Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIMBOLISME DAN MAKNA TEOLOGIS SUDHI WADANI DALAM KERANGKA FILSAFAT HINDU

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbolisme dan makna teologis yang terkandung dalam struktur upacara Sudhi Wadani melalui pendekatan filsafat Hindu, khususnya yang bersumber dari Weda, Upanisad, dan ajaran tattwa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen pada praktisi agama, pemuka adat, serta teks-teks keagamaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan dalam upacara Sudhi Wadani mulai dari pembersihan lahir batin, pengucapan mantra, persembahan banten, hingga pengikraran dharma mengandung simbolisme yang merepresentasikan proses penyucian diri, transformasi kesadaran, dan peneguhan kembali hubungan antara Atman dengan Brahman. Makna teologis Sudhi Wadani berorientasi pada penyucian personal dan peneguhan etika hidup melalui Tri Kaya Parisudha serta perwujudan konsep moksa sebagai tujuan akhir manusia. Sudhi Wadani bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan praktik filsafat hidup Hindu yang menekankan transformasi kesadaran menuju kemurnian spiritual. Simbolisme yang hadir dalam ritual ini menggambarkan proses kembalinya manusia pada hakikat diri sejati (Atman), sedangkan makna teologisnya menegaskan keterhubungan kosmis antara manusia, alam, dan Brahman. Dengan demikian, Sudhi Wadani memiliki relevansi yang kuat sebagai praktik spiritual yang menyatukan aspek ritual, teologi, dan filsafat dalam satu kesatuan yang utuh.
Title: SIMBOLISME DAN MAKNA TEOLOGIS SUDHI WADANI DALAM KERANGKA FILSAFAT HINDU
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbolisme dan makna teologis yang terkandung dalam struktur upacara Sudhi Wadani melalui pendekatan filsafat Hindu, khususnya yang bersumber dari Weda, Upanisad, dan ajaran tattwa.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen pada praktisi agama, pemuka adat, serta teks-teks keagamaan yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan dalam upacara Sudhi Wadani mulai dari pembersihan lahir batin, pengucapan mantra, persembahan banten, hingga pengikraran dharma mengandung simbolisme yang merepresentasikan proses penyucian diri, transformasi kesadaran, dan peneguhan kembali hubungan antara Atman dengan Brahman.
Makna teologis Sudhi Wadani berorientasi pada penyucian personal dan peneguhan etika hidup melalui Tri Kaya Parisudha serta perwujudan konsep moksa sebagai tujuan akhir manusia.
Sudhi Wadani bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan praktik filsafat hidup Hindu yang menekankan transformasi kesadaran menuju kemurnian spiritual.
Simbolisme yang hadir dalam ritual ini menggambarkan proses kembalinya manusia pada hakikat diri sejati (Atman), sedangkan makna teologisnya menegaskan keterhubungan kosmis antara manusia, alam, dan Brahman.
Dengan demikian, Sudhi Wadani memiliki relevansi yang kuat sebagai praktik spiritual yang menyatukan aspek ritual, teologi, dan filsafat dalam satu kesatuan yang utuh.

Related Results

Sudhi Wadani Dalam Perkawinan Hukum Adat Bali
Sudhi Wadani Dalam Perkawinan Hukum Adat Bali
Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal...
TINJAUAN YURIDIS SUDHI WADANI DALAM PERKAWINAN ADAT BALI DI KABUPATEN TABANAN
TINJAUAN YURIDIS SUDHI WADANI DALAM PERKAWINAN ADAT BALI DI KABUPATEN TABANAN
Interfaith marriage is a common phenomenon in society, including in Bali, which has a strong cultural and Hindu religious specificity. This research aims to understand the legal im...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
The shortage of Hindu Religion Teachers is one of the main problems for the world of education. We hope that with the large number of Hindu religious colleges and graduates of the ...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Pengantar
Pengantar
Alhamdulillah, adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan suasana batin dan rasa bersyukur tim redaksi Jurnal Filsafat kepada Allah SWT, karena apa yang sudah lama dip...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
Pembaca Yang Budiman,Di tengah situasi yang belum normal seperti sediakala sebelum pandemi Covid-19, redaksi Jurnal Filsafat tetap berupaya untuk tetap menjaga kontinuitas penerbit...

Back to Top