Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman

View through CrossRef
Perlindungan lingkungan hidup adalah suatu sikap dan tindakan yang selalu bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup dan mengembangkan upaya perbaikan kerusakan alam yang telah terjadi. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah limbah. Baik sampah organik maupun anorganik. Sampah di masyarakat dapat menyebabkan penyakit dan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya menjaga lingkungan dengan menangani sampah organik dan anorganik. Pengelolaan sampah dengan memilah sampah berdasarkan jenis sebenarnya sudah berjalan dengan baik, namun ketidaktahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik menyebabkan pengelolaan sampah tidak berjalan efektif sehingga mengakibatkan penumpukan sampah organik dalam jumlah besar. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk melalui proses fermentasi. Pupuk organik yang dihasilkan melalui proses fermentasi disebut kompos. Cara tradisional dalam pembuatan kompos membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang efektif dalam mengatasi masalah penumpukan sampah organik. Pupuk organik cair adalah pupuk tanaman yang berasal dari bahan organik. Bahan bakunya berasal dari bahan organik lembab atau bahan organik dengan kadar air tinggi, misalnya limbah buah dan sayur seperti wortel, labu kuning, sawi, selada, kubis, dan kulit jeruk. Pupuk organik mempunyai pengaruh yang baik dalam jangka panjang terhadap tanah, karena dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah dan juga menghasilkan produk pertanian yang sehat, dimana pupuk organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk ekologis.
Title: Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Description:
Perlindungan lingkungan hidup adalah suatu sikap dan tindakan yang selalu bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup dan mengembangkan upaya perbaikan kerusakan alam yang telah terjadi.
Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah limbah.
Baik sampah organik maupun anorganik.
Sampah di masyarakat dapat menyebabkan penyakit dan ketidaknyamanan.
Oleh karena itu, masyarakat hendaknya menjaga lingkungan dengan menangani sampah organik dan anorganik.
Pengelolaan sampah dengan memilah sampah berdasarkan jenis sebenarnya sudah berjalan dengan baik, namun ketidaktahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik menyebabkan pengelolaan sampah tidak berjalan efektif sehingga mengakibatkan penumpukan sampah organik dalam jumlah besar.
Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk melalui proses fermentasi.
Pupuk organik yang dihasilkan melalui proses fermentasi disebut kompos.
Cara tradisional dalam pembuatan kompos membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang efektif dalam mengatasi masalah penumpukan sampah organik.
Pupuk organik cair adalah pupuk tanaman yang berasal dari bahan organik.
Bahan bakunya berasal dari bahan organik lembab atau bahan organik dengan kadar air tinggi, misalnya limbah buah dan sayur seperti wortel, labu kuning, sawi, selada, kubis, dan kulit jeruk.
Pupuk organik mempunyai pengaruh yang baik dalam jangka panjang terhadap tanah, karena dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah dan juga menghasilkan produk pertanian yang sehat, dimana pupuk organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk ekologis.

Related Results

SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Pada suatu tujuan wisata, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum lokasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat. Seperti ketersediaan fasilitas untuk pengunjung, khususnya fas...
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Tumpukan sampah di Pondok Padalarang Indah menimbulkan masalah rumit bagi warga sekitarnya berupa polusi lingkungan, seperti polusi tanah, air, dan udara. Penumpukan sampah bisa di...
Simulasi Pengelolaan Sampah di Pasar Tohaga Cileungsi Kabupaten Bogor
Simulasi Pengelolaan Sampah di Pasar Tohaga Cileungsi Kabupaten Bogor
Sampah merupakan masalah yang sangat sulit diatasi karena semua aktivitas manusia menghasilkan sampah terutama aktivitas di pasar. Sampah organik cenderung mendominasi sampah yang ...
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik Yang Prospektif
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik Yang Prospektif
Sampah di Indonesia terdiri dari : 70% sampah hayati 28% sampah non hayati dan 2% sampah B3 (bahan beracun). Dalam pengelolaan sampah perlu mendayagunakan keterpaduan antara lembag...
Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly)
Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly)
Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi sampah di Indonesia. Salah satu jenis sampah yang memiliki kuantitas terbanyak adalah sampah organik. Perl...
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Permasalahan terkait dengan sampah adalah permasalahan yang ada di wilayah perkotaan. Pengelolaan sampah yang baik sangat diperlukan di wilayah perkotaan, salah satu cara mengelola...

Back to Top