Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nyeri Pasca Operasi Dekompresi dan Stabilisasi Vertebra: Sampai Dimana Kita Saat Ini?

View through CrossRef
Pembedahan dekompresi dan stabilisasi tulang belakang ini berkaitan dengan nyeri perioperatif yang cukup signifikan. Nyeri pascabedah dekompresi dan stabilisasi tulang belakang lumbal dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan yang terjadi selama pembedahan dan melibatkan aktivasi berbagai mekanisme nyeri. Nyeri dapat berasal dari struktur vertebra, diskus intervertebralis, ligamen, dura, sarung saraf, kapsula sendi faset dan otot. Struktur ini diinervasi oleh ramus posterior nervus spinalis yang memiliki hubungan erat dengan saraf simpatis dan parasimpatis. Selain akibat kerusakan jaringan selama pembedahan, nyeri pascabedah juga dapat disebabkan oleh iritasi mekanis, kompresi atau inflamasi pascabedah. Kegagalan dalam penanganan nyeri intraoperatif akan menyebabkan stimulasi simpatis, ditandai dengan timbulnya gangguan hemodinamik intraoperatif seperti takikardia, peningkatan tekanan darah, peningkatan isi sekuncup, dan peningkatan konsumsi oksigen jantung. Nyeri yang dialami pada pasien risiko tinggi dapat berakibat terjadinya iskemia atau bahkan infark miokard. Selain itu, nyeri akut pascabedah yang tidak tertangani dengan baik dapat menjadi nyeri kronik pascabedah. Oleh karena itu, manajemen nyeri intraoperatif yang baik dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien, memperbaiki kualitas hidup pasien, mempercepat pemulihan, mobilisasi dan mencegah timbulnya nyeri kronis. Analgesia multimodal saat ini merupakan pilihan manajemen nyeri perioperatif terbaik dalam pembedahan dekompresi dan stabilisasi tulang belakang. Analgesia multimodal mencakup pemberian obat-obatan intravena maupun analgesia regional selama periode perioperatif. Analgesia berbasis anestesia regional yang dapat digunakan adalah blok interfasia, yaitu infiltrasi dan pemberian anestetika lokal di antara fasia otot. Teknik ini mulai banyak digunakan baik sebagai suplementasi analgesia maupun anestesi tunggal pada berbagai pembedahan.
The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy
Title: Nyeri Pasca Operasi Dekompresi dan Stabilisasi Vertebra: Sampai Dimana Kita Saat Ini?
Description:
Pembedahan dekompresi dan stabilisasi tulang belakang ini berkaitan dengan nyeri perioperatif yang cukup signifikan.
Nyeri pascabedah dekompresi dan stabilisasi tulang belakang lumbal dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan yang terjadi selama pembedahan dan melibatkan aktivasi berbagai mekanisme nyeri.
Nyeri dapat berasal dari struktur vertebra, diskus intervertebralis, ligamen, dura, sarung saraf, kapsula sendi faset dan otot.
Struktur ini diinervasi oleh ramus posterior nervus spinalis yang memiliki hubungan erat dengan saraf simpatis dan parasimpatis.
Selain akibat kerusakan jaringan selama pembedahan, nyeri pascabedah juga dapat disebabkan oleh iritasi mekanis, kompresi atau inflamasi pascabedah.
Kegagalan dalam penanganan nyeri intraoperatif akan menyebabkan stimulasi simpatis, ditandai dengan timbulnya gangguan hemodinamik intraoperatif seperti takikardia, peningkatan tekanan darah, peningkatan isi sekuncup, dan peningkatan konsumsi oksigen jantung.
Nyeri yang dialami pada pasien risiko tinggi dapat berakibat terjadinya iskemia atau bahkan infark miokard.
Selain itu, nyeri akut pascabedah yang tidak tertangani dengan baik dapat menjadi nyeri kronik pascabedah.
Oleh karena itu, manajemen nyeri intraoperatif yang baik dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien, memperbaiki kualitas hidup pasien, mempercepat pemulihan, mobilisasi dan mencegah timbulnya nyeri kronis.
Analgesia multimodal saat ini merupakan pilihan manajemen nyeri perioperatif terbaik dalam pembedahan dekompresi dan stabilisasi tulang belakang.
Analgesia multimodal mencakup pemberian obat-obatan intravena maupun analgesia regional selama periode perioperatif.
Analgesia berbasis anestesia regional yang dapat digunakan adalah blok interfasia, yaitu infiltrasi dan pemberian anestetika lokal di antara fasia otot.
Teknik ini mulai banyak digunakan baik sebagai suplementasi analgesia maupun anestesi tunggal pada berbagai pembedahan.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perbandingan Efektivitas Pemberian Preemptive Gabapentin 300 mg dan Pregabalin 75 mg Terhadap Nyeri Akut Pasca Bedah Mastectomy
Perbandingan Efektivitas Pemberian Preemptive Gabapentin 300 mg dan Pregabalin 75 mg Terhadap Nyeri Akut Pasca Bedah Mastectomy
Modifikasi mastektomi radikal (MRM) adalah pengobatan standar untuk kanker payudara. Semua jaringan payudara terangkat saat Anda melakukan ini. Pasien sering mengalami kesulitan te...
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
Abstrak  Pendahuluan.Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh individu yang sifatnya sangat subyektif, yang dapat mempengaruhi pikiran dan mengubah kehidupan. Jumlah pr...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PERBEDAAN NYERI DISMINORE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN SENAM DISMENORE
PERBEDAAN NYERI DISMINORE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN SENAM DISMENORE
Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri yang muncul saat haid, biasanya muncul dengan rasa kram dan berfokus pada di abdomen. Keluhan nyeri haid sendiri dapat terjadi mulai dari ...
Insiden Hiponatremia Pasca operasi Mayor pada Anak di Ruang Rawat Intensif
Insiden Hiponatremia Pasca operasi Mayor pada Anak di Ruang Rawat Intensif
Latar belakang. Penggunaan cairan yang tidak tepat sering menimbulkan peningkatan kejadian hiponatremia yang berhubungan erat dengan meningkatnya berbagai komplikasi, seperti edema...
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil TM II Dan III : Literatur review
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil TM II Dan III : Literatur review
ABSTRAKNyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami wanita hamil trimester II dan III. Melakukan senam hamil dapat meringankan nyeri punggung. Nyeri yang timbul pada kehami...

Back to Top