah). One is also obligated to always follow the etiquette whether as an individual, in a family, and in a society (ijtimaiyyah). Following that, understanding the messages from God (al-Hidayah mina Allah) has then become a crucial necessity for one. In order to live a good life, be it in accordance to the Earth and everything within (hamblum minannas), or in accordance to God (hamblum minallah) entwined with Iradtullah. This exploration is meant to gain understanding on how Syaikh al-Shawi interpreted the passages of al-Hidayah in his book, Tasfsir Hasiyah Shawi. This research used the qualitative method with a research model (al-Dirasah al-Maudluiyyah) that emphasizes on deepening the understanding of the topics in al-Hidayah passages. Content analysis was then used to analyze the meaning of al-Hidayah passages according to Syaikh al-Shawi’s interpretation, and a historical analysis or the theory of asbab al-Nuzul, which is the chronological backstory to every passage of Al-Qur’an that has been passed down to the humankind. The result of this research showed that al-Hidayah is not about someone’s success in living their life as many have assumed, instead al-Hidayah is a direction from God in the form of both al-Qur’an and as-Sunnah along with its interpretations, even if one might have not yet followed His guidance.
Title: INTERPRETASI SYAIKH AL-SHAWI TERHADAP AYAT-AYAT AL-HIDAYAH (STUDI SEMANTIK AYAT-AYAT AL-HIDAYAH)
Description:
Trem Al-Hidayah memiliki multi interpretasi yang berhubungan dengan jalan kehidupan (Sabil al-Hayat).
Setiap insan diseru untuk menjalankan kehidupannya setakar dengan tolok ukur aturan Allah SWT (hududullah).
Ia juga di haruskan untuk selalu mengikuti aturan individu, berkeluarga dan bermasyarakat (ijtimaiyyah).
Bertolak dari itu semua, memahami petunjuk tuhan (al-Hidayah mina Allah) merupakan kebutuhan manusia yang subtansial.
Agar didalam menjalankan kehidupannya baik yang sifatnya horizontal (hamblum minannas) atau vertikal (hamblum minallah) sesuai dengan Iradtullah.
Eksplorasi ini bermaksud untuk memahami bagaimana syaikh al-Shawi dalam menafsirkan ayat-ayat al-Hidayah dalam kitabnya Tasfsir Hasiyah Shawi.
Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan model penelitian (al-Dirasah al-Maudluiyyah) yang tekanannya pada pendalaman pemahaman topic ayat-ayat al-Hidayah, kemudian mengunakan tehnik Content Analisys yaitu menganalisis hasil makna ayat-ayat al-Hidayah hasil tafsiran Syaikh al-Shawi dan analisis historis atau teori asbab al-Nuzul yaitu uaraian sejarah sebab-sebab turunnya ayat al-Qur’an.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Hidayah bukanlah keberhasilan seseorang dalam menjalankan kehidupan, sebagaimana anggapan banyak orang akan tetapi al-Hidayah adalah petunjuk tuhan baik berupa al-Qur’an atau Sunnah beserta interpretasinya meskipun orang tersebut belum mengikuti petunjuk-Nya.
The tram of Al-Hidayah is subject to multiple interpretations that intertwine with the pathway of life (Sabil al-Hayat).
Every soul is commanded to conduct their life adhering to the etiquette arranged by Allah SWT (hududullah).
One is also obligated to always follow the etiquette whether as an individual, in a family, and in a society (ijtimaiyyah).
Following that, understanding the messages from God (al-Hidayah mina Allah) has then become a crucial necessity for one.
In order to live a good life, be it in accordance to the Earth and everything within (hamblum minannas), or in accordance to God (hamblum minallah) entwined with Iradtullah.
This exploration is meant to gain understanding on how Syaikh al-Shawi interpreted the passages of al-Hidayah in his book, Tasfsir Hasiyah Shawi.
This research used the qualitative method with a research model (al-Dirasah al-Maudluiyyah) that emphasizes on deepening the understanding of the topics in al-Hidayah passages.
Content analysis was then used to analyze the meaning of al-Hidayah passages according to Syaikh al-Shawi’s interpretation, and a historical analysis or the theory of asbab al-Nuzul, which is the chronological backstory to every passage of Al-Qur’an that has been passed down to the humankind.
The result of this research showed that al-Hidayah is not about someone’s success in living their life as many have assumed, instead al-Hidayah is a direction from God in the form of both al-Qur’an and as-Sunnah along with its interpretations, even if one might have not yet followed His guidance.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...
BEBERAPA TEORI DAN PENDEKATAN SEMANTIK
BEBERAPA TEORI DAN PENDEKATAN SEMANTIK
Tujuan penulisan makalah ini untuk mendeskripsikan pengertian semantik, beberapa teori dan pendekatan. Data dikumpulkan dari pendapat beberapa ahli linguistik. Metode pengumpulan d...
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Pembaharuan Islam yang dibawa Syaikh Ahmad Surkati di Indonesia 1914-1943. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Syaikh Ahma...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
Makna Ayat-ayat Perumpamaan Di Dalam Surat Ali Imran
Makna Ayat-ayat Perumpamaan Di Dalam Surat Ali Imran
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang sempurna yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. Kitab ini dipenuhi dengan kemu’jizatan dan salah satu kemukjizatan Al-Qur’an terletak pada s...
Semantik Al-Qur’an (Toshihiko Izutsu)
Semantik Al-Qur’an (Toshihiko Izutsu)
Babak awal dalam kesadaran semantik, dalam jagad penafsiran al-Qur’an, dimulai sejak sarjana yang bernama Muqatil ibn Sulayman. Meski karya tafsir Mujahid dalam poin tertentu melam...
Syaikh Muhammad Husein bin Abdul Gani Al Falimbani (1319-1399 H) dan Kontribusinya dalam Pendidikan Perempuan
Syaikh Muhammad Husein bin Abdul Gani Al Falimbani (1319-1399 H) dan Kontribusinya dalam Pendidikan Perempuan
Latar Belakang: Penelitiaan ini membahas tentang Syaikh Muhammad Husein bin Abdul Gani dan perannya dalam dunia pendidikan islam terutama pendidikan perempuan.
Tujuan: Tujuan penel...

