Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bearing Fault Detection Menggunakan Metode Wavelet Berbasis Labview

View through CrossRef
Untuk dapat mengetahui dan mendeteksi jenis dan tingkat kerusakan bearing pada motor induksi dapat dilakukan dengan menganalisis sinyal getarannya. Pada penelitian ini, akan dianalisis jenis kerusakan bearing yang diakibatkan oleh kerusakan lokal atau yang terdistribusi ditunjukan oleh adanya getaran dengan frekuensi tertentu yang muncul. Sedangkan tingkat kerusakan yang umumnya diketehui dari besarnya ampitude getarannya. Metode yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan bearing adalah dengan mengukur karakteristik getaran mengunakan sensor accelerometer dan menggunakan analisis wavelet berbasis labview, dalam domain waktu maupun domain frekuensi yang terjadi pada arah putaran radial. Percobaan untuk mengetahui spektrum getaran akibat kerusakan bearing pada motor induksi dengan cara dimodifikasi atau sengaja dirusak pada bearing tersebut. Analisis perbandingan getaran antara bearing yang berkondisi baik dan yang dibuat cacat pada bagian inner race, outer race dan ball bearing  secara bertingkat sehingga dapat ditentukan jenis dan tingkat kerusakan pada bearing tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa sinyal vibrasi yang dihasilkan dari getaran bearing yang baik mendekati harmonik (sinusoidal), sedangkan yang rusak sinyal getarannya berbentuk stokastik (random). Untuk menentukan jenis kerusakan inner race, outerrace dan ball bearing harus disinkronkan antara frekuensi getaran dan perhitungan yang berdasarkan data aquisi dari parameter bantalannya, yaitu diameter lintasan innering dan outering, jumlah ball bearing dan putaran poros.
Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Title: Bearing Fault Detection Menggunakan Metode Wavelet Berbasis Labview
Description:
Untuk dapat mengetahui dan mendeteksi jenis dan tingkat kerusakan bearing pada motor induksi dapat dilakukan dengan menganalisis sinyal getarannya.
Pada penelitian ini, akan dianalisis jenis kerusakan bearing yang diakibatkan oleh kerusakan lokal atau yang terdistribusi ditunjukan oleh adanya getaran dengan frekuensi tertentu yang muncul.
Sedangkan tingkat kerusakan yang umumnya diketehui dari besarnya ampitude getarannya.
Metode yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan bearing adalah dengan mengukur karakteristik getaran mengunakan sensor accelerometer dan menggunakan analisis wavelet berbasis labview, dalam domain waktu maupun domain frekuensi yang terjadi pada arah putaran radial.
Percobaan untuk mengetahui spektrum getaran akibat kerusakan bearing pada motor induksi dengan cara dimodifikasi atau sengaja dirusak pada bearing tersebut.
Analisis perbandingan getaran antara bearing yang berkondisi baik dan yang dibuat cacat pada bagian inner race, outer race dan ball bearing  secara bertingkat sehingga dapat ditentukan jenis dan tingkat kerusakan pada bearing tersebut.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sinyal vibrasi yang dihasilkan dari getaran bearing yang baik mendekati harmonik (sinusoidal), sedangkan yang rusak sinyal getarannya berbentuk stokastik (random).
Untuk menentukan jenis kerusakan inner race, outerrace dan ball bearing harus disinkronkan antara frekuensi getaran dan perhitungan yang berdasarkan data aquisi dari parameter bantalannya, yaitu diameter lintasan innering dan outering, jumlah ball bearing dan putaran poros.

Related Results

Integration Techniques of Fault Detection and Isolation Using Interval Observers
Integration Techniques of Fault Detection and Isolation Using Interval Observers
An interval observer has been illustrated to be a suitable approach to detect and isolate faults affecting complex dynamical industrial systems. Concerning fault detection, interv...
Decomposition and Evolution of Intracontinental Strike‐Slip Faults in Eastern Tibetan Plateau
Decomposition and Evolution of Intracontinental Strike‐Slip Faults in Eastern Tibetan Plateau
Abstract:Little attention had been paid to the intracontinental strike‐slip faults of the Tibetan Plateau. Since the discovery of the Longriba fault using re‐measured GPS data in 2...
Chapter 4: Displacement on the southern San Andreas fault
Chapter 4: Displacement on the southern San Andreas fault
The pre-Quaternary geology of the southern Chocolate and Cargo Muchacho mountains correlates with that exposed in San Gorgonio Pass between the Mission Creek and Banning branches o...
Late Quaternary Activity: Kouma Fault
Late Quaternary Activity: Kouma Fault
The Kouma Fault, located at the northern foot of the Mangshan Mountain in Luoyang City, Henan Province, China, is an active fault newly discovered in the field seismic geological s...
Analyzing and Presenting Data with LabVIEW
Analyzing and Presenting Data with LabVIEW
LabVIEW is an abbreviation for Laboratory Virtual Instrument Engineering Workbench and allows scientists and engineers to develop and implement an interactive program. LabVIEW has ...
A Transient Fault-signal Extraction Scheme for Bearing Compound Fault Intelligent Diagnosis based on Vibration Signals
A Transient Fault-signal Extraction Scheme for Bearing Compound Fault Intelligent Diagnosis based on Vibration Signals
As a compound fault of bearing is characterized by complexity, disproportion, and interaction, its fault diagnostic accuracy tends to decline sharply. To solve this problem, the pr...
Data-driven Fault Diagnosis for Cyber-Physical Systems
Data-driven Fault Diagnosis for Cyber-Physical Systems
The concept of Industry 4.0 uses cyber-physical systems and the Internet of Things to create "smart factories" that enable automated and connected production. However, the complex ...

Back to Top